Bisakah BPHP di Teach You A Lesson Dibentuk di Dunia Nyata?

Drama Teach You a Lesson menyoroti pembentukan BPHP, lembaga fiktif yang muncul akibat kegagalan sistem pendidikan Korea Selatan dalam melindungi korban dan menyelesaikan masalah di sekolah.
BPHP digambarkan memiliki metode ekstrem dan kewenangan luas, seperti turun langsung ke lapangan hingga menghukum pelaku, yang membuatnya kontroversial tapi dianggap efektif oleh sebagian penonton.
Jika diterapkan di dunia nyata, konsep BPHP mungkin hanya berfokus pada investigasi dan perlindungan korban dengan wewenang terbatas agar tetap sesuai hukum serta mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Baru tayang pada 5 Juni lalu, Teach You a Lesson (2026) langsung mencuri perhatian berkat premisnya yang unik sekaligus kontroversial. Drama ini mengisahkan pembentukan Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP), sebuah lembaga khusus yang dibentuk setelah sistem pendidikan Korea Selatan dianggap gagal melindungi korban dan menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di sekolah.
Sejak kemunculannya, BPHP terus menuai pro dan kontra. Di satu sisi, metode mereka dianggap terlalu ekstrem karena masih melibatkan kekerasan sebagai bentuk hukuman. Namun di sisi lain, banyak pula yang mendukung keberadaan lembaga ini karena dinilai mampu menyelesaikan masalah yang selama ini gagal ditangani oleh sistem yang ada.
Menariknya, berbagai kasus yang diangkat dalam drama ini terasa cukup dekat dengan realita, mulai dari bullying, hoaks, hingga penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Hal inilah yang membuat banyak penonton mulai bertanya-tanya, bagaimana jika lembaga seperti BPHP benar-benar ada di dunia nyata? Apakah keberadaannya bisa menjadi solusi, atau justru memunculkan masalah baru? Yuk, kita bahas!
1. Konsep lengbaga pengawas pendidikan sebenarnya bukan hal baru

Kalau melihat fungsi dasarnya, keberadaan BPHP sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil. Di berbagai negara sudah ada lembaga yang bertugas menerima aduan, melindungi korban, hingga menyelidiki kasus yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Meski begitu, BPHP dalam drama memiliki cara kerja yang jauh lebih agresif dibanding lembaga serupa di dunia nyata. Mereka tidak hanya menyelidiki kasus, tetapi juga turun langsung ke lapangan dan terlibat dalam proses penyelesaian masalah. Nah, bagian inilah yang membuat BPHP terasa unik sekaligus kontroversial.
2. BPHP lahir karena sistem pendidikan dianggap gagal melindungi korban

Dalam Teach You a Lesson, pembentukan BPHP bukan terjadi tanpa alasan. Lembaga ini muncul setelah berbagai kasus seperti bullying, kekerasan, narkoba, fitnah, hingga penyebaran hoaks terus terjadi di lingkungan sekolah. Yang menjadi masalah, banyak kasus tersebut tidak pernah benar-benar selesai karena terbentur aturan, birokrasi, atau celah hukum yang ada. Akibatnya, korban sering kali tidak mendapatkan perlindungan yang layak.
Kondisi inilah yang membuat sebagian penonton merasa keberadaan BPHP masuk akal. Ketika sistem yang ada dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah, muncul keinginan akan sebuah lembaga yang bisa bertindak lebih cepat dan lebih tegas dalam membantu korban.
3. Wewenang BPHP dalam drama terlalu besar untuk diterapkan di dunia nyata

Meski konsepnya cukup realistis, kewenangan yang dimiliki BPHP mungkin akan sulit diterapkan di dunia nyata. Mulai dari mengambil alih sekolah, menyamar sebagai siswa, hingga memberikan hukuman langsung kepada pelaku.
Nah, bagian inilah yang kemungkinan besar akan sulit diterapkan di dunia nyata. Dalam sistem hukum modern, kewenangan seperti itu biasanya dibagi ke banyak lembaga berbeda agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan dan tetap menghormati hak setiap individu. Karena itu, jika BPHP benar-benar ada, kemungkinan besar kewenangannya tidak akan seluas yang ditampilkan dalam drama.
4. Meski kontroversial, BPHP memberikan rasa keadilan yang dicari korban

Salah satu alasan mengapa banyak penonton mendukung BPHP adalah karena mereka bergerak cepat dan berani berpihak kepada korban. Ketika sistem yang ada dianggap lambat atau tidak efektif, kehadiran BPHP memberikan rasa puas karena pelaku akhirnya mendapatkan konsekuensi atas perbuatannya.
Selain itu, BPHP juga bergerak jauh lebih cepat dibanding prosedur yang biasanya ditampilkan dalam kasus-kasus serupa. Hal inilah yang membuat banyak penonton merasa puas, meskipun mereka sadar metode yang digunakan BPHP tidak selalu bisa dibenarkan.
5. Jika benar-benar dibentuk, BPHP kemungkinan hadir dalam versi yang lebih terbatas

Jika suatu hari ada lembaga yang terinspirasi dari BPHP, kemungkinan besar bentuknya akan jauh berbeda dari yang ditampilkan dalam drama. Fokus utamanya mungkin berada pada investigasi, perlindungan korban, dan pengawasan terhadap sekolah yang bermasalah.
Alih-alih menghukum pelaku secara langsung, lembaga tersebut kemungkinan hanya bertugas mengumpulkan bukti, memberikan rekomendasi, dan memastikan setiap kasus ditangani dengan benar. Dengan kata lain, konsepnya mungkin tetap ada, tetapi kewenangannya akan jauh lebih terbatas dibanding versi dramanya.
Pada akhirnya, konsep BPHP sebenarnya cukup realistis jika dilihat dari fungsi dasarnya sebagai lembaga perlindungan pendidikan. Namun, kewenangan besar yang dimiliki BPHP dalam Teach You a Lesson tentu akan sulit diterapkan di dunia nyata karena berbenturan dengan berbagai aturan hukum yang berlaku.
Menariknya, drama ini sebenarnya sudah memberikan jawaban atas polemik tersebut. Keberadaan BPHP bukan sekadar tentang membentuk lembaga baru, melainkan kritik terhadap sistem yang dianggap gagal menjalankan fungsinya. Sebab jika sistem pendidikan benar-benar mampu melindungi korban dan menyelesaikan masalah yang ada, mungkin BPHP tidak perlu dibentuk sejak awal. Nah, menurut kamu sendiri, kalau lembaga seperti BPHP ada dunia nyata, bakal menjadi solusi atau justru menimbulkan masalah baru?














![[QUIZ] Kasih Tahu Level Emosimu, Mirip Siapakah Kamu di BPHP Teach You A Lesson?](https://image.idntimes.com/post/20260610/upload_05b857ba9cf9344f1ab6aa443476c4aa_c55330c9-2324-4a60-a4cc-f4d17830f3ed.jpg)



