Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Premis Kasus Lee Woo Gyeom yang Mengguncang Bloody Flower

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (instagram.com/viumalaysia)

Kasus Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) menjadi pusat badai dalam drama Korea Bloody Flower, karena sejak awal cerita ia sudah ditempatkan sebagai sosok yang mustahil disederhanakan. Ia bukan hanya pelaku kejahatan, tetapi juga pemicu perdebatan besar tentang hidup, mati, dan batas moral manusia.

Melalui penanganan kasus ini, Bloody Flower menyusun konflik yang terus menekan penonton dengan pertanyaan yang tidak nyaman. Berikut ini lima premis utama dalam kasus Lee Woo Gyeom yang membuat ceritanya terasa gelap, provokatif, dan sulit ditebak sejak episode-episode awal.

1. Lee Woo Gyeom adalah seorang pembunuh berantai

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Lee Woo Gyeom diperkenalkan sebagai pembunuh berantai tanpa upaya untuk melembutkan citranya. Status ini langsung menempatkannya di posisi paling gelap dalam struktur cerita. Sejak namanya muncul, ancaman dan ketegangan sudah terasa nyata.

Namun, drama tidak menampilkannya sebagai sosok brutal yang penuh amarah. Woo Gyeom justru tenang, rapi, dan nyaris dingin dalam setiap interaksi. Kontras inilah yang membuat kehadirannya semakin mengganggu dan sulit dipahami.

2. Ia telah membunuh 17 orang

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Jumlah korban Lee Woo Gyeom tidak sedikit, yakni tujuh belas orang, dan angka ini menjadi beban moral yang terus dibawa cerita. Setiap korban menambah lapisan kesalahan yang tampaknya mustahil ditebus. Fakta ini membuat tuntutan hukuman mati terasa logis dan tak terhindarkan.

Namun, angka tersebut juga berfungsi sebagai alat tekanan naratif. Semakin besar jumlah korban, semakin keras benturan antara logika hukum dan klaim Woo Gyeom tentang tujuan mulianya. Drama dengan sengaja membuat penonton sulit bersikap netral.

3. Ditangkap saat mengoperasi pasien secara ilegal

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Penangkapan Lee Woo Gyeom terjadi dalam situasi yang ironis dan penuh simbol. Ia tertangkap saat sedang mengoperasi pasien secara ilegal di sebuah tempat praktik tersembunyi. Adegan ini memperlihatkan dua wajahnya dalam satu waktu, penyelamat dan penjahat.

Momen penangkapan ini menjadi titik balik penting dalam cerita. Aparat hukum melihatnya sebagai bukti kejahatan tambahan, sementara sebagian orang mulai mempertanyakan motif di balik tindakannya. Sejak saat itu, kasus ini tidak lagi hitam dan putih.

4. Berdalih sedang mengembangkan obat untuk penyakit sulit disembuhkan

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Lee Woo Gyeom membela diri dengan klaim bahwa seluruh tindakannya dilakukan demi mengembangkan obat untuk penyakit yang sulit disembuhkan. Ia menyebut dirinya bukan pembunuh, melainkan peneliti yang bergerak di luar sistem. Baginya, metode ekstrem adalah satu-satunya jalan menuju hasil.

Dalih ini mengubah dinamika kasus secara drastis. Hukum melihatnya sebagai pembenaran kejahatan, tetapi bagi sebagian karakter, klaim tersebut membuka celah harapan. Dari sinilah konflik utama Bloody Flower mulai berputar semakin liar.

5. Menganggap para korban tetap akan mati

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Argumen paling kontroversial Lee Woo Gyeom adalah keyakinannya bahwa para korban tetap akan mati, meski bukan oleh tangannya. Ia menganggap dirinya hanya mempercepat sesuatu yang tak terelakkan. Dalam logikanya, kematian mereka memiliki nilai guna.

Pandangan ini menjadi benturan moral paling keras dalam cerita. Drama tidak pernah sepenuhnya membenarkan atau menyangkal klaim tersebut, tetapi membiarkannya menggantung sebagai racun ideologis. Setiap karakter yang berhadapan dengan Woo Gyeom dipaksa memilih sikap terhadap keyakinan ini.

Lima premis kasus Lee Woo Gyeom menjadikan Bloody Flower lebih dari sekadar drama kriminal tentang pembunuh berantai, melainkan arena konflik ideologis yang terus berdenyut sepanjang cerita. Dengan membangun kasus yang penuh dalih, angka kematian, dan logika terbalik, Bloody Flower menegaskan bahwa sosok Lee Woo Gyeom adalah pusat badai yang membuat hukum, kemanusiaan, dan kebenaran saling bertabrakan tanpa jalan pulang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Korea

See More

5 Misteri Sosok Lee Woo Gyeom di Drama Korea Bloody Flower

07 Feb 2026, 11:51 WIBKorea