Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Bukti Do Ji Ui Jadi Korban Politik di Doctor on the Edge, Sistemik?

4 Bukti Do Ji Ui Jadi Korban Politik di Doctor on the Edge, Sistemik?
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)
Intinya Sih
  • Do Ji Ui awalnya dipuji karena menyelamatkan kepala desa, tapi kemudian dijadikan alat politik gubernur dan disalahkan atas kesalahan diagnosis akibat fasilitas medis terbatas.
  • Kematian pilot dan tenaga medis dalam kecelakaan helikopter membuat Do Ji Ui semakin disudutkan, padahal penyebab utamanya adalah kondisi darurat dan infrastruktur yang buruk.
  • Rekam medis pribadi Do Ji Ui disebarkan media, merusak reputasinya sebagai dokter sekaligus menutupi tanggung jawab pemerintah terhadap sistem kesehatan di kepulauan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sejak awal kehadirannya, Do Ji Ui (Lee Jae Wook) mencuri perhatian gubernur setempat dalam aksinya menyelamatkan salah satu penduduk Desa Pyeondong-do di drakor Doctor on the Edge (2026). Dalam kasus ini, Ji Ui menyelamatkan kepala desa saat terserang serangan jantung. Saat itu, dia sadar jika kepala desa membutuhkan waktu yang singkat agar bisa selamat dalam penanganan.

Do Ji Ui memanggil tim penyelamat dan mereka menurunkan helikopter untuk membawa kepala desa ke rumah sakit di pusat kota dengan sangat cepat. Kasus ini menjadi perhatian gubernur untuk menaikkan kredibilitasnya di mata publik. Sayangnya, kredibilitas Do Ji Ui semakin dipertanyakan publik setelah kasus beruntun yang menimpa pasien di Desa Pyeondong-do.

Namun, rekan kerjanya yang lain sadar jika Do Ji Ui hanya korban politik pemerintah sekitar. Lalu, apa saja bukti jika Do Ji Ui jadi korban politik di drakor Doctor on the Edge?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Fokus membahas kesalahan diagnosis

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Setelah keberhasilannya menyelamatkan kepala desa, Do Ji Ui semakin dikenal luas dengan langkah beraninya melawan politik gubernur dengan menggunakan namanya. Do Ji Ui sadar jika digunakan sebagai sosok pendongkrak nama besar gubernur dalam pemilu kedepan. Namun, dia berani menolak tawaran ini dengan meminta dikembalikan ke Pyeondong-do agar bisa merawat pasien dan bertugas layaknya dokter sebenarnya.

Suatu hari, pasien mengeluhkan sakit perut bawah yang sangat menusuk. Do Ji Ui merasa jika rasa sakitnya ini bisa jadi radang usus buntu. Sayangnya, dia gak bisa memeriksa lebih jauh karena minimnya alat pemeriksaan di puskesmas. Mengingat puskesmas mereka gak punya USG maupun rontgen karena permintaan mereka terus diabaikan.

Media jelas gak menunjukkan dan menulis kenyataan yang dihadapi oleh nakes di kepulauan. Mereka malah membahas kesalahan diagnosis yang dilakukan Do Ji Ui pada pasien tersebut.

2. Menanggung beban tanggung jawab kematian pilot

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Kejadian ini menjadi semakin rumit karena, saat akan dilarikan ke rumah sakit besar, kapal medis darurat gak bisa melaju ke Pyeondong-do karena ombak yang kencang. Pada akhirnya, mereka mengirim sebuah helikopter untuk menjemput pasien.

Sayangnya, helikopter tersebut gagal mendarat dan meledak hingga pilot dan seluruh tenaga medis di dalamnya meninggal dunia. Kenyataan semakin rumit setelah mengetahui jika Do Ji Ui salah mendiagnosis kondisi darurat pasien tersebut. Namun, keluarga korban malah melampiaskan rasa kesalnya pada Do Ji Ui yang saat itu juga sangat terpukul karena mengingat kejadian traumatis lagi.

3. Lapangan landas helikopter ternyata gak ada lampu

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Setelah misi penyelamatan Do Ji Ui viral, gubernur langsung mengarahkan tenaga dan biaya untuk renovasi lapangan landas helikopter beberapa desa di kepulauan tersebut. Sejak awal masa renovasi, banyak pekerja lapangan yang merasa jika waktu yang diberikan untuk menyelesaikan proyek ini sangat terbatas. Gak hanya itu, renovasi ini juga memakan banyak korban luka berat hingga ringan setiap harinya. 

Setelah ditelusuri, banyak nakes yang bekerja di puskesmas juga mengaku jika banyak pilot dan helikopter gagal mendarat karena minimnya lampu penerangan. Bahkan dari belasan landasan yang direnovasi, hanya 3 yang sudah dipasangi lampu. Dengan kondisi ini, jelas bukan kelalaian Do Ji Ui atas meninggalnya pilot dan tenaga medis di helikopter tersebut.

4. Rekam medisnya dipublikasikan

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Setelah mengetahui fakta ini, rekan kerja di puskesmas Pyeondong-do, Hyun Chi Yeon (Hong Min Gi), berusaha membantu Do Ji Ui dengan mengabari situasi sebenarnya di lapangan. Dia bahkan menghubungi media untuk mau menuliskan fakta tersebut. Sayangnya, artikel yang diterbitkan malah memuat rekam medis Do Ji Ui yang selama ini mendapatkan penanganan psikiater.

Dalam media tersebut juga menyebutkan bahwa Do Ji Ui telah menjalani pengobatan dan mengonsumsi obat selama 10 tahun kebelakang. Dengan situasi ini, kredibilitas Do Ji Ui sebagai dokter pada akhirnya juga harus dipertanyakan. 

Situasi ini jelas merugikan Do Ji Ui secara personal. Bahkan, publik pun gak menanyakan peran pemerintah dalam kasus ini. Apakah kamu setuju jika Do Ji Ui jadi korban politik karena kesalahan sistemik pemerintah di drakor Doctor on the Edge?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa

Related Articles

See More