Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Strategi Pelarian Lee Wo Gyeom di Bloody Flower, Penuh Risiko!
Still Cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)
  • Lee Woo Gyeom menyusun rencana pelarian berisiko dari pusat medis setelah tekanan hukum meningkat, bekerja sama dengan Prof. Han Sang Ho untuk menentukan jalur dan waktu yang paling aman.
  • Ia memanfaatkan perpindahan tugas ke rumah sakit lain sebagai celah keamanan, menjalankan aksi cepat dalam batas waktu tiga menit saat sistem listrik dimatikan sementara.
  • Ketika Prof. Han absen, Pengacara Park Han Joon muncul menawarkan bantuan demi kesembuhan putrinya, menjadikan kerja sama itu kunci penting keberhasilan pelarian Lee Woo Gyeom.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam penayangan  menjelang akhir episode Bloody Flower, Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) mengambil langkah berisiko ketika pengawasan terhadap dirinya di pusat medis semakin ketat. Ia menyadari bahwa situasinya tidak lagi aman setelah tekanan hukum dan penyelidikan terus berkembang. Kondisi tersebut mendorongnya menyusun rencana pelarian yang penuh perhitungan.

Rencana itu melibatkan pemanfaatan celah dalam sistem keamanan dan momen yang tepat untuk bergerak. Ia mempertimbangkan dampak besar yang akan terjadi jika usahanya gagal. Keputusan ini menunjukkan bahwa ia bersedia menghadapi konsekuensi serius demi mengendalikan situasi. Berikut strategi berisiko yang diambil Lee Woo Gyeom di drakor Bloody Flower.

1. Merencanakan rute pelarian sebelum beraksi

Still Cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

Lee Woo Gyeom menyusun rencana pelarian dengan bantuan Prof. Han Sang Ho (Seung Eui Yeol). Mereka membahas jalur keluar dan waktu yang paling memungkinkan untuk menghindari pengawasan ketat. Kerja sama ini menunjukkan bahwa pelarian tersebut telah direncanakan secara matang.

Keterlibatan Prof. Han Sang Ho membuat rencana itu lebih terstruktur karena ia memahami sistem rumah sakit. Namun, keputusan ini juga meningkatkan risiko bagi keduanya jika rencana terbongkar. Sejak awal, langkah ini sudah menyimpan konsekuensi hukum yang serius.

2. Memanfaatkan momen perawatan pasien di rumah sakit berbeda

Still Cut Bloody Flower (Instagram.com/disneypluskr)

Lee memanfaatkan kesempatan saat harus menangani perawatan medis pasien di rumah sakit lain. Kondisi ini membuatnya tidak berada di pusat medis Chaeum untuk sementara waktu. Perpindahan lokasi tersebut membuka peluang untuk bergerak lebih bebas.

Situasi di rumah sakit berbeda memiliki sistem keamanan yang tidak seketat pusat medis utama. Hal ini memberinya ruang untuk menjalankan rencana yang telah disusun. Momen tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pelariannya.

3. Batas waktu tiga menit untuk melaksanakan aksinya

Still Cut Bloody Flower (Instagram.com/disneypluskr)

Setelah melakukan prosedur pada pasien, rencana pelarian melibatkan pemadaman listrik yang akan dilakukan oleh pihak yang membantunya. Ia hanya memiliki waktu tiga menit sebelum sistem kembali normal. Dalam waktu singkat itu, ia harus bergerak cepat tanpa menarik perhatian.

Batas waktu yang sangat terbatas membuat situasi menjadi tegang. Setiap detik menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan rencana tersebut. Jika terlambat, pengamanan akan kembali aktif dan peluangnya hilang.

4. Prof. Han Sang Ho tidak datang sesuai rencana

Still Cut Bloody Flower (Instagram.com/disneypluskr)

Pada hari yang telah ditentukan, Prof. Han tidak muncul seperti yang telah disepakati. Ketidakhadirannya menimbulkan kekhawatiran terhadap kelanjutan rencana pelarian. Lee Wo Gyeom mulai mempertimbangkan kemungkinan rencana tersebut gagal.

Ketidakpastian ini membuat situasi semakin berisiko. Ia tidak memiliki banyak waktu untuk mencari alternatif lain. Kondisi tersebut memaksanya tetap tenang meski rencana awal terganggu.

5. Bantuan dari Pengacara Park Han Joon (Sung Dong Il)

Still Cut Bloody Flower (Instagram.com/disneypluskr)

Di tengah ketegangan itu, Pengacara Park Han Joon datang menemui Lee Woo Gyeom. Ia meminta bantuan untuk mengobati putrinya, Park Min Seo, yang kondisinya sudah parah. Pertemuan ini membuka kemungkinan kerja sama yang tidak terduga.

Park Han Joon kemudian membantu pelarian Lee Wo Gyeom sebagai imbalan atas pengobatan putrinya. Keputusan tersebut diambil dengan risiko besar bagi karier dan posisinya sebagai pengacara. Kerja sama ini menjadi titik penting dalam keberhasilan rencana kabur tersebut.

Rangkaian rencana pelarian tersebut menunjukkan bahwa Lee Woo Gyeom mempertaruhkan segalanya dalam waktu yang sangat terbatas. Bantuan dari pihak-pihak tertentu membuat peluangnya terbuka, tetapi risiko kegagalan tetap besar. Apakah rencana berisiko tersebut berhasil, atau justru membawa konsekuensi yang lebih berat baginya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team