Kenapa Nam Da Reum Masuk Appello di Drakor My Bias, My Boss?

- Nam Da Reum ingin meninggalkan SE Corporation karena ide dan semangat kerjanya kerap ditekan atasan serta dianggap membebani rekan kerja, meski ia masih mempertimbangkan kondisi finansial.
- Setelah 11 tahun menggemari idol Lee Chan, Nam Da Reum melamar ke startup fashion Appello yang didirikannya, demi dekat dengan sang idola sekaligus mendapatkan pekerjaan baru.
- Meski hari pertamanya di Appello diwarnai insiden memalukan, Nam Da Reum bertekad menjadi karyawan andalan, membantu proyek senior, dan perlahan membuat kemampuannya diakui.
Sudah bisa ditonton, My Bias, My Boss mengambil kisah dari sudut pandang Nam Da Reum (Kim Hye Jun). Dirinya digambarkan sebagai sosok yang ceria dan penuh percaya diri. Ia menunjukkan kehidupan fangirling dengan menyukai seorang idol KPop selama 11 tahun.
Kisahnya sendiri dimulai dengan Nam Da Reum yang pindah ke perusahaan rintisan bidang fashion yang bernama Appello. Keputusan tersebut didasari oleh beberapa hal. Berikut alasan Nam Da Reum masuk perusahaan itu.
1. Ingin keluar dari perusahaan lama

Di awal kisah, Nam Da Reum menunjukkan kehidupan kerja kantoran di perusahaan bernama SE Corporation. Posisi tersebut kerap diidamkan oleh banyak orang. Terlebih lagi, perusahaan tersebut tergolong besar yang dinilai membuat masa depan karier karyawannya lebih baik.
Namun, Nam Da Reum sendiri justru merasa tak nyaman di perusahaan tersebut. Dirinya yang punya semangat tinggi dalam bekerja ini kerap dipatahkan oleh sang atasan. Ia disuruh untuk melakukan apa yang telah diperintahkan saja. Sebenarnya, pemikirannya juga bermanfaat untuk kesuksesan proyek yang digarap.
Sayangnya, semangat tersebut justru tak disukai oleh para rekan kerjanya. Kehadirannya pun dianggap sebagai pengganggu yang mampu menambah beban kerja. Alhasil, Nam Da Reum ingin keluar dari SE Corporation supaya bisa lebih berkembang dan bebas dari lingkungan kerja yang toksik tersebut. Namun, realita finansial membuatnya kerap berpikir ulang saat mau mengundurkan diri.
2. Ingin berada di dekat sang idol

Selama kurang lebih 11 tahun terakhir, Nam Da Reum menjalani kehidupan dengan menggemari seorang idol KPop populer bernama Lee Chan (Cha Woo Min). Ia pun kerap mengumpulkan poster iklan, membeli berbagai merchandise hingga menonton konsernya. Semua itu dilakukan sebagai bentuk fangirling pada Lee Chan.
Kini, Lee Chan telah melebarkan sayapnya dengan terjun ke dunia akting setelah grupnya bubar. Ia juga mendirikan sebuah perusahaan start-up bernama Appello yang bergerak di bidang fashion. Idola ini pun menduduki posisi CEO bersama sang sahabat namun akhirnya memilih menjabat jadi direktur yang menata busana di acara penting Appello saja.
Sebagai seorang penggemar fanatik, Nam Da Reum pun mendaftarkan diri untuk bekerja di Appello. Alasan utamanya adalah karena ingin semakin dekat dengan sang idola. Di sisi lain, dirinya juga membutuhkan tempat kerja baru jika mau benar-benar keluar dari SE Corporation.
3. Bertekad jadi karyawan favorit

Kepribadian yang penuh semangat tentunya selalu melekat pada diri Nam Da Reum. Dirinya pun ingin menjadi karyawan favorit yang turut membesarkan perusahaan. Dengan begitu, keberadaannya juga akan diketahui oleh sang idola yang menjadi pemilik Appello.
Namun, Nam Da Reum justru memberikana kesan pertama yang cukup buruk di hari pertama bekerja di Appello. Ia membuat keributan karena tersedak saat makan obat penenang. Saat itu, dirinya meminum obat tersebut karena merasa gugup akan bertemu dengan sang idola. Ternyata, kini sang idola tak lagi menjabat sebagai CEO.
Untung saja, perempuan ini memiliki kepercayaan diri dan sikap pantang menyerah yang tinggi. Ia pun memilih untuk melupakan insiden buruk tersebut dan membuat reputasi baru sebagai karyawan pekerja keras. Nam Da Reum membantu para seniornya untuk menyiapkan proyek baru yang membuat kemampuannya mulai diakui secara perlahan.
Berbagai alasan di atas menguatkan tekad Nam Da Reum untuk masuk Appello. Perjuangannya pun tak sia-sia karena dirinya mendapat kesempatan untuk belajar banyak hal di perusahaan tersebut. Namun, ia juga dihadapkan dengan hubungan rumit yang terjadi akibat kesalahpahaman sama sang CEO.



















