Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asal-usul Tren Lho Ya Boleh Wong Ditawari, Carmen Hearts2Hearts Ikutan
Awal mula tren ‘Lho Ya Boleh Wong Ditawarin?’ (Instagram.com/raadinu) | (Instagram.com/hearts2hearts)
  • Tren “Loh, ya boleh. Wong ditawarin” adalah ungkapan Jawa yang berarti menerima tawaran dengan santai, dikenal karena kesan spontan dan polosnya.
  • Tren ini bermula dari sketsa komedi Instagram @raadinu berjudul “Day 1 Jadi Orang Anti Basa-basi”, saat seorang pria menerima ajakan mampir lalu mengambil roti.
  • Carmen dari Hearts2Hearts ikut meramaikan tren melalui balasan Weverse kepada penggemar, dengan menulis kalimat serupa yang menarik perhatian penggemarnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, kamu mungkin sering melihat komentar “Loh, ya boleh! Wong ditawarin kok” di berbagai platform media sosial. Walau terkesan asbun dan sederhana, tapi potongan kalimat ini justru bikin banyak orang ngakak. Bahkan, terbaru Carmen Hearts2Hearts juga menggunakannya di WeVerse.

Tapi, pasti masih ada juga yang belum tahu, kenapa celetukan simple itu sangat viral hingga dipakai seleb sekelas Carmen. Seperti apa sih asal-usul tren komentar “Loh, ya boleh! Wong ditawarin kok” bermula? Yuk, cari tahu!

1. Apa makna tren Loh Ya Boleh Wong Ditawarin?

Awal mula tren ‘Lho Ya Boleh Wong Ditawarin?’ (Instagram.com/raadinu)

Kalimat “Loh, ya boleh. Wong ditawarin” berasal dari bahasa Jawa yang jika diterjemahkan secara bebas berarti “Ya boleh, kan memang ditawari.” Ungkapan ini menggambarkan respons seseorang yang menerima serius sebuah tawaran, tanpa banyak pertimbangan seperti rasa sungkan maupun enggan merepotkan. Hal ini dianggap berbanding terbalik dengan budaya sebagian orang Indonesia, terutama Jawa yang mudah gak enakan dan tidak ingin dipandang merepotkan orang lain ketika ditawari sesuatu. Baik ketika tawaran itu tulus maupun hanya basa-basi.

Kesan spontan, polos, dan bagi beberapa orang, tidak tahu diri, dari kalimat tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Banyak netizen yang ikut relate sama situasi kayak gini, sampai digunakan sebagai bahan candaan di media sosial.

2. Asal-usul Tren Loh Ya Boleh Wong Ditawarin

Awal mula tren ‘Lho Ya Boleh Wong Ditawarin?’ (Instagram.com/raadinu)

Tren “Loh, ya boleh. Wong ditawarin kok” sebenarnya bermula dari video Instagram berjudul “Day 1 Jadi Orang Anti Basa-basi” yang diunggah akun @raadinu. Video tersebut menampilkan sketsa komedi tentang seorang pria yang sedang makan roti dan secara basa-basi menawarkan orang lain yang lewat untuk mampir.

Dalam skenario normal, pasti orang yang ditawari akan menjawab sekenanya dan menolak. Namun, orang tersebut justru menerima tawaran itu dengan santai sambil berkata, “Loh, ya boleh. Wong ditawarin.” Tak hanya mampir, ia bahkan mengambil roti yang sedang dimakan pria tadi. Celetukan spontan tersebut bikin tren ini viral. Selain sketsa tersebut, konten kreator @raadinu juga sudah membuat berbagai alternatif serupa. Sebelum celetukan ini viral, sound dari video tersebut juga sudah marak dipakai netizen untuk membuat parodi serupa.

3. Carmen Hearts2Hearts Ikut Tren Loh Ya Boleh Wong Ditawarin

Awal mula tren ‘Lho Ya Boleh Wong Ditawarin?’ (X.com/maxxnxine)

Tren “Loh, ya boleh. Wong ditawarin” juga sampai ke kalangan idol KPop, salah satunya Carmen Hearts2Hearts. Momen ini terlihat saat akun penggemar @zzazzu mengirim pesan melalui Weverse, yaitu platform komunitas penggemar yang memungkinkan idol berinteraksi dengan penggemarnya.

Pesan tersebut berbunyi, “a-anu mam-mpir dulu loh men...”.

Carmen kemudian membalas pesan tersebut dengan kalimat yang mengingatkan penggemar pada tren viral itu, yakni “LOHH YA BOLEHLAH WONG DI TAWARIN😁😁😁😁”. Balasan spontan idol asal Indonesia ini pun menjadi momen seru yang mencuri perhatian penggemar.

Kamu udah ikutan tren ini belum, nih?

Curated For You

Editorial Team

Related Article