6 Pertanyaan yang Muncul dari Episode Awal We Are All Trying Here

- Episode perdana We Are All Trying Here menyoroti Hwang Dong Man, sutradara kritis yang belum debut meski dua dekade berkecimpung di dunia film dan masih diliputi keraguan diri.
- Byeon Eun A, produser andalan yang dijuluki ‘kapak’, kini mengalami penurunan kinerja serta gangguan fisik seperti mimisan akibat tekanan emosional dan psikologis yang belum terungkap.
- Drama ini memunculkan rasa penasaran tentang kemungkinan kolaborasi antara Hwang Dong Man dan Byeon Eun A dalam mewujudkan skenario film yang bisa mengubah nasib keduanya.
Drakor We Are All Trying Here mulai tayang sejak Sabtu (18/4/2026). Drama Korea ini menceritakan tentang perjalanan orang-orang yang sedang menghadapi struggle dalam hidup mereka. Hwang Dong Man (Koo Kyo Hwan) adalah seorang sutradara yang sangat kritis, tetapi belum melakukan debutnya untuk menggarap film. Sementara itu, Byeon Eun A (Go Youn Jung) adalah seorang produser film yang kinerjanya dinilai menurun.
Drama ini menampilkan cerita dengan slow. Ada beberapa pertanyaan yang muncul dari episode awal We Are All Trying Here sebab alurnya masih digambarkan dengan gambaran kasar. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan tersebut.
1. Kenapa Hwang Dong Man gak kunjung debut meskipun sudah menggeluti dunia perfilman selama 20 tahun?

Hwang Dong Man tergabung dalam klub bernama The Eight yang berisi orang-orang penting di industri perfilman. Di antara anggota yang lain, hanya ia yang belum melakukan debutnya sebagai sutradara. Ia bergabung dengan klub itu selama 20 tahun, tetapi ia sekarang masih melakukan beberapa pekerjaan paruh waktu di luar perfilman, mulai dari pramusaji hingga mengajar.
Ia tampak memiliki keraguan terhadap dirinya sendiri. Padahal, orang-orang di sekitarnya diam-diam menyimpan ketakutan terhadap dirinya. Apa sebenarnya yang menjadi penghalang ia untuk debut?
2. Seperti apa standar film berkualitas menurut Hwang Dong Man?

Hwang Dong Man adalah karakter yang sangat kritis. Ia gak segan mencaci maki film yang ia anggap buruk. Termasuk kepada Park Gyeong Se (Oh Jung Se) yang juga merupakan anggota The Eight. Saat film garapan Park Gyeong Se jadi box office dan mendapat pujian dari banyak orang, ia justru menyebut film tersebut sebagai tontonan yang sangat membosankan. Memang seperti apa sih standar film berkualitas menurut Hwang Dong Man?
3. Mengapa penilaian Byeon Eun A disebut tidak lagi setajam kapak?

Sebagai produser, Byeon Eun A adalah orang yang sangat diandalkan oleh atasannya, Choi Dong Hyeon (Choi Won Young). Hampir semua naskah skenario yang masuk akan diseleksi oleh Byeon Eun A sebelum diserahkan kepada Choi Dong Hyeon. Ulasan yang ia berikan sangat tajam hingga membuat atasannya kagum dan ia diberi julukan ‘kapak’. Namun, kinerjanya akhir-akhir ini disebut menurun. Penilaiannya tidak lagi setajam kapak. Kira-kira apa yang memicu penurunan kinerja Byeon Eun A itu?
4. Kejadian apa yang dialami Byeon Eun A hingga ia sering mimisan?

Selain kinerjanya yang disebut menurun, kisah Byeon Eun A juga bikin penasaran karena ia sering mimisan. Tiap kali merasa sangat kesal atau lelah, darah mengalir dari hidungnya. Ia rutin memeriksakan kondisi psikologisnya. Keseringan mimisan itu disebut sebagai salah satu gejala fisik yang ia rasakan. Memang kejadian apa yang dialami Byeon Eun A hingga ia sering mimisan? Apakah ia sangat trauma atau mengidap penyakit hingga kondisi kesehatannya memburuk?
5. Apakah kelak Hwang Dong Man bisa membuktikan tekadnya untuk lebih bersinar?

Karena jadi karakater yang gemar mengkritik, Hwang Dong Man tidak disukai oleh orang-orang di sekitarnya. Teman-temannya di The Eight sudah lelah dengan ocehannya. Tak hanya itu, Choi Dong Hyeon menyebut skenario yang ia tulis tidak layak untuk diangkat menjadi film. Ia bertekad bahwa suatu hari nanti ia bisa lebih bersinar dari yang orang-orang bayangkan. Apakah ia bisa membuktikannya?
6. Apakah nantinya Byeon Eun A akan bekerja sama dengan Hwang Dong Man?

Byeon Eun A sempat membaca skenario Hwang Dong Man. Ketika ditanya atasan, ia dengan jujur bahwa ada banyak kekurangan yang dimiliki skenario tersebut. Namun, ia gak menjelek-jelekkan skenario itu. Sebaliknya, ia memahami apa yang dirasakan Hwang Dong Man saat menulisnya. Ia menunjukkan ketertarikan terhadap skenario itu meskipun Hwang Dong Man mendapat banyak hujatan. Apakah kelak mereka akan bekerja sama untuk memproduksi film?
Keenam pertanyaan di atas muncul dari penayangan episode perdana We Are All Trying Here. Jawabannya akan terungkap seiring dengan perkembangan cerita drakor ini.