Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Efek Buruk Keserakahan yang Ditegaskan dalam The East Palace

7 Efek Buruk Keserakahan yang Ditegaskan dalam The East Palace
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)
Intinya Sih
  • Saeng Gang mengungkap rahasia kematian para pangeran 30 tahun lalu, termasuk keterlibatan ayah dan neneknya dalam kehancuran regenerasi kerajaan.
  • Ketamakan akan takhta membutakan raja dan ibunya hingga menyingkirkan keturunan raja lain, memakai kebohongan serta kekuasaan demi kepentingan pribadi.
  • Kejahatan yang lahir dari keserakahan memicu pengkhianatan, rasa bersalah, dan kehancuran bagi pelaku maupun keluarga, sementara masa lalu menuntut pertanggungjawaban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Drakor The East Palace mengisahkan tentang kutukan arwah pendendam pada keturunan raja. Tokoh utama Saeng Gang (Roh Yoon Seo) pulang ke kerajaan demi membantu seorang dukun dalam memberantas para arwah pendendam.

Setelah melakukan tugasnya mendampingi dukun, ia pun akhirnya tahu rahasia yang tersembunyi di kerajaan, yakni tentang kebenaran dari meninggalnya para pangeran di masa lalu, 30 tahun yang lalu. Ia pun mengetahui bahwa ayah dan neneknya adalah sosok di balik kehancuran regenerasi kerajaan karena dilatar belakangi oleh keserakahan. Berikut ini deretan akibat dari keserakahan di The East Palace!

1. Keserakahan dapat membutakan mata dan nurani sehingga mengubah kepribadian menjadi jahat dan tega menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan

Still cut drama Korea The East Palace produksi Netflix yang menampilkan cuplikan adegan dari serial tersebut.
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

2. Siapa pun yang serakah dan berbuat zalim demi harta kekuasaan, ia akan menghancurkan kehidupannya sendiri. Keserakahan justru awal dari kehancuran

Potongan adegan drama Korea The East Palace dalam materi promosi resmi yang didistribusikan oleh Netflix.
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

3. Keserakahan menciptakan kebohongan yang terus bertambah setiap waktu demi menutupi kesalahan dan ambisi besar untuk menguasai harta dan takhta

Potongan adegan drama Korea The East Palace dalam materi promosi resmi yang dirilis Netflix untuk serial tersebut.
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

4. Jika ketamakan telah berlalu lama, masa lalu akan meminta pertanggung jawaban di masa kini dan harus membayarnya bahkan dengan nyawa sekalipun

Still cut drama Korea The East Palace produksi Netflix yang menampilkan adegan dalam kisah berlatar istana.
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

5. Keserakahan membuat sebagian tokoh menggunakan jabatan dan pengaruhnya untuk mempertahankan kepentingan pribadi, bukan untuk melindungi rakyat

Potongan adegan drama Korea The East Palace dari Netflix, sebagaimana tercantum dalam keterangan gambar.
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

6. Ketika seseorang lebih mengutamakan keuntungan pribadi daripada kejujuran, maka akan muncul curiga dan rasa sukar percaya yang berujung berkhianat

Potongan adegan drama Korea The East Palace dari Netflix yang menampilkan suasana cerita dalam serial tersebut.
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

7. Hilangnya kedamaian diri sendiri karena dihantui bermacam perasaan bersalah karena telah tega melakukan segala cara demi menggapai keserakahannya

Still cut drama Korea The East Palace produksi Netflix yang memperlihatkan salah satu adegan dalam serial.
still cut drakor The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

Keserakahan di drakor The East Palace digambarkan sebagai sumber dari segala kehancuran, baik bagi pelaku yang tamak maupun bagi orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarganya. Keserakahan akan takhta dan kekuasaan membutakan hati dan nurani sehingga tega melakukan segala hal demi mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam kisah drakor The East Palace, sang raja dan ibunya merupakan dalang dari semua konflik berat. Mereka dikuasai ketamakan dan keserakahan akan kekuasaan dan takhta. Mereka merasa harus menguasai kerajaan sepenuhnya dengan menghilangkan dan menyingkirkan keturunan raja yang lain. Alhasil, kejahatan masa lalu mereka datang kembali menuntut pertanggung jawaban.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More