- Genre: folk-horror
- Pemain: Nobuko Otowa, Kiwako Taichi
- Sutradara: Kaneto Shindo
5 Film Horor Underseen yang Diskusikan Maskulinitas dan Patriarki

- Lima film horor independen lintas negara dan era direkomendasikan untuk Halloween, dengan benang merah kritik terhadap maskulinitas, patriarki, serta pengalaman perempuan.
- Kuroneko, Oddity, dan Creepy menyoroti kekerasan samurai, relasi heteroseksual timpang, hingga suami yang mengabaikan istrinya saat terobsesi pada investigasi.
- Kotoko membahas pengucilan perempuan dengan masalah mental, sedangkan Milk & Serial mengangkat maskulinitas toksik dan sikap menyalahkan dalam pertemanan dua lelaki.
Butuh referensi tontonan untuk Halloween tahun ini? Coba yang beda, yuk! Bukan film horor Hollywood biasa, mari melirik skena film horor independen dari berbagai negara dan era. Dijamin kamu bakal terkesima dengan betapa progresifnya pola cerita mereka.
Berikut lima film horor underseen yang kompak mendiskusikan maskulinitas dan patriarki. Dijamin tercerahkan rasanya, gak bikin muak apalagi kesal. Penasaran? Langsung baca sinopsis berikut.
1. Kuroneko (1968)

Kuroneko (dok. Criterion/Kuroneko) Kuroneko adalah cerita Shige dan ibu mertuanya, Yone, yang tewas di tangan gerombolan samurai saat perang sipil berkecamuk di Jepang. Mereka dirampok, diperkosa, dibunuh, dan gubuknya dibakar untuk menghilangkan jejak.
Namun, keajaiban terjadi ketika mereka seolah bangkit dari kematian dan diberi kesempatan untuk membalas dendam. Mereka menyasar samurai, menggoda mereka sampai akhirnya, ketika lengah, membunuh mereka dengan cara yang tak kalah keji. Ritual balas dendam itu berlangsung berulang kali sampai Hachi, suami Shige sekaligus anak laki-laki Yone, kembali dari medan perang dan menemukan mereka.
Meski pakai trope rape-revenge, film Kuroneko dianggap berhasil melawan tradisi male gaze ketimbang melanggengkannya. Shindo secara strategis mengkritik maskulinitas toksik yang menjadi pedoman hidup para samurai serta meletakkan fokus cerita pada agensi perempuan ketimbang memotret mereka sebagai korban belaka.
2. Oddity (2024)

Oddity (dok. Blue Finch Films/Oddity) Darcy adalah pengelola toko barang antik yang punya kemampuan supranatural. Suatu hari, ia dapat kabar bahwa saudara kembarnya, Dani, tewas dibunuh oleh seorang pria dengan gangguan jiwa. Merasa ada yang tak beres, Darcy secara mendadak berkunjung ke rumah mendiang saudari kembarnya yang kini sudah ditempati oleh suami Dani, Ted, dan pacar barunya, Yana.
Darcy dan Yana mengalami beberapa kejadian aneh. Ted yang skeptis berulang kali meyakinkan mereka berdua bahwa itu hanya halusinasi dan perasaan mereka saja. Sampai Darcy akhirnya menemukan sebuah petunjuk besar yang bisa jadi jawaban atas segala ketidakberesan yang ia rasakan. Oddity berhasil menciptakan tokoh Ted yang menggambarkan dinamika hubungan heteroseksual yang kerap tak setara serta kecenderungan mansplaining pria.
- Genre: horor, thriller
- Pemain: Carolyn Bracken, Gwilym Lee
- Sutradara: Damian McCarthy
3. Creepy (2016)

Creepy (dok. Criterion/Creepy) Creepy berpusat pada kehidupan keluarga harmonis seorang mantan psikolog kepolisian bernama Koichi dan istrinya, Yasuko. Mereka baru pindah ke kota baru setelah Koichi memutuskan keluar dari kepolisian dan bermanuver menjadi dosen kriminologi. Hidup mereka cukup tenang, meski Yasuko mengaku kesulitan bergaul dengan tetangga-tetangganya.
Sampai suatu hari, rekan kerja lama Koichi datang berkonsultasi tentang kasus lama yang masih menggantung. Yakni, tentang hilangnya satu keluarga tanpa jejak. Hanya ada satu bocah yang tertinggal, alias selamat, dan kini sudah beranjak dewasa. Dari saksi kunci itulah investigasi berlanjut. Namun, investigasi itu membuat Koichi lupa akan perannya sebagai suami di rumah. Ia mengabaikan keluhan istrinya yang makin terisolasi dan terganggu oleh keanehan tetangga-tetangga barunya.
- Genre: horor, thriller-psikologi
- Pemain: Hidetoshi Nishijima, Yuko Takeuchi
- Sutradara: Kiyoshi Kurosawa
4. Kotoko (2011)

Kotoko (dok. Kaijyu Theater/Kotoko) Kotoko adalah film horor Jepang yang underseen parah. Film ini mengikuti perspektif Kotoko, ibu muda yang dianggap tidak layak mengasuh bayinya karena masalah mental. Kotoko didiagnosa beberapa penyakit yang dianggap bisa membahayakan keselamatan dirinya dan si bayi.
Otoritas pun mengambil langkah tegas yang justru bikin Kotoko makin terpuruk. Satu-satunya penghiburannya adalah bernyanyi, karena saat itulah keajaiban terjadi. Kotoko akan membuatmu bertanya-tanya mana yang kenyataan dan mana yang ternyata halusinasi si lakon. Film ini juga membahas bagaimana kesehatan mental dan keresahan perempuan kerap dianggap remeh, atau bahkan berujung pada pengucilan.
- Genre: horor-psikologi
- Pemain: Cocco, Shinya Tsukamoto
- Sutradara: Shinya Tsukamoto
5. Milk & Serial (2024)

Milk & Serial (dok. That's A Bad Idea/Milk & Serial) Curry Barker dan Cooper Tomlinson memerankan dua YouTuber dengan moniker Milk dan Seven. Suatu hari, pada hari ulang tahun Seven, Milk berinisiatif membuat sebuah konten prank tanpa memberi tahu rekannya itu. Saat itulah sebuah kesalahpahaman terjadi dan dampaknya fatal. Pada fase ini pula, hubungan mereka jadi tak baik-baik saja.
Seven yang merasa bersalah makin tak nyaman dengan sikap Milk yang terus mendesak dan menyalahkannya, seolah dirinya tak ambil bagian dalam malapetaka itu. Film ini mungkin tak sekuat Obsession (2026), tetapi berhasil mengajak kita merenungkan lagi isu maskulinitas toksik dalam pertemanan antarlelaki serta jiwa incel (involuntary celibate) tersembunyi dalam tiap pria.
- Genre: found-footage horror
- Pemain: Cooper Tomlinson, Curry Barker
- Sutradara: Curry Barker
Gak menyangka kalau kamu mau melipir ke ranah independen dan non-Hollywood, varian film horor untuk tontonan Halloween-mu bisa makin beragam. Bahkan kamu bisa membuat daftar isu atau diskursus yang jadi nyawa filmnya, lho. Salah satunya adalah patriarki dan maskulinitas toksik tadi. Punya ide lain?























