Tak heran, jika di awal penugasannya, Do Ji Ui selalu berharap untuk segera dipindahkan ke tempat lain. Namun, anehnya usai diberi surat keputusan dari pemerintah setempat soal pemindahannya, Do Ji Ui justru tak bertahan lama di tempat baru. Ia langsung mengajukan pembatalan pemindahan tugas kepada gubernur. Lantas, apa alasan Do Ji Ui menolak perpindahan tugasnya di drakor Doctor on the Edge?
4 Alasan Do Ji Ui Tolak Perpindahan Tugasnya di Doctor on the Edge

- Do Ji Ui merasa kecewa karena di tempat tugas barunya ia tidak diperbolehkan menangani pasien dan hanya diminta mengikuti arahan pemerintah.
- Ia dipaksa menemani gubernur dalam berbagai wawancara dan acara resmi, membuatnya lelah serta kehilangan kebebasan pribadi.
- Setelah menyadari kisahnya dijadikan alat politik dan tak ingin jauh dari Yuk Ha Ri, Do Ji Ui memutuskan menolak perpindahan tugasnya.
Dokter Do Ui Ju (Lee Jae Wook) awalnya merasa keberuntungannya hilang lantaran ditempatkan bertugas di Pyeondongdo dalam drakor Doctor on the Edge. Ia sejak awal sudah merasa tertekan lantaran rumor bahwa warga di Pyeondongdo memang luar biasa menguras kesabaran. Hal itu pun sudah dirasakan oleh Do Ji Ui sejak hari pertama ia bertugas.
1. Dokter Do Ji Ui tidak bertemu pasien di tempat barunya

Pada hari pertama perpindahan tugasnya, Do Ji Ui rupanya hanya disibukkan dengan para wartawan saja. Ia harus melakukan wawancara dan bercerita tentang pengalamannya menyelematkan pasien di tengah badai lautan. Bahkan, Ji Ui sepanjang hari hanya diminta untuk berpose kepada para wartawan.
Hal itu jelas membuat Do Ji Ui kesal. Ia pun menanyakan terkait alasan mengapa dirinya tidak betemu pasien kepada Choi Hyang Mi (Jung Ae Youn). Sayangnya, jawaban Hyang Mi tak memuaskan, ia hanya berkata bahwa Ji Ui memang dipindahkan tidak untuk bertemu pasien. Hyang Mi hanya meminta Dokter Do Ji Ui taat saja pada arahan pemerintah.
2. Do Ji Ui hanya ditugaskan menemani gubernur wawancara

Alih-alih praktik menjadi dokter dan melayani pasien, Do Ji Ui dipanggil untuk berpindah tugas demi menemani Gubernur Ko Chang Mok (Kim Hae Gon) wawancara. Bahkan, rangakaian aktivitas Ji Ui menemani gubernur juga sudah diatur oleh staf di kantor. Do Ji Ui tak diberikan kesempatan untuk melakukan perlawanan apapun.
Lantaran terus menemani gubernur dalam sesi wawancara, Dokter Do Ji Ui tentu merasa lelah. Bahkan, ia juga dituntut untuk ikut dalam setiap perjamuan para pejabat. Akibatnya, kehidupan pribadinya juga ikut terganggu.
3. Wawancara bersama Ji Ui dijadikan alat politik oleh gubernur

Serangkaian wawancara yang dilakukan Do Ji Ui rupanya hanya menjadi alat politik gubernur. Ji Ui diminta untuk terus bercerita tentang kisah harunya menolong seorang pasien di tengah badai. Tujuannya, tak lain menguntungkan gubernur.
Gubernur rupanya memiliki sebuah proyek besar terkait penyediaan heliped. Ia memanfaatkan kisah haru Dokter Do Ji Ui untuk membuat masyarakat dan seluruh pihak mendukung proyek pengadaan heliped yang sedang direncanakannya. Hal ini yang lantas mendorong Dokter Do Ji Ui untuk bertindak keluar dari lingkaran politik itu.
4. Tidak ingin jauh dari Yuk Ha RI

Selain serangkaian alasan tersebut, Ji Ui juga sebenarnya tak ingin jauh dari kekasihnya Yuk Ha Ri (Shin Ye Eun). Sebagaimana diketahui bahwa ia dan Ha Ri baru resmi berpacaran beberapa waktu lalu. Tak heran, jika perpindahan tugasnya itu membuat Ji Ui merasa tak tenang.
Ia tak ingin meninggalkan Ha Ri sendirian. Terlebih dengan kondisi nenek hari yang sedang mengidap penyakit kanker stadium akhir. Do Ji Ui sangat ingin terus mendukung Ha Ri dan berada di sisinya.
Empat alasan itu yang menguatkan keyakinan dan keberanian Do Ji Ui untuk mengajukan permohonan pada gubernur. Uniknya, permohonan itu ia buat langsung saat sesi wawancara. Akibatnya, pemerintah setempat tak bisa lagi mengelak dan memaksa Ji Ui untuk dijadikan alat politik lagi dalam drakor Doctor on the Edge.


















