4 Cara Do Gyeong Menguak Fakta di Balik Surat Wasiat di Phantom Lawyer

Yang Do Gyeong membuktikan surat wasiat Kang Dong Sik palsu lewat analisis tinta Napoleon yang baru diproduksi tahun 2022, berbeda dari tanggal surat yang tertulis, yaitu 2019.
Analisis medis menunjukkan Kang Dong Sik sudah parah mengidap Alzheimer pada 2022, memperkuat dugaan bahwa ia tak mungkin menulis surat wasiat tersebut sendiri.
Kemiripan tata bahasa dan motif pribadi Chae Jeong Hui terungkap, menandakan ia berperan dalam pemalsuan surat wasiat demi menebus rasa bersalah terhadap Ryu Seon Hwa.
Pengacara Shin I Rang (Yoo Yeon Seok) bersatu dengan Han Na Hyun untuk kasus minggu kelima drama Phantom Lawyer. Kliennya adalah Chae Jeong Hui (Gil Hae Yoon). Ia meminta bantuan untuk menyelesaikan sengketa dengan putranya terkait isi surat wasiat suaminya, Kang Dong Sik (Lee Do Hwa).
Lawan Shin I Rang dan Han Na Hyun adalah Yang Do Gyeong (Kim Kyung Nam). Ia menjadi perwakilan hukum untuk putra Chae Jeong Hui, yaitu Kang Ji Hoon (Byun Joon Ho). Rupanya Yang Do Gyeong unggul dari mereka karena sukses menguak fakta di balik surat wasiat tersebut. Berikut empat cara yang dilakukan Yang Do Gyeong untuk itu.
1. Meminta analisis tinta yang dipakai untuk menulis surat wasiat

Yang Do Gyeong memulai dengan mempertanyakan keaslian surat wasiat Kang Dong Sik. Ia berusaha untuk mencari bukti yang mendukung kecurigaan bahwa surat wasiat itu palsu. Ia ingin membuktikan bahwa penulisnya bukan Kang Dong Sik.
Pertama-tama, tulisan tangan di surat wasiat itu dianalisis. Ia meminta bantuan Institut Pemeriksaan Dokumen Korea. Hasil yang diperoleh adalah tulisan tangan itu memang milik Kang Dong Sik, sama seperti yang diklaim Han Na Hyun.
Yang Do Gyeong kemudian menganalisis lebih dalam ke arah tinta yang digunakan. Hasilnya adalah surat wasiat itu ditulis dengan pena tinta Napoleon. Masalahnya, tingkat keasaman tinta hitam yang digunakan justru cocok dengan produk yang dikeluarkan pabrik mulai tahun 2022. Fakta itu menjadi bukti bahwa keaslian surat wasiat tertanggal 12 Juni 2019 itu patut diragukan.
2. Membuktikan tingkat gejala Alzheimer Kang Dong Sik pada tahun 2022

Kang Dong Sik diketahui meninggal dunia karena menderita Alzheimer. Pada kasus ini, penting untuk membuktikan kalau surat wasiat memang dibuat sebelum gejala penyakit Kang Dong Sik semakin parah. Inilah alasan yang membuat Yang Do Gyeong melakukan analisis tinta pada surat wasiat.
Shin I Rang dan Han Na Hyun awalnya percaya diri karena di surat wasiat tertulis tahun 2019. Shin I Rang mengungkapkan kalau gejala Alzheimer Kang Dong Sik belum memburuk. Dari pernyataan kliennya, gejala penyakit suaminya itu jadi parah pada tahun 2021, dua tahun sebelum tanggal surat wasiat.
Namun, berdasarkan hasil analisis tinta, kemungkinan bahwa surat wasiat itu ditulis pada tahun 2022 lebih besar. Yang Do Gyeong lalu menyertakan kesaksian ahli spesialis medis untuk mengetahui tingkat keparahan gejala Alzheimer Kang Dong Sik pada tahun itu. Didapat bahwa gejalanya saat itu sudah sangat parah sehingga Kang Dong Sik tidak bisa mengenali istri dan anaknya lagi.
3. Memeriksa kesamaan tata bahasa surat wasiat dan tulisan Chae Jeong Hui

Dua bukti yang diserahkan oleh Yang Do Gyeong memperkuat dugaan bahwa tanggal surat wasiat itu dipalsukan. Selain itu, ia mendapatkan bukti yang mendukung kemungkinan bahwa surat itu ditulis atas perintah orang lain. Orang yang dimaksud adalah istri Kang Dong Sik sendiri, yaitu Chae Jeong Hui.
Do Gyeong membuktikan dengan menganalisis tata bahasa surat wasiat Kang Dong Sik dan tulisan yang pernah dibuat oleh Chae Jeong Hui. Kesamaan tata bahasa dua tulisan itu diperiksa melalui perangkat lunak anti-pemalsuan dokumen. Ditemukan bahwa frekuensi penggunaan kata hubung dan kata ganti serta penempatan kata kerjanya cocok 94 persen.
4. Menelusuri motif Chae Jeong Hui

Chae Jeong Hui kukuh untuk melaksanakan wasiat Kang Dong Sik meskipun putranya menolak. Tertulis bahwa Kang Ji Hoon sebagai ahli waris Kang Dong Sik harus memberikan sepertiga warisannya kepada putra Ryu Seon Hwa (Bae Yeo Ui). Sebab, Ryu Seon Hwa juga menjadi bagian dari pendiri Sepatu Ideal.
Ryu Seon Hwa yang merupakan orang Korea Utara meninggal di penjara saat ditangkap karena tuduhan mata-mata. Tidak disangka, ternyata orang yang melaporkannya adalah Chae Jeong Hui. Ia melihat Ryu Seon Hwa sebagai saingan karena lebih dekat dengan Kang Dong Sik saat mereka masih muda.
Yang Do Gyeong memberikan bukti dokumen Badan Intelijen Korea. Dengan bukti tersebut, disimpulkan bahwa motif Chae Jeong Hui untuk menyuruh suaminya menulis surat wasiat itu jelas. Rasa bersalah menghantuinya hingga berusaha keras untuk meninggalkan warisan untuk putra Ryu Seon Hwa.
Fakta di balik surat wasiat Kang Dong Sik membalikkan arah cerita Phantom Lawyer secara tak terduga. Yang Do Gyeong berhasil mengungguli Shin I Rang dan Han Na Hyun sekaligus, melalui kasus ini. Dengan begitu, ia juga dapat membuktikan kemampuannya kepada ayahnya.