10 Alasan Orang Ogah Datang ke Acara Buka Bersama

Bulan Ramadan, sering dijadikan momen bersilaturahim dengan teman-teman lama melalui acara bukber alias buka puasa bersama. Di Indonesia, tradisi bukber seperti sudah menjadi kegiatan rutin tahunan yang banyak dinantikan.
Namun, di antara riuh kemeriahan kegiatannya, ada saja segelintir orang yang merasa enggan jika diajak buka puasa bersama. Selain karena memiliki kesibukan tersendiri, mereka selalu punya alasan di balik keengganan mereka ikut berpartisipasi dalam acara bukber. Apa saja alasannya?
1. Sedang ingin berhemat.

Kehidupan itu berputar. Ada kalanya orang diberi rizki yang melimpah, ada saat juga mereka harus berhemat membelanjakan pengeluaran. Momen bukber, biasanya diadakan di tempat-tempat yang biasanya merogoh kocek lebih tinggi dari hari biasa. Kita tidak akan pernah tahu siapa yang tengah mengalami kesulitan ekonomi atau sedang berada dalam puncak kekayaan. Jangan memaksa orang lain untuk ikut berpartisipasi dalam acara bukber jika kita tidak tahu kondisi keuangannya sebelum memberikannya julukan yang aneh-aneh.
2. Lebih memilih bersama keluarga.

Memang, buka bersama biasanya diadakan hanya satu kali dalam satu bulan. Namun, jika undangan bukber datang dari berbagai perkumpulan alumni dan komunitas, momen kebersamaan bersama keluarga akan menjadi berkurang. Apalagi ia merupakan anak tunggal yang sering menghabiskan waktu di tempat kerja dan jarang sekali bertemu keluarganya. Tentu ia akan lebih memilih berbuka puasa dirumah bersama keluarga daripada di luar rumah.
3.Tidak menyukai keramaian.

Biasanya, ini berlaku bagi kaum introvert. Mereka selalu saja merasa kurang merasa nyaman berada dalam keramaian. Mereka akan menciut saat berada di tengah-tengah orang banyak dan merasa seperti bukan berada di dunianya sendiri. Apalagi acara bukber dihadiri oleh orang-orang yang tidak terlalu dekat dengannya. Bisa-bisa mereka akan menjadi kambing congek di sana.
4. Lalai dengan salat.

Kebanyakan orang yang ikut buka bersama itu sering melupakan salat karena terlalu asyik bercengkerama dengan teman-temannya. Memang masih ada satu-dua orang yang masih menyadari salat sebagai kewajiban dan mereka biasanya melakukannya sendiri-sendiri, walaupun melakukannya nyaris mendekati waktu Isya. Bukan tidak mungkin dari kebanyakan orang itu melewatkan salat Tarawih, karena menganggap lebih mengasyikkan berbincang dengan teman-teman lama.
5.Acara yang monoton dan membosankan.

Acara bukber, dari dulu hingga kini, acaranya memang begitu-begitu saja. Dari mulai rencana awal mengumpulkan teman-teman satu alumni atau satu komunitas, lalu menentukan jadwal dan tempat, berkumpul sebelum Maghrib, berbincang, berbuka, berbincang lagi, lalu pulang. Siklus yang bagi sebagian kecil orang dianggap monoton dan membosankan.
6.Menjadi ajang pamer kekayaan dan status sosial.

Ada saja orang-orang tertentu yang datang ke acara buka bersama dengan penampilan yang ‘wah’ dan gemerlap. Mereka datang ke tempat acara dengan membawa mobil paling mewah, ditemani istri atau suami yang rupawan, anak yang lucu dan manis, seolah memberikan penegasan bahwa mereka adalah keluarga bahagia yang sukses. Ketika berbincang di sela-sela buka puasa pun, mereka biasanya melulu membahas kekayaan dan karir mereka yang cemerlang.
7.Takut terjebak ikut dalam obrolan gosip.

Mau tidak mau, ketika datang ke acara bukber, kita pasti akan terlibat dalam obrolan panjang. Membahas segala hal, yang biasanya menjurus ke ghibah, membicarakan kelemahan orang lain. Entah si A yang belum menikah padahal usianya sudah lebih dari 30 tahun, si B yang belum memiliki anak padahal sudah menikah lima tahun, si C yang begini, si D yang begitu, dan seterusnya. Tak disadari, namun saat kita membahas kekurangan orang lain, kita sudah jadi termasuk bagian dari penggosip itu.
8.Tidak terlalu akrab secara emosional.

Memang menyenangkan berkumpul bersama teman-teman lama sembari berbincang menunggu waktu berbuka puasa. Akan ada perbincangan remeh-temeh yang terkadang membuat kita tertawa saat mengingat kejadian-kejadian masa lalu. Lalu, bagaimana jika kita berada dalam sebuah komunitas alumni atau komunitas yang tidak terlalu akrab secara emosional dengan kepribadian kita? Obrolan-obrolan menjadi terkesan basi dan tidak menarik. Rasa tidak nyaman berlebih membuat kita ingin segera pergi dari tempat itu.
9.Malas dengan kemacetan.

Baik menuju atau pulang ke dan dari acara buka bersama, kemacetan pasti sudah tidak bisa lagi terhindarkan. Jam-jam berbuka puasa memang sedang dalam puncak kemacetan karena kendaraan-kendaraan berebut jalanan ingin segera tiba di tempat tujuan. Suasana kemacetan yang membuat kesal menjadi alasan utama orang enggan datang ke acara bukber.
10.MAGER.

Setelah seharian beraktifitas, orang biasanya akan lebih menikmati berdiam diri di rumah daripada harus sibuk berbuka puasa di luar. Tenaga mereka yang sudah terkuras habis karena aktifitas di luar rumah membuat orang mengelak untuk diajak bukber. Mereka sudah malas untuk bergerak (mager) dan akan lebih memilih menunggu waktu berbuka puasa dengan tidur-tiduran di kursi sembari menyaksikan hiburan televisi atau ceramah agama.
So, jangan langsung nge-judge teman kita sombong karena menolak ajakan buka bersama ya. Mereka pasti punya alasan tersendiri.





![[REVIEW] Jujutsu Kaisen Season 3—Battle Royale Penyihir Terkuat](https://image.idntimes.com/post/20260403/new_2de385fb-9f82-4a05-afab-749dcd7378a2.png)













