10 Quotes dari Drakor Pro Bono, Jangan Berharap pada Hukum!

- Hukum tidak memihak rakyat jelata - Kang Da Wit
- Keadilan diraih dengan curang tak akan diakui lawan - Jang Yeong Sil
- Orang kaya dan berkuasa tahu cara melindungi diri mereka - Kang Da Wit
Drakor Pro Bono menyoroti peran para pengacara yang memberi layanan hukum kepada orang-orang yang membutuhkan. Mereka membantu orang-orang yang kesulitan menangani masalah melalui jalur hukum. Dalam drakor ini, hukum yang kerap dianggap sebagai benteng terakhir keadilan ternyata punya sisi lain. Penonton dibuat merasa relate karena hukum sering memihak orang-orang yang berkuasa dan mengabaikan orang-orang lemah.
Melalui kisah para karakternya, drama ini memperlihatkan peran hukum yang terkadang terasa dingin dan kejam bagi masyarakat kecil. Tak heran jika dialog-dialog dalam drakor ini terasa menohok dan penuh sindiran. Berikut 10 quotes paling berkesan dari drakor Pro Bono yang menegaskan agar jangan terlalu berharap pada hukum. Simak sampai habis, ya!
1. “Hukum hanya tak memihak rakyat jelata. Aku tahu persis hal itu.” - Kang Da Wit

2. “Tak semuanya seperti yang terlihat.” - Park Gi Ppeum

3. “Tak butuh lisensi untuk menjadi orang baik dan berbuat baik.” - Jang Yeong Sil

4. “Keluarga bisa lebih kejam dari yang lain.” - Jang Yeong Sil

5. “Memang sedih, tetapi terkadang, keluarga menjadi penyerang terdekat Anda.” - Elijah

6. “Hukum berpihak kepada yang berkuasa.” - Yoo Nan Hui

7. “Orang yang kaya dan berkuasa tahu betul cara melindungi diri mereka.” - Kang Da Wit

8. “Keadilan yang diraih dengan curang, tak akan diakui lawan. Karena itu, lawan akan balas dengan kecurangan lainnya.” - Jang Yeong Sil

9. “Apa yang bisa diperbuat ketika dunia ini sudah penuh dengan kecurangan?” - Jang Yeong Sil

10. “Kepentingan orang-orang yang menang usai beradu di pengadilan. Itulah fakta yang diakui dunia.” - Kang Da Wit

Sejumlah quotes di atas menjadi tamparan keras tentang keadilan. Karakter utamanya yang bekerja sebagai hakim pun sempat merasakan ketidakadilan hingga termotivasi menjadi ahli hukum. Hukum yang seharusnya melindungi korban terkadang malah berbalik arah hingga menjadi senjata yang paling mematikan bagi korban.



















