8 Isu Sosial dalam Drakor Cashero, Ada Kemiskinan Struktural

Cashero merupakan drakor orisinal Netflix yang diadaptasi dari webtun berjudul sama. Hanya punya 8 episode, drakor ini menceritakan lika-liku Kang Sang Ung (Lee Junho) yang memiliki kekuatan super. Namun, kekuatannya ini mengancam isi dompet karena berkaitan langsung dengan uang yang dipegangnya.
Drakor ini mengusung tema superhero dengan genre fantasi, aksi, dan komedi. Meski begitu, konflik yang disajikan sebetulnya cukup realistis dan relateable. Pasalnya, drakor Cashero mengangkat berbagai isu sosial ke dalam ceritanya. Di antaranya, delapan hal berikut. Yuk, simak.
1. Kapitalisme

Gambaran soal kapitalisme terdapat pada premis cerita Cashero, terutama berkaitan dengan kekuatan Kang Sang Ung. Bahkan sekalipun memiliki kemampuan super, kemampuannya harus dibayar dengan uang pribadi agar bisa dipakai sehingga menguras isi dompetnya.
Di drakor ini, uang dianggap memegang peran penting dalam kekuasaan dan kekuatan. Tanpa uang, Kang Sang Ung tak berdaya karena kekuatannya tidak bisa dipakai untuk melawan villain. Di sisi lain, musuh-musuhnya memakai uang tanpa batas untuk melancarkan aksi kejahatan mereka.
2. Inflasi

Nilai uang berkurang seiring terjadinya inflasi. Hal ini juga digambarkan dalam drakor Cashero. Secara turun-temurun, kekuatan super diwarisi di keluarga Kang Sang Ung. Setiap memakai kekuatan, Kang Sang Ung, ayah, kakek, dan buyutnya kehilangan uang tunai yang dipegang. Mereka kemudian akan mendapat uang kembalian. Namun, jumlah kembalian ini berkurang setiap tahunnya.
3. Kesulitan membeli rumah

Generasi muda di berbagai belahan dunia menghadapi permasalahan sosial yang sama, yakni kesulitan untuk membeli dan memiliki rumah sendiri. Selain faktor inflasi, lahan yang sempit dan harga tanah yang meroket membuat kaum muda sulit punya hunian sendiri. Khususnya, di kota besar. Hal ini yang dibahas dalam kisah Kang Sang Ung dan belahan hatinya, Kim Min Suk (Kim Hye Jun).
4. Kemiskinan struktural

Disebut kemiskinan struktural sebab banyak faktor yang membuat seseorang sulit lepas dari status miskin, terutama berkaitan dengan situasi keluarga. Kang Sang Ung mengalami kemiskinan struktural dalam drakor ini. Saat kecil, keluarganya bangkrut karena krisis IMF. Ibunya kemudian bekerja kasar, sementara ayahnya menghabiskan uang untuk menolong orang. Meski saat dewasa Kang Sang Ung bisa jadi PNS, ia tetap masuk dalam kategori miskin. Apalagi seperti sang ayah, kini uang Kang Sang Ung sering habis karena kekuatan supernya.
5. Gejala psikosomatis

Psikosomatis adalah kondisi saat seseorang mengalami sakit fisik karena dipengaruhi keadaan psikologis atau mentalnya. Bahasan ini tergambar dalam kisah Kang Sang Ung. Di Cashero, Kang Sang Ung akan mengalami psoriasis saat menolak memakai kekuatan supernya untuk membantu orang.
Psoriasis yang dialami Kang Sang Ung dulu juga dirasakan oleh ayahnya saat masih aktif jadi superhero. Kondisi kesehatan yang mereka alami termasuk dalam psikosomatis. Karena perasaan bersalah menutup hati nurani, anak dan ayah ini jadi sakit. Penyakit mereka akan sembuh saat keduanya menolong orang lain.
6. Narkoba

Bahasan tentang narkoba juga disinggung dalam drakor ini. Mundane Vanguard yang merupakan kelompok villain di Cashero dikisahkan memburu para manusia super untuk mengambil kekuatan mereka. Salah satu tujuan kelompok ini melakukan hal itu adalah untuk mengembangkan obat terlarang varian baru dengan efek halusinasi yang kuat sekaligus mematikan.
7. Fenomena fatherless

Fatherless adalah isu sosial yang kerap terjadi di masyarakat. Anak tumbuh tanpa didampingi peran dan perhatian seorang ayah meski mereka bukan yatim. Isu ini turut dibahas dalam drakor Cashero. Khususnya, terkait backstory Kang Sang Ung selaku tokoh utama.
Kang Sang Ung dikisahkan tidak dekat dengan ayahnya. Penyebab utamanya karena di mata Kang Sang Ung kecil, sang ayah tak pernah hadir di momen penting dalam hidupnya. Ayahnya dulu jarang pulang, tidak bekerja, mengabaikan keluarga, dan menghabiskan uang. Saat Kang Sang Ung dewasa, terungkap alasan ayahnya bersikap seperti itu karena sibuk menolong orang sebagai superhero.
8. Sibling rivalry

Sibling rivalry adalah situasi di mana kakak adik saling bersaing. Di satu titik, hal ini merupakan sesuatu yang wajar. Namun, bisa berubah jadi toksik saat tidak ada intervensi memadai dari figur orangtua. Hal ini yang ditunjukkan dari kisah Jo Anna (Kang Hanna) dan Jo Nathan (Lee Chae Min).
Kakak beradik ini tidak hanya bersaing untuk menjadi pewaris Grup Beomha. Mereka juga membenci satu sama lain sampai bisa saling menyerang. Jo Anna kecil pernah menembak Jo Nathan. Sementara itu, di ending akhirnya Jo Nathan membalas dengan menembak mati kakaknya tersebut.
Drama Korea Cashero tidak hanya seru untuk ditonton. Namun, drakor ini juga mengandung banyak pesan moral sebab ceritanya menyinggung berbagai isu sosial yang sering terjadi di dunia nyata. Mulai dari fenomena fatherless, kapitalisme, inflasi, narkoba, hingga kemiskinan struktural.

















