Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Workplace Abuse yang Dialami Joo Yi Jae di Dream to You

7 Workplace Abuse yang Dialami Joo Yi Jae di Dream to You
Still cut Dream to You (dok.ENA/Dream to You)
Intinya Sih
  • Joo Yi Jae menghadapi sistem kerja tidak transparan, termasuk hak finansial yang ditahan dan perlindungan kerja yang tidak sesuai kontrak.
  • Sebagai reporter, Yi Jae dipaksa menjalankan tugas di luar pekerjaan, dibebani pekerjaan tambahan, serta kehilangan kredit atas hasil suntingan dan materi siarannya.
  • Produser mengeksploitasi hubungan Yi Jae demi wawancara dan rating; setelah dianggap tak menguntungkan, ia dipecat sepihak tanpa kejelasan penyelesaian hak hingga dibela Woo Soo Bin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Drama Dream to You tidak hanya mengangkat kisah romansa, tetapi juga menampilkan berbagai tantangan yang dihadapi para tokohnya di dunia kerja. Salah satu karakter yang mengalami tekanan di lingkungan kerja adalah Joo Yi Jae (Lee Hye Ri) setelah berkarier sebagai reporter televisi. Berbagai perlakuan yang diterimanya menjadi bagian penting dalam perkembangan cerita.

Sebagai reporter, Joo Yi Jae harus menghadapi tekanan dari atasan, tuntutan pekerjaan, dan situasi yang tidak selalu berpihak kepadanya. Kondisi tersebut membuatnya beberapa kali mengalami perlakuan yang dapat dikategorikan sebagai workplace abuse atau kekerasan di tempat kerja. Berikut sejumlah bentuk workplace abuse yang dialami Joo Yi Jae dalam Dream to You.

1. Joo Yi Jae bekerja dengan sistem yang tidak transparan. Hak finansialnya ditahan dan ia tidak memperoleh perlindungan kerja sesuai kontrak yang seharusnya diterima

Potongan adegan drama Korea Dream to You, serial produksi ENA, dalam materi promosi resmi yang dirilis.
Still cut Dream to You (dok.ENA/Dream to You)

2. Meski berprofesi sebagai reporter, Yi Jae sering dipaksa mengerjakan tugas di luar job desk, termasuk menjadi sopir pengganti dan pesuruh untuk atasannya

Potongan adegan serial Dream to You produksi ENA, diambil dari materi promosi resmi drama yang dirilis.
Still cut Dream to You (dok.ENA/Dream to You)

3. Yi Jae juga dipaksa menghadiri rapat maupun agenda di luar pekerjaannya hanya demi memenuhi kebutuhan tim produksi tanpa mempertimbangkan bebannya

Potongan adegan dari drama Dream to You dalam materi promosi resmi yang didokumentasikan oleh kanal ENA.
Still cut Dream to You (dok.ENA/Dream to You)

4. Hasil kerja Yi Jae dalam menyunting video dan menyiapkan materi siaran kerap diambil alih oleh senior tanpa memberikan kredit atas kontribusinya

Potongan adegan resmi berjudul Dream to You dalam dokumentasi materi promosi yang dirilis oleh ENA.
Still cut Dream to You (dok.ENA/Dream to You)

5. Joo Yi Jae dibebani berbagai tugas tambahan di luar tanggung jawab utamanya sebagai reporter sehingga beban kerjanya meningkat tanpa kejelasan kompensasi

Potongan gambar promosi serial Dream to You dari ENA, menampilkan adegan dalam materi resmi drama tersebut.
Still cut Dream to You (dok.ENA/Dream to You)

6. Produser Kyung Sun Young mengeksploitasi hubungan Yi Jae dengan Woo Soo Bin demi memperoleh wawancara eksklusif dan meningkatkan rating program

Potongan adegan dari drama Korea Dream to You dalam materi dokumentasi resmi yang dikreditkan kepada ENA dan serial.
Still cut Dream to You (dok.ENA/Dream to You)

7. Setelah dianggap tidak lagi menguntungkan, Yi Jae mengalami pemecatan sepihak tanpa penyelesaian hak yang jelas hingga akhirnya Woo Soo Bin membelanya

Potongan gambar Dream to You dari ENA, tercantum sebagai still cut dalam materi visual publikasi karya tersebut.
Still cut Dream to You (dok.ENA/Dream to You)

Berbagai perlakuan yang diterima Joo Yi Jae menunjukkan bahwa workplace abuse dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari eksploitasi pekerjaan hingga pelanggaran hak karyawan. Pengalaman tersebut memperlihatkan besarnya tekanan yang harus dihadapi Yi Jae sebagai pekerja di industri penyiaran. Melalui kisah ini, Dream to You juga menyoroti pentingnya lingkungan kerja yang adil dan menghargai hak setiap pekerja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More