3 Hal yang Bikin Kang Da Wit Mulai Diterima Timnya di Pro Bono

- Kang Da Wit mulai menerima kasus-kasus kecil yang ditangani tim pro bono
- Kang Da Wit jujur tentang alasan berhenti menjadi hakim karena dijebak menerima suap
- Kang Da Wit mulai tidak mempermasalahkan tingkat kemenangan dalam menangani kasus Elijah
Di drama Korea Pro Bono, Kang Da Wit (Jung Kyoung Ho) diceritakan mengalami perubahan karier yang sangat signifikan. Ia tadinya menjadi hakim ketua yang sangat dihormati bahkan sampaid diberi predikat ‘hakim rakyat’. Namun, kehidupannya berubah sejak ia mengalami sebuah insiden. Ia beralih pekerjaan menjadi pengacara.
Kang Da Wit bergabung dengan tim pro bono di firma hukum raksasa di Korea, Oh & Partners. Awalnya, ia merasa pekerjaan tersebut terlalu remeh, gak setara dengan pekerjaannya sebagai hakim selama ini. Rekan-rekannya yang terdiri atas Park Gi Ppeum (So Ju Yeon), Jang Yeong Sil (Yoon Na Moo), Yoo Nan Hui (Seo Hye Won), dan Hwang Jun U (Kang Hyoung Sik) gak langsung menerima dirinya. Namun, sekarang Kang Da Wit mulai diterima dan akur dengan anggota timnya. Kira-kira apa penyebabnya? Berikut penjelasannya.
1. Kang Da Wit selalu berusaha maksimal mencari solusi untuk masalah klien

Kang Da Wit tadinya enggan menangani kasus-kasus kecil yang dilimpahkan ke tim pro bono. Ia lebih suka menangani kasus-kasus besar, seperti korupsi pejabat atau kasus yang menimpa kalangan konglomerat. Namun, lambat laun ia mulai menerima bahwa kasus-kasus yang ditangani tim pro bono layak diperjuangkan.
Salah satunya adalah kasus anjing yang ditelantarkan. Seekor anjing milik orang kaya ditemukan oleh orang biasa yang menyukai hewan. Anjing tersebut sudah lama diadopsi, tetapi si pemilik yang mencampakkannya tiba-tiba datang dan ingin mengambil kembali anjingnya.
Kang Da Wit lalu mencari cara agar pemilik tersebut gagal melakukan aksinya, mulai dari membuat hakim pencinta anjing yang terpilih untuk membuat keputusan di pengadilan, hingga menyudutkan si pemilik bahwa si pemilik menyimpan banyak kebohongan dan lebih baik pura-pura mengaku bahwa anjing itu bukan miliknya. Cara Kang Da Wit bekerja kadang dianggap ekstrem, tetapi selalu totalitas. Cara yang sering kali gak terpikirkan oleh mereka justru dipilih oleh Kang Da Wit dan menghasilkan solusi yang cemerlang. Hal itu yang bikin anggota timnya respect.
2. Kang Da Wit jujur tentang penyebabnya berhenti jadi hakim

Kang Da Wit menghadapi krisis saat Oh Gyu Jang (Kim Kap Soo), pimpinan firma Oh & Partners memerintahkan pembubaran tim pro bono. Ia lalu membuat taruhan bahwa timnya akan memenangkan kasus dan merebut klien dari pihak lawan supaya kinerja mereka diakui dan mereka gak dibubarkan. Rekan-rekan setimnya merasa putus asa, terutama Hwang Jun U yang hanya mempunyai pekerjaan sebagai pengacara pro bono untuk sumber nafkahnya.
Kang Da Wit lalu jujur tentang masa lalunya. Ia menceritakan kepada rekan-rekannya bahwa ia berhenti jadi hakim karena dijebak menerima suap. Park Gi Ppeum yang sudah tahu lebih dulu tentu kaget dengan tindakan Kang Da Wit.
Namun, Kang Da Wit merasa bahwa bagaimanapun juga ia harus memberitahu anggota timnya. Mereka jelas sempat merasa kesal karena mereka sudah cukup lama mengenal, tetapi Kang Da Wit baru memberitahu. Mereka sepakat untuk menetapkan pra duga tak bersalah dan menganggap Kang Da Wit benar-benar dijebak. Mereka merasa Kang Da Wit gak cukup ceroboh untuk menerima suap secara terang-terangan.
3. Kang Da Wit mulai gak mempermasalahkan tingkat kemenangan yang harus mereka raih

Di episode teranyar, tim pro bono harus menangani kasus seorang selebriti bernama Elijah (Jung Ji So) yang menuntut ibu dan kakaknya. Elijah menuntut mereka karena meskipun mereka keluarga, ibu dan kakaknya itu berbuat buruk di belakangnya. Dengan memanfaatkan kontrak kerja di agensi, ibunya menyalahgunakan kekuasaan. Ibunya tidak transparan dalam memperlihatkan gajinya dan kedapatan sering mengeluarkan banyak uang untuk berondong simpanan.
Anggota tim pro bono meyakinkan Kang Da Wit agar kasus Elijah terus diperjuangkan. Sebagai orang yang selalu memperhitungkan tingkat kemenangan yang bisa diraih, Kang Da Wit pesimis mereka akan menang. Namun, ia akhirnya setuju dan gak terlalu memusingkan menang atau kalahnya mereka di pengadilan. Anggota timnya tentu merasa senang karena Kang Da Wit mulai berubah, bahkan laki-laki itu memperhatikan mereka dan mempercayai masing-masing mereka punya peran penting dalam tim.
Bekerja dengan cara yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya tentu membuat Kang Da Wit gak mudah beradaptasi dengan anggota tim pro bono. Namun, ia mau belajar hingga lambat laun ia diterima dan mulai kompak dengan anggota timnya.


















