Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Barat Era 80-an Bertema Isekai, Gak Kalah dari Anime!

5 Film Barat Era 80-an Bertema Isekai, Gak Kalah dari Anime!
adegan dalam film The NeverEnding Story (dok. Warner Bros./The NeverEnding Story)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti lima film Barat era 80-an yang mengusung konsep isekai, menunjukkan bahwa tema dunia paralel sudah dieksplorasi jauh sebelum anime modern populer.
  • Film seperti Tron, The NeverEnding Story, Return to Oz, Labyrinth, dan Time Bandits menampilkan karakter yang terjebak di dunia lain dengan nuansa fantasi unik dan pesan mendalam.
  • Meskipun dibuat tanpa CGI canggih, kelima film ini membuktikan kekuatan imajinasi sineas 80-an dalam menciptakan petualangan lintas dunia yang tetap relevan hingga kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kalau mendengar kata isekai, yang langsung terbayang biasanya adalah anime dengan karakter overpowered dan dunia fantasi yang luas. Padahal, konsep terjebak di dunia lain sudah lebih dulu dieksplorasi oleh film-film Barat sejak puluhan tahun lalu, khususnya pada era 1980-an.

Tanpa bantuan CGI canggih seperti sekarang, sineas kala itu justru mampu menghadirkan dunia-dunia unik yang gak kalah imajinatif. Bahkan, beberapa di antaranya punya konsep yang terasa “isekai banget” jika dilihat dari perspektif masa kini. Penasaran? Ini dia lima rekomendasi film Barat era 80-an bertema isekai yang wajib masuk watchlist-mu!

1. Tron (1982)

adegan dalam film Tron
adegan dalam film Tron (dok. Walt Disney Pictures/Tron)

Film klasik Disney satu ini bisa dibilang merupakan kakek buyut dari tema terjebak di dunia game yang sekarang sangat populer. Disutradarai oleh Steven Lisberger, Tron mengikuti petualangan Kevin Flynn (Jeff Bridges), programer jenius yang terjebak masuk ke dalam semesta digital bernama The Grid. Di sana, ia harus bertahan hidup melawan program-program jahat demi mengungkap kebenaran di dunia nyata.

Vibe isekai dalam film ini makin terasa lewat peran Flynn yang dianggap sebagai sosok "User" atau pencipta yang punya kekuatan bak dewa. Sebagai manusia di dunia kode, Flynn punya kemampuan unik untuk memanipulasi sistem dan membangun objek secara instan layaknya karakter yang memakai cheat code. Misi utamanya pun sangat jelas, yakni menumbangkan villain agar ia bisa menemukan jalan pulang ke dunia asalnya.

2. The NeverEnding Story (1984)

adegan dalam film The NeverEnding Story
adegan dalam film The NeverEnding Story (dok. Warner Bros./The NeverEnding Story)

The NeverEnding Story juga membawa konsep isekai lewat kisah petualangan yang gak kalah epik dan emosionalnya. Karakter utamanya adalah Bastian Balthazar Bux (Barrett Oliver), bocah penyendiri yang hobi bersembunyi dari kejaran para perundung sekolahnya. Suatu hari, ia mencuri sebuah buku misterius yang ternyata merupakan gerbang menuju dunia fantasi bernama Fantasia yang sedang terancam punah.

Bastian memenuhi kriteria protagonis isekai klasik, yaitu sosok yang terisolasi secara sosial di dunia nyata, tapi menjadi juru selamat di dunia lain. Perpindahan dunianya juga unik karena terjadi melalui medium buku ajaib, bukan melalui portal fisik atau fenomena reinkarnasi seperti anime modern. Menariknya lagi, di sana ia berperan sebagai "The Chosen One" yang punya kemampuan membangun kembali realitas hanya bermodalkan imajinasinya.

3. Return to Oz (1985)

adegan dalam film Return to Oz
adegan dalam film Return to Oz (dok. Walt Disney Pictures/Return to Oz)

Sudah jadi rahasia umum kalau The Wizard of Oz (1939) adalah pionir genre isekai yang paling legendaris di jagat sinema. Nah, di tahun 1985, Disney mengeluarkan sekuel tak resminya yang berjudul Return to Oz. Namun, alih-alih penuh warna dan ceria seperti film orisinalnya, film ini mengambil pendekatan dark fantasy yang cukup bikin bulu kuduk berdiri.

