7 Culture Shock Si Yeol Ketika Main di Divisi 4 di No Tail To Tell

Kang Si Yeol (Lomon) di No Tail To Tell (2026) awalnya dikenal sebagai pemain sepak bola kelas dunia. Namun, akibat permintaan cerobohnya pada Eun Ho (Kim Hye Yoon), takdir Si Yeol mendadak bertukar dengan sahabatnya, Hyeon Woo Seok. Dari yang terbiasa bermain di liga elite, Si Yeol kini harus menjalani hidup sebagai pemain divisi 4, level terendah yang jauh dari gemerlap dunia sepak bola profesional.
Berada di divisi yang sangat berbeda dari kehidupannya dulu, Si Yeol pun mengalami berbagai hal baru yang bikin kaget sekaligus miris. Berikut tujuh culture shock yang dialami Si Yeol saat terjun ke divisi 4.
1. Para pemain tidak menerima gaji bulanan tetap, melainkan dibayar per pertandingan yang mereka mainkan

2. Setiap laga, pemain aktif hanya mendapat 50 ribu won, dan tambahan 350 ribu won jika berhasil menang

3. Ironisnya, tim hampir gak pernah menang, sehingga pemain cuma menerima bayaran minimum, sementara pemain cadangan bahkan tak digaji sama sekali

4. Banyak pemain terpaksa punya pekerjaan sampingan, membuat waktu mereka terbagi antara bekerja dan latihan sepak bola

5. Karena reputasi tim yang buruk, mereka nyaris tak pernah mendapat jadwal pertandingan resmi, dalam setahun bisa dihitung dengan jari

6. Alih-alih bertanding resmi, tim lebih sering melakukan laga latihan tanpa bayaran sama sekali

7. Saking buruknya performa tim, hasil imbang saja sudah dianggap pencapaian besar karena biasanya mereka selalu kalah telak

Deretan culture shock ini memperlihatkan betapa jauhnya jarak antara dunia sepak bola elite dan realitas pahit di divisi bawah. Bagi Si Yeol, bermain di divisi 4 bukan cuma soal menurunkan level karier, tapi juga membuka matanya pada kerasnya perjuangan pemain-pemain yang selama ini tak pernah mendapat sorotan. Dari sinilah, perjalanan Si Yeol benar-benar dimulai dari nol, bukan sebagai bintang, melainkan sebagai pemain yang harus bertahan hidup.


















