7 Luka Emosional Kang Du Jun di Positively Yours, Trauma Mendalam!

Kang Du Jun (Choi Jin Hyuk) di Positively Yours (2026) dikenal sebagai CEO baru Taehan Liquor yang datang dari keluarga konglomerat. Dengan citra cool, tenang, dan berwibawa, Du Jun terlihat seperti sosok yang hidupnya serba sempurna. Namun, di balik kehidupan glamor dan posisi prestisiusnya, tersimpan luka emosional yang tak pernah benar-benar sembuh.
Trauma masa lalu membuat Du Jun kesulitan hidup dengan tenang. Rasa bersalah yang terus ia pikul memengaruhi caranya memandang hidup, hubungan, bahkan dirinya sendiri. Berikut ini beberapa luka emosional yang membentuk Kang Du Jun menjadi pribadi seperti yang kita lihat di Positively Yours.
1. Kang Du Jun kehilangan kakak laki-lakinya saat masih remaja, ketika sang kakak berusaha menyelamatkannya dalam sebuah pendakian

2. Kejadian tragis itu tak hanya merenggut kakaknya, tetapi juga membuat keponakannya kehilangan sosok ayah di usia yang masih sangat kecil

3. Kakak iparnya, Han Jeong Eum, menyimpan kebencian pada Du Jun karena menganggapnya sebagai penyebab kematian sang suami

4. Musibah tersebut membuat Du Jun hidup dengan rasa bersalah yang terus menghantui dan trauma mendalam yang tak pernah ia ungkapkan

5. Setiap kali berjabat tangan dengan orang lain, Du Jun teringat momen saat genggaman tangannya terlepas dari tangan sang kakak di tepi tebing

6. Ia kerap mengalami insomnia dan mimpi buruk tentang kejadian tersebut, membuatnya jarang merasakan tidur yang benar-benar nyenyak

7. Untuk menekan luka batinnya, Du Jun mengalihkan seluruh fokus pada pekerjaan dan menutup diri dari kehidupan pribadi, termasuk soal cinta

Luka emosional inilah yang menjadi fondasi karakter Kang Du Jun di Positively Yours. Trauma masa lalu tak hanya membentuk kepribadiannya yang dingin dan tertutup, tetapi juga menjelaskan alasan di balik keputusannya menjauh dari hubungan personal. Tapi, justru karena beban inilah, perjalanan emosional Du Jun terasa semakin kuat dan menyentuh, terutama ketika kehadiran seseorang perlahan memaksanya menghadapi luka yang selama ini ia pendam.


















