Begitu beranjak dewasa, ia ingin membalaskan dendam atas kematian ibunya yang selama ini ia selidiki sendiri. Di sisi lain, Saeng Gang mengalami berbagai penderitaan hidup yang menyakitkan. Hidup sendirian tanpa kasih sayang ibu dan ayah membuat sosok putri raja ini tangguh di tengah cobaan hidupnya. Nah, berikut ini deretan kemalangan yang dialami Saeng Gang!
7 Kepahitan Hidup yang Dirasakan Saeng Gang di The East Palace

- Saeng Gang, putri raja yang memiliki kemampuan mendengar makhluk halus, dikucilkan keluarga kerajaan dan diasingkan bersama ibunya jauh dari istana.
- Ibunya dibunuh dengan racun saat pengasingan, membuat Saeng Gang tumbuh sendirian dan kembali ke istana dengan menyamar sebagai dayang karena ditolak ibu suri.
- Saeng Gang mengetahui nenek kandungnya membunuh ibunya serta orang tuanya mendalangi kematian para pangeran, sementara ia terus hidup dalam ketakutan terhadap keluarganya.
Karakter Saeng Gang di drakor The East Palace diperankan oleh aktris muda Roh Yoon Seo. Saeng Gang adalah putri raja yang hidup di luar kerajaan karena ia gak berani tinggal menetap di dalam istana. Ia satu-satunya anak perempuan raja yang gak diinginkan oleh keluarga kerajaan.
1. Saeng Gang dikucilkan oleh ayah dan keluarganya sendiri di istana hanya karena ia memiliki kemampuan supranatural, bisa mendengar makhluk halus

2. Meski masih kecil dan masih butuh perlindungan ayah, Saeng Gang dan ibunya diasingkan jauh dari istana hanya karena sang ibu tahu kebusukan istana

3. Satu-satunya sandaran bagi Saeng Gang adalah ibunya. Gak lama berselang setelah diasingkan, ibu Saeng Gang dibunuh dengan racun di pengasingan

4. Saeng Gang tumbuh besar di pengasingan. Saat ia kembali ke istana, ia harus menyamar sebagai dayang pembantu karena kehadirannya ditolak ibu suri

5. Saeng Gang menderita karena mengetahui ternyata pembunuh ibunya bukanlah ibu suri, melainkan nenek kandungnya yang telah merawatnya selama ini

6. Ia hidup dalam ketakutan sejak kecil. Ia merasa sangat gak nyaman dan gak aman, takut dibunuh oleh keluarga kerajaan, termasuk oleh ayahnya sendiri

7. Begitu pedih, Saeng Gang serahkan hidupnya pada arwah karena mengetahui kematian para pangeran 30 tahun sebelumnya didalangi oleh ayah dan ibunya

Saeng Gang gak hanya berani mengambil keputusan, tetapi juga bijak dalam bertindak. Semua itu karena segala kemalangan dan penderitaan yang ia alami sukses menimpanya tumbuh menjadi sosok perempuan yang tangguh.
Di saat anak raja yang lain hidup mewah dan penuh kasih sayang di istana, Saeng Gang harus merasakan hidup dalam pengasingan. Tanpa banyak mengeluh, ia menjalani itu semua dan bangkit kembali menata hidup lebih baik hingga ia bertemu dengan seorang dukun di istana yang akan membawa hidupnya dalam kebahagiaan.




















