3 Tips Hadapi Ketakutan ala Byeon Eun A di We Are All Trying Here

- Byeon Eun A dikenal sebagai kritikus film tajam namun menyimpan trauma masa kecil yang memicu mimisan dan depresi saat menghadapi tekanan atau perlakuan semena-mena.
- Melalui bantuan profesional dan pertemuan dengan Hwang Dong Man, Eun A belajar mengekspresikan perasaan serta memahami bahwa berbagi cerita dapat membantu melawan ketakutan.
- Eun A akhirnya menyadari sumber ketakutannya berasal dari rasa rendah diri orang lain, lalu berani melawan tekanan dan tidak lagi membiarkan dirinya ditindas.
Byeon Eun A (Go Youn Jung) dikenal sebagai pekerja sineas yang sangat tajam dalam mengkritik sebuah karya di drakor We Are All Trying Here (2026). Dia menjadi salah satu favorit atasan karena kritikannya yang sangat netral. Dengan kondisi ini, banyak sutradara yang berusaha mendapatkan kritik dari Byeon Eun A karena dinilai sangat memuaskan.
Namun, sejak kecil, dirinya punya kesulitan menghadapi orang-orang yang memperlakukannya semena-mena. Ketika menghadapi ini, Byeon Eun A selalu mimisan dan depresi berat hingga membutuhkan pertolongan dokter. Mimisannya ini juga gak bisa berhenti hingga dia merasa sangat puas menyiksa diri.
Namun, Eun A sadar bahwa dia terus merusak dirinya. Lalu, bagaimana cara yang dilakukan Byeon Eun A saat menghadapi ketakutan di drakor We Are All Trying Here?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Sadari rasa takutmu

Awal mula mengalami mimisan, Byeon Eun A masih berusia 9 tahun. Dia ditinggalkan ayah dan ibunya hingga tinggal seorang diri tanpa diketahui orang lain. Byeon Eun A juga gak menceritakan kondisinya pada guru di sekolahnya karena takut.
Hal ini terus berlanjut hingga dirinya bekerja. Dia bertemu dengan seorang penulis skenario pemula, Ma Jae Yeong, yang berjuang merilis sebuah film debutnya. Sayangnya, Byeon Eun A diketahui hanya dimanfaatkan saja agar Ma Jae Yeong berhasil mendapatkan pendanaan. Gak hanya itu, suasana dalam kantor juga semakin gak kondusif bagi Eun A.
Dulunya,Eun A memang jadi favorit atasannya. Namun, seiring berjalannya waktu, para sutradara pemula maupun senior memilih untuk berkonsultasi secara langsung pada Eun A sehingga menimbulkan kecemburuan dari atasan maupun seniornya. Pada akhirnya, mereka terus menerus mengkritik Eun A dan menilai kritikannya gak setajam di awal bekerja.
2. Luapkan perasaanmu dengan bercerita

Pada akhirnya, Eun A berusaha mencari bantuan profesional untuk masalah mimisan dan depresinya ini. Sayangnya, dokter mengaku jika kondisi Eun A ini cukup langka ditemukan. Mereka berusaha menemukan pola yang sama di beberapa orang dan mempertemukannya dengan Eun A.
Namun, Eun A ternyata bertemu dengan sosok Hwang Dong Man (Koo Kyo Hwan) yang dengan sangat jujur akan perasaannya. Pertemuan ini membuat Eun A lebih mudah terbuka dengan perasaan dan pemikirannya. Ketika mimisan, Eun A terus mendengarkan Hwang Dong Man bercerita mengenai kecemasan yang baru saja terjadi.
Saat itu, Eun A mulai sadar jika memang harus dilepaskan dan diperangi jika memang mampu. Pada akhirnya, dia merasa gak sendirian berjuang untuk lepas dari kehancuran dirinya.
3. Kenali sumber ketakutanmu dan perangi jika mampu

Dengan tekanan yang terus menerus didapatkannya, Eun A mulai sadar jika akan banyak orang yang berkorban karena berpihak padanya. Pada akhirnya, dia menyadari jika atasan dan seniornya bersikap seperti itu hanya untuk menunjukkan rasa rendah dirinya terhadap Eun A. Ketika pola ini berulang, Eun A gak lagi ragu untuk meluapkan pemikirannya mengenai atasan dan seniornya tersebut.
Eun A sadar jika dirinya gak bisa ditindas begitu saja hanya karena orang lain merasa insecure terhadap dirinya sendiri. Kenyataannya, orang yang menghina dan menekannya juga gak lebih baik daripada orang lain. Mereka hanya takut merasa kalah dengan orang yang dianggap lebih rendah daripada dirinya. Menurutmu, apakah tips dari Eun A ini bisa diterapkan di dunia nyata?


















