Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Pemilihan Cast We Are All Trying Here Menuai Kritik Penonton?
cast We Are All Trying Here (instagram.com/jtbcdrama)
  • Drama Korea We Are All Trying Here menuai kritik sejak episode awal karena pemilihan pemeran utama dengan selisih usia 14 tahun yang dianggap mengganggu chemistry romantis.
  • Premis cerita tentang pria pengangguran dan produser muda sukses dinilai sebagian penonton problematik karena memperkuat standar ganda gender dalam hubungan karakter utamanya.
  • Meskipun dikritik, banyak penonton internasional menilai kisah dan karakter We Are All Trying Here terasa realistis serta menggambarkan perjuangan hidup yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Drama Korea We Are All Trying Here telah resmi mengudara pada Sabtu (18/4/2026) di JTBC dan Netflix. Drakor ini mencuri perhatian berkat deretan nama besar yang terlibat. Mulai dari Go Youn Jung, Koo Kyo Hwan, Oh Jung Se, hingga Park Hae Joon.

Namun, baru di episode awal, drakor ini sudah menuai kritik dari para penonton. Sorotan utama kritik tersebut tertuju pada pemilihan pemain We Are All Trying Here. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi kritik dan apa alasan di baliknya?

1. Selisih usia pemeran utama We Are All Trying Here dikritik penonton

cuplikan drama We Are All Trying Here (dok. JTBC/We Are All Trying Here)

Penonton ramai mengkritik perbedaan usia antara Koo Kyo Hwan dan Go Youn Jung yang dipasangkan sebagai pemeran utama. Dengan selisih usia sekitar 14 tahun, banyak yang merasa pasangan ini kurang cocok untuk memerankan hubungan romantis.

Para penonton menilai, perbedaan usia tersebut memengaruhi chemistry keduanya. Tak sedikit yang merasa sulit membayangkan dinamika hubungan romansa di antara keduanya, sehingga pemilihan casting ini menjadi perbincangan, bahkan sebelum dramanya ditayangkan.

2. Premis cerita juga menjadi kontroversi di kalangan netizen

Still cut We Are All Trying Here (dok.JTBC/We Are All Trying Here)

Selain masalah casting, premis cerita We Are All Trying Here juga menjadi bahan perbincangan di kalangan penonton. Karakter yang diperankan Koo Kyo Hwan digambarkan sebagai pria berumur yang menganggur, sementara Go Youn Jung berperan sebagai produser muda yang cerdas dan sukses.

Bagi sebagian penonton, dinamika ini dianggap problematik. Bahkan, ada yang menyebutnya “berbahaya” karena memperkuat double standard terkait gender di masyarakat. Penonton menyoroti bagaimana jika situasinya dibalik, yaitu perempuan yang menganggur dengan laki-laki muda. Tentunya, si perempuan akan menuai reaksi yang jauh lebih keras.

3. Di sisi lain, banyak yang merasa relate dengan kisah We Are All Trying Here

cuplikan drakor We Are All Trying Here (dok. JTBC/We Are All Trying Here)

Di tengah banyaknya kritik yang berdatangan untuk We Are All Trying Here, drakor ini juga mendapatkan banyak respons positif, terutama dari penonton internasional. Banyak yang menilai ceritanya berbeda dari semua drama Korea yang sedang tayang saat ini.

We Are All Trying Here menghadirkan cerita yang lebih dalam dengan alur yang cenderung lambat. Karakter-karakternya pun dinilai relatable dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga membuat penonton tetap tertarik mengikuti perkembangan ceritanya.

Sebagai informasi, drakor ini menceritakan Hwang Dong Man (Koo Kyo Hwan), laki-laki yang ingin menjadi sutradara, tapi belum berhasil mewujudkan impian tersebut. Ada pula Byeon Eun A (Go Youn Jung), produser film muda dengan karier yang sedang naik.

Meski dihujani kritik, dinamika hubungan keduanya justru dianggap mampu menghadirkan cerita yang relatable, terutama bagi mereka yang merasa stuck dalam hidup. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama We Are All Trying Here di mata penonton.

Editorial Team