Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Cara Kerja Aplikasi Girigo di If Wishes Could Kill, Menyiapkan Saju

8 Cara Kerja Aplikasi Girigo di If Wishes Could Kill, Menyiapkan Saju
Still cut If Wishes Could Kill (dok.Netflix/If Wishes Could Kill)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Drama Korea If Wishes Could Kill menampilkan aplikasi misterius bernama Girigo yang bisa mengabulkan keinginan pengguna dengan konsekuensi berbahaya.
  • Girigo memproses permintaan melalui data saju dan video, lalu memberi hitungan mundur 24 jam sebelum konsekuensi muncul.
  • Setiap keinginan yang dikabulkan membawa ancaman kematian dan tidak dapat dibatalkan, menciptakan konflik serta ketegangan antar karakter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Drama Korea If Wishes Could Kill menghadirkan konsep unik melalui aplikasi misterius bernama Girigo. Aplikasi ini menjadi pusat cerita karena mampu mengabulkan keinginan para penggunanya. Namun, setiap keinginan yang terkabul selalu disertai konsekuensi berbahaya.

Cara kerja Girigo menjadi salah satu hal yang paling menarik untuk dipahami. Setiap aturan dalam aplikasi ini memiliki dampak langsung pada kehidupan karakter. Berikut penjelasan tentang cara kerja aplikasi Girigo di If Wishes Could Kill.

1. Girigo bekerja dengan cara mengabulkan keinginan pengguna setelah mereka memasukkan permintaan melalui aplikasi tersebut dalam dalam waktu yang singkat

Seorang pria muda mengenakan kaus kuning dengan gambar tengkorak memegang ponsel dan menatap seseorang di depannya dengan ekspresi terkejut.
Still cut If Wishes Could Kill (dok.Netflix/If Wishes Could Kill)

2. Pengguna perlu menuliskan saju yang berisi nama lengkap dan tanggal lahir. Data ini menjadi identitas utama yang digunakan aplikasi untuk memproses permintaan

Dua orang muda berpose untuk swafoto, salah satunya memegang kertas bertuliskan tanggal dan nama dalam adegan serial If Wishes Could Kill.
Still cut If Wishes Could Kill (dok.Netflix/If Wishes Could Kill)

3. Video yang direkam akan menjadi syarat utama agar permintaan bisa diterima. Tanpa video tersebut, sistem Girigo tidak akan memproses keinginan

Seorang perempuan berambut pendek mengenakan pakaian rumah sakit memegang ponsel dan selembar kertas di lorong rumah sakit.
Still cut If Wishes Could Kill (dok.Netflix/If Wishes Could Kill)

4. Setelah keinginan dikabulkan, sistem akan memunculkan hitungan mundur sebagai tanda bahwa konsekuensi dari permintaan tersebut segera terjadi

Seorang siswa berseragam putih menatap serius ke layar ponsel di tangannya, sementara temannya di sampingnya memperhatikan dengan cermat.
Still cut If Wishes Could Kill (instagram.com/netflixkr)

5. Waktu death timer berjalan mundur dalam 24 jam. Dalam kurun waktu ini, pengguna akan digangggu roh jahat secara psikologis

Seorang siswa berseragam sekolah duduk di dalam ruangan dengan ekspresi serius, sementara seseorang di depannya memegang ponsel.
Still cut If Wishes Could Kill (instagram.com/netflixkr)

6. Biasanya gangguan tersebut berupa telepon dari orang terdekat yang menjelek-jelekan pengguna Girigo atau menyasar kelemahan mereka

Seorang siswi berseragam putih duduk di kelas dekat jendela sambil memegang ponsel dan tersenyum ke arah layar.
Still cut If Wishes Could Kill (instagram.com/netflixkr)

7. Konsekuensi dari setiap keinginan yang terwujud berupa ancaman kematian yang tidak bisa dihindari oleh pengguna dalam kondisi tertentu

Seorang wanita dengan wajah ketakutan memegang ponsel berlumur darah di tangan, berdiri di dekat pintu kaca dalam suasana gelap.
Still cut If Wishes Could Kill (instagram.com/netflixkr)

8. Pengguna tidak dapat membatalkan keinginan yang sudah dibuat, sehingga setiap keputusan tetap akan berdampak pada kematian sampai kutukan tersebut berhasil dicabut

Seorang siswi berseragam sekolah tampak tegang saat berhadapan dengan seorang siswa di koridor sekolah dalam adegan If Wishes Could Kill.
Still cut If Wishes Could Kill (dok.Netflix/If Wishes Could Kill)

Cara kerja aplikasi Girigo yang telah terkena kutukan membuat setiap keinginan pengguna memiliki proses dan konsekuensi yang tidak sederhana. Aturan yang jelas namun berbahaya membuat pengguna harus menghadapi dampak yang tidak bisa dihindari. Hal ini memperkuat konflik dalam drama If Wishes Could Kill karena setiap keputusan selalu membawa risiko besar bagi para karakter. Hal ini juga yang menyebabkan krisis kepercayaan satu sama lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Inaf Mei
EditorInaf Mei
Follow Us

Related Articles

See More