Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Alasan BPHP Dibutuhkan di Teach You A Lesson, Perbaiki Sistem!

7 Alasan BPHP Dibutuhkan di Teach You A Lesson, Perbaiki Sistem!
still cuts drama Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)
Intinya Sih
  • Drama Teach You a Lesson menyoroti BPHP sebagai lembaga kontroversial yang muncul karena sistem pendidikan gagal melindungi korban kekerasan dan perundungan di sekolah.
  • Kasus bullying, penyalahgunaan kekuasaan, hingga lemahnya aturan membuat guru dan siswa kehilangan perlindungan serta rasa aman dalam lingkungan belajar.
  • BPHP digambarkan bukan sekadar lembaga penghukum, tetapi simbol upaya memperbaiki sistem pendidikan agar kembali berpihak pada keadilan dan keamanan semua pihak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sejak awal kemunculannya di Teach You a Lesson (2026), Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) menjadi salah satu elemen yang paling menarik perhatian penonton. Di satu sisi, metode yang digunakan lembaga ini dianggap terlalu ekstrem. Namun di sisi lain, banyak orang justru merasa BPHP memang dibutuhkan karena berbagai masalah di lingkungan sekolah terus terjadi tanpa solusi yang jelas. 

Mulai dari perundungan, kekerasan, hingga penyalahgunaan narkoba, drama ini menunjukkan bagaimana sistem pendidikan yang ada sering kali gagal melindungi korban. Karena itulah, keberadaan BPHP dianggap penting untuk membantu memperbaiki berbagai masalah yang selama ini dibiarkan berlarut-larut. Berikut beberapa alasan mengapa BPHP dibutuhkan di Teach You a Lesson

1. Kasus perundungan terus terjadi dari tahun ke tahun, sementara banyak korban yang kesulitan mendapatkan perlindungan maupun keadilan yang layak

Seorang siswa berseragam abu-abu dengan luka di bibir duduk di kelas bersama murid lain dalam cuplikan drama Teach You a Lesson.
cuplikan drama Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

2. Pelaku bullying, kekerasan, hingga berbagai pelanggaran lainnya sering kali lolos dari konsekuensi yang setimpal atas perbuatan mereka

Seorang siswa berseragam abu-abu duduk di kelas sambil memegang pena dan membuka buku, dalam cuplikan drama Teach You a Lesson.
cuplikan drama Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

3. Berbagai masalah serius di sekolah kerap ditutupi atau diabaikan hanya karena melibatkan pihak-pihak berpengaruh

Dua karakter dalam drama Teach You a Lesson berdiri di ruangan penuh catatan di dinding sambil memegang beberapa lembar kertas.
still cuts drama Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

4. Keterbatasan aturan membuat guru perlahan kehilangan kewibawaan dan otoritasnya, sehingga semakin sulit menegakkan disiplin di lingkungan sekolah

Seorang pria berjas hitam memegang kerah jaket pria lain berambut pirang di sebuah ruangan dengan pencahayaan redup.
still cuts drama Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

5. Banyak guru dan siswa yang menjadi korban tekanan dari lingkungan sekitar, tetapi tidak memiliki pihak yang benar-benar berpihak kepada mereka

Seorang pria menatap layar dengan teks digital berbahasa Korea yang tampak melayang di depannya dalam adegan drama Teach You a Lesson.
cuplikan drama Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

6. Munculnya masalah baru seperti cyberbullying, judi online, dan penyalahgunaan teknologi yang belum mampu ditangani dengan baik oleh sistem yang ada

Seorang pria mengenakan jaket merah muda duduk di depan dua monitor komputer di ruang kerja yang dipenuhi peralatan dan kotak penyimpanan.
still cuts drama Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

7. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar perlahan berubah menjadi ruang yang tidak aman bagi siswa maupun tenaga pendidik

Sekelompok siswa laki-laki dengan ekspresi terkejut dan penasaran berdiri bersama di dalam ruangan dalam adegan drama Teach You a Lesson.
still cuts drama Teach You a Lesson (dok. Netflix/Teach You a Lesson)

Melalui berbagai kasus yang ditampilkan, Teach You a Lesson memperlihatkan bahwa BPHP bukan cuma lembaga yang bertugas menghukum pelaku. Kehadiran mereka juga menjadi simbol dari upaya memperbaiki sistem pendidikan yang dianggap sudah tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Meski metode yang digunakan terus menuai perdebatan, drama ini menunjukkan bahwa alasan utama dibentuknya BPHP bukanlah untuk menciptakan ketakutan, melainkan mengembalikan rasa aman bagi mereka yang selama ini tidak mendapatkan perlindungan yang semestinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More