5 Isu Sosial Diusung Drakor Love In Sync, Ada Kesehatan Mental

Drama Korea Love In Sync tidak hanya menyajikan kisah romansa dan fantasi, tetapi juga mengangkat berbagai isu sosial yang dekat dengan kehidupan. Beragam persoalan tersebut diperlihatkan melalui pengalaman para karakter utama dalam menghadapi tekanan hidup. Hal ini membuat cerita terasa lebih relevan dan memiliki pesan yang dapat dipahami penonton.
Sejak awal penayangan, Love In Sync menampilkan konflik yang berkaitan dengan kesehatan mental, dunia hiburan, hingga hubungan keluarga. Setiap isu dikembangkan melalui alur cerita dan perjalanan karakter yang berbeda-beda. Berikut sejumlah isu sosial yang diangkat dalam drama Love In Sync.
1. Dampak pola asuh otoriter

Pola asuh otoriter diperlihatkan melalui hubungan Yoo Ji An dengan ibunya yang selalu menuntut kesempurnaan. Sejak kecil, Ji An dibesarkan di bawah aturan ketat tanpa diberi ruang untuk mengungkapkan perasaan atau keinginannya sendiri.
Tekanan tersebut membuatnya tumbuh dengan trauma dan kesulitan memahami emosi, baik emosi dirinya maupun orang lain. Melalui karakter Yoo Ji An, Love In Sync menunjukkan bahwa pola asuh yang terlalu menekan dapat berdampak pada kondisi psikologis hingga masa dewasa.
2. Standar kesempuraan di dunia hiburan

Love In Sync menyoroti besarnya tekanan untuk selalu tampil sempurna di dunia hiburan melalui karakter Yoo Ji An. Sebagai aktris populer, ia dituntut menjaga penampilan, citra, dan kualitas aktingnya agar tetap mendapat pengakuan publik. Tekanan tersebut membuatnya terus berusaha memenuhi ekspektasi banyak orang meski harus mengorbankan kondisi emosionalnya.
3. Perundungan di tempat kerja

Isu perundungan di tempat kerja juga disorot melalui skandal yang menyeret nama Yoo Ji An. Tuduhan bahwa ia memperlakukan staf dengan buruk memicu kecaman publik dan berdampak besar pada kariernya. Konflik ini menunjukkan bahwa perilaku tidak menghargai rekan kerja dapat menimbulkan konsekuensi serius, baik secara profesional maupun sosial.
4. Kesehatan mental

Kesehatan mental menjadi salah satu isu sosial yang paling menonjol dalam drama. Yoo Ji An mengalami trauma masa kecil yang memengaruhi cara berpikir, emosi, dan hubungannya dengan orang lain hingga dewasa. Sementara itu, Cha Eun Hwan harus menghadapi tekanan emosional akibat kemampuannya merasakan perasaan orang lain sebagai seorang konselor.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa setiap orang dapat menghadapi beban psikologis dengan penyebab yang berbeda. Melalui kisah kedua karakter ini, drama menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan mencari bantuan profesional ketika diperlukan.
5. Kurangnya empati dalam hubungan sosial

Love In Sync juga mengangkat isu kurangnya empati dalam hubungan sosial melalui karakter Yoo Ji An. Akibat trauma masa kecil, ia kesulitan memahami perasaan orang lain dan sering bersikap dingin terhadap orang di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat hubungan Ji An dengan rekan kerja maupun orang terdekat kerap dipenuhi kesalahpahaman dan konflik. Drama ini menunjukkan bahwa kemampuan memahami emosi orang lain menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat.
Melalui berbagai konflik yang dihadirkan, Love In Sync menyampaikan isu sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap persoalan juga memberikan gambaran tentang dampaknya terhadap kondisi psikologis dan hubungan antarmanusia. Hal tersebut membuat drama ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan pesan yang relevan bagi penonton.














![[QUIZ] Seberapa Serasi Kamu Sama Jimin BTS?](https://image.idntimes.com/post/20260708/upload_310935fed48a5e24df6cd7fd96cabad7_8b8274c9-e062-4223-968b-15464bea56ad.jpeg)
![[QUIZ] Apakah Kamu Pantas Jadi Pasangan Hidup Winwin?](https://image.idntimes.com/post/20260708/1000308565_2af39f33-a067-4a57-bdc8-df40fede551c.jpg)




