Kenapa Hong Eun Jo Tak Bisa Jadi Ratu di To My Beloved Thief?

- Hong Eun Jo gagal menjadi ratu karena statusnya sebagai Eolnyeo, bukan bangsawan murni, sehingga otomatis gugur dari pemilihan calon ratu di kerajaan Joseon.
- Yi Yeol menolak menggelar pernikahan kerajaan karena tak ingin melanggar aturan istana dan berencana menyerahkan takhta kepada Putra Mahkota setelah situasi stabil.
- Hong Eun Jo memilih hidup di luar istana untuk tetap membantu rakyat sebagai tabib, menolak tawaran menjadi selir meski cintanya dengan Yi Yeol tetap kuat.
Hong Eun Jo (Nam Ji Hyun) berjasa besar dalam perebutan takhta sehingga Yi Yeol (Moon Sang Min) bisa menjadi raja di ending To My Beloved Thief. Semua orang tahu kisah cinta mereka. Ditambah karakter anggun, sopan, tapi tegas dan berani, membuat Hong Eun Jo disebut cocok menjadi ratu.
Meski secara sifat dan dalamnya rasa cintanya dengan Yi Yeol yang telah naik takhta, Hong Eun Jo nyatanya tetap tidak bisa menjadi ratu hingga akhir. Apa alasan Hong Eun Jo dinilai mustahil menjadi ratu dalam drakor To My Beloved Thief? Simak ulasannya berikut ini, yuk.
1. Status Hong Eun Jo sebagai Eolnyeo

Hong Eun Jo memang memiliki ayah bangsawan. Sang ayah, Hong Min Jik (Kim Seok Hoon), bahkan merupakan Menteri Perang. Namun, karena ibunya dari kelas bawah, Hong Eun Jo tidak bisa mendapat status bangsawan seperti kakaknya yang seayah, tapi lahir dari ibu bangsawan. Hong Eun Jo termasuk dalam kelas sosial Eulnyeo.
Di sisi lain, ratu bukan hanya pendamping atau istri sah raja, tapi juga posisi penting di istana dalam. Pemilihan ratu dilakukan dengan saksama dan kandidatnya dipilih dari beberapa putri bangsawan. Karena Hong Eun Jo adalah Eolnyeo, ia otomatis gugur dalam pemilihan calon ratu. Ia tak memenuhi syarat soal latar belakang kandidat ratu yang harus dari keluarga bangsawan.
2. Yi Yeol tak ingin menggelar pernikahan kerajaan untuknya

Yi Yeol tahu ia tak bisa mengobrak-abrik aturan kerajaan mengenai pemilihan calon ratu yang sudah ada selama beberapa generasi. Sementara ia tak bisa menikah selain dengan Hong Eun Jo meski hanya untuk formalitas. Karena itu, ia dengan tegas menolak menggelar pernikahan kerajaan sekalipun didesak oleh para menteri.
Selain itu, Yi Yeol berencana untuk memberikan takhta pada Putra Mahkota, anak Yi Gyu (Ha Seok Jin). Sejak awal, ia tak berambisi menjadi raja. Alasannya mengkudeta kakaknya itu juga karena Yi Gyu sudah bertindak kejam dam tirani. Ia ingin melindungi Hong Eun Jo dan menolong rakyat Joseon. Maka dari itu, setelan keponakannya dirasa siap meneruskan takhta, Yi Yeol akan mundur.
3. Hong Eun Jo ingin tetap membantu rakyat di luar istana

Sebetulnya Ibu Suri (Kim Jung Nan) sudah menawarkan Hong Eun Jo untuk menjadi selir Yi Yeol. Meski tahu perasaan Yi Yeol, aturan istana mencegah putranya itu mempersunting Hong Eun Jo sebagai ratu karena terhalang perbedaan kelas sosial.
Hong Eun Jo menolak tawaran Ibu Suri. Bukan karena ia berambisi ingin memaksa menjadi ratu. Namun, karena ia tidak mau tinggal di istana. Menjadi pasangan raja artinya harus tinggal di istana, sedangkan Hong Eun Jo ingin membantu orang-orang dengan menjadi tabib. Satu hal yang tak bisa ia terus lakukan jika tinggal di dalam istana.
Status sosialnya menjadi penghalang terbesar Hong Eun Jo menjadi ratu sebab di era itu kelas sosial sangat berpengaruh. Selain itu, ia dan Yi Yeol memiliki alasan personal tersendiri. Meski tak bisa menjadi ratu, bagi Yi Yeol, Hong Eun Jo tetap satu-satunya di hatinya. Setelah mundur dari posisi raja, Yi Yeol pun menikahi Hong Eun Jo dan tinggal di luar istana. Apa kamu puas dengan ending pasangan ini di To My Beloved Thief?


