​Ceritanya bermula saat Dorothy Gale (Fairuza Balk) terbangun di Negeri Oz setelah berhasil kabur dari ancaman terapi sengat listrik di sebuah sanatorium. Namun, ia justru mendapati Oz telah hancur layaknya dunia pasca-apokaliptik. Demi mengembalikan kedamaian, Dorothy pun harus berjuang melawan Nome King dan Putri Mombi yang gemar mengoleksi kepala manusia.

Film garapan Walter Murch ini memang sempat jeblok di pasaran karena dianggap terlalu kelam bagi penonton anak-anak era itu. Namun sekarang, Return to Oz justru dipuja sebagai mahakarya cult classic berkat efek visualnya yang luar biasa orisinal.

4. Labyrinth (1986)

adegan dalam film Labyrinth
adegan dalam film Labyrinth (dok. Lucasfilm Ltd./Labyrinth)

Sebelum terkenal sebagai aktris veteran seperti sekarang, siapa sangka kalau Jennifer Connelly pernah menjadi hero isekai dalam film berjudul Labyrinth. Film ini disutradarai oleh Jim Henson, sosok di balik The Muppets, di bawah produksi George Lucas, sang pencipta Star Wars. Di sini, kamu bakal diajak masuk ke dunia fantasi penuh boneka animatronik yang unik, magis, sekaligus ganjil.

Connelly memerankan Sarah, remaja yang kesal karena harus menjaga adik bayinya, Toby, hingga ia sembrono mengucap keinginan agar si adik dibawa lari oleh raja goblin. Gak disangka, Jareth sang Goblin King (David Bowie) benar-benar muncul dan menculik Toby ke istananya. Sarah pun hanya punya waktu 13 jam untuk menyelamatkan Toby sebelum adiknya berubah jadi goblin selamanya.

​Perjalanan Sarah di dunia antah berantah tersebut gak cuma seru, tapi juga penuh makna mendalam. Di sana, ia menjalin persahabatan dengan makhluk-makhluk ajaib seperti kurcaci Hoggle, monster baik hati Ludo, hingga ksatria pemberani Sir Didymus. Khas tema isekai pula, seiring perjalanan, sang protagonis belajar tentang tanggung jawab dan kedewasaan.

5. Time Bandits (1981)

adegan dalam film Time Bandits
adegan dalam film Time Bandits (dok. HandMade Films/Time Bandits)

Untuk melengkapi daftar ini, ada Time Bandits garapan Terry Gilliam, sineas Amerika/Inggris yang terkenal dengan gaya visual surealis dan humor satirenya. Ceritanya mengikuti Kevin (Craig Warnock), bocah penggemar sejarah yang merasa terasing di tengah keluarga penganut gaya hidup materialistis. Seakan doanya terjawab, kamarnya mendadak ditembus oleh enam kurcaci buronan yang membawa Kevin bertualang melintasi lubang waktu.

​Para kurcaci ini sendiri diketahui mencuri peta alam semesta demi memburu harta karun dari berbagai zaman sejarah dan mitologi. Kevin pun terlempar dari satu dunia ke dunia lain, mulai dari bertemu Napoleon yang narsis hingga diselamatkan oleh Raja Agamemnon di Yunani Kuno. Namun, perjalanan ini berubah mencekam saat sosok jahat bernama Evil (David Warner) berusaha merebut peta tersebut untuk menguasai dunia. Tertarik memasukannya ke watchlist isekai-mu?

Meski teknologi saat itu masih terbatas, kelima film di atas membuktikan kalau imajinasi adalah kunci utama dalam menghadirkan dunia isekai yang berkesan. Jadi, kalau kamu penasaran melihat bagaimana konsep “terjebak di dunia lain” diolah dengan cara yang lebih klasik sekaligus kreatif, yuk mulai maraton daftar ini sekarang juga!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More