3 Ujian Terberat Do Ji Ui Menjelang Ending Doctor on the Edge

- Do Ji Ui menghadapi tuduhan salah diagnosis setelah insiden helikopter, membuatnya kehilangan kepercayaan diri dan kembali dihantui trauma masa lalu sebagai dokter di Pyeondong-do.
- Rahasia pengobatan pribadi Do Ji Ui terbongkar ke publik, memicu keraguan terhadap profesionalismenya serta mengguncang stabilitas emosional dan karier yang baru ia bangun kembali.
- Puskesmas Pyeondong-do terancam ditutup akibat tuduhan suap dari Farmasi Manu, memaksa Do Ji Ui dan tim berjuang mempertahankan layanan kesehatan bagi warga pulau tersebut.
Drama Korea Doctor on the Edge semakin intens menjelang episode-episode terakhir dengan menghadirkan konflik yang jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya. Setelah perlahan berhasil beradaptasi dengan kehidupan di Pyeondong-do, Do Ji Ui mulai mampu mengatasi trauma yang selama ini menghantuinya dan menemukan orang-orang yang selalu mendukungnya, terutama Yuk Ha Ri. Kehadiran Yuk Ha Ri menjadi sumber kekuatan bagi Do Ji Ui untuk kembali percaya diri sebagai seorang dokter sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang muncul di pulau tersebut.
Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Serangkaian ujian datang secara bertubi-tubi setelah Do Ji Ui berselisih dengan Ko Chang Mok. Mulai dari tuduhan malapraktik, rahasia pribadinya yang terbongkar ke publik, hingga ancaman terhadap keberlangsungan Puskesmas Pyeondong-do membuat Do Ji Ui kembali berada di titik terberat dalam hidupnya. Berikut tiga ujian terberat Do Ji Ui menjelang ending Doctor on the Edge.
1. Difitnah melakukan salah diagnosis hingga menjadi sasaran kritik publik

Setelah berhasil beradaptasi dengan kehidupan di Pyeondong-do, Do Ji Ui mulai menjalankan tugasnya sebagai dokter dengan lebih percaya diri. Bersama Yuk Ha Ri dan tim medis lainnya, ia berusaha memberikan penanganan terbaik kepada setiap pasien yang datang berobat. Situasi tampak berjalan normal hingga sebuah kasus darurat mengubah semuanya dalam sekejap.
Saat memeriksa seorang pasien, Do Ji Ui mendiagnosis bahwa pasien tersebut mengalami radang usus buntu dan harus segera dirujuk ke rumah sakit di daratan menggunakan helikopter. Keputusan itu diambil demi menyelamatkan nyawa pasien. Namun, di tengah perjalanan membawa pasien menuju tempat landasan, helikopter yang seharusnya berhenti justru meledak dan membuat sopir dalam helikopter tersebut kehilangan nyawanya. Insiden tersebut langsung menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai keputusan medis yang diambil Do Ji Ui.
Keadaan semakin memburuk ketika beredar informasi bahwa pasien tersebut sebenarnya hanya mengalami sakit perut biasa. Tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya, banyak pihak langsung menyalahkan Do Ji Ui atas dugaan salah diagnosis. Ia pun menjadi sasaran kritik dan hujatan hingga mulai meragukan kemampuannya sendiri sebagai seorang dokter, juga dirinya yang harus menanggung rasa bersalah karena sudah membuat orang lain sampai harus kehilangan nyawanya.
Hal ini membuat Do Ji Ui sangat terpuruk karena ia seakan diingatkan kembali akan insiden Lee Seong yang juga berakhir kehilangan nyawa karena kesalahannya. Ujian ini menjadi pukulan besar karena menghancurkan kepercayaan diri yang selama ini susah payah ia bangun kembali.
2. Rahasia tentang pengobatan yang dijalaninya terbongkar ke publik

Di tengah tekanan akibat tuduhan salah diagnosis, Do Ji Ui perlahan mulai bangkit setelah Yuk Ha Ri dan Hyeon Chi Yeon berhasil mengungkap fakta di balik kecelakaan helikopter. Mereka menemukan bahwa penyebab utama insiden tersebut bukan berasal dari kesalahan diagnosis, melainkan karena landasan helikopter yang belum memenuhi standar keselamatan. Temuan itu sedikit demi sedikit mengembalikan keyakinan Do Ji Ui terhadap dirinya sendiri.
Sayangnya, ketenangan tersebut kembali terusik ketika media membongkar fakta bahwa Do Ji Ui sedang menjalani pengobatan dan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Informasi yang selama ini ia simpan rapat tiba-tiba tersebar luas hingga memunculkan berbagai opini negatif mengenai kelayakannya sebagai seorang dokter. Banyak orang mulai mempertanyakan apakah kondisi kesehatannya dapat memengaruhi kemampuannya dalam menangani pasien.
Bagi Do Ji Ui, terbongkarnya rahasia tersebut bukan hanya mengancam kariernya, tetapi juga membuka luka lama yang selama ini berusaha ia sembunyikan. Ia kembali dihantui rasa takut, cemas, dan khawatir kehilangan kepercayaan dari pasien maupun rekan-rekan kerjanya. Cobaan ini menjadi salah satu ujian emosional terbesar yang harus ia hadapi menjelang akhir cerita.
3. Puskesmas Pyeondong-do terancam ditutup akibat tuduhan suap

Masalah yang dihadapi Do Ji Ui ternyata belum berhenti sampai di situ. Setelah konflik mengenai kecelakaan helikopter, Ko Chang Mok yang merasa tersudut karena kesalahan pembangunan fasilitas tersebut mulai melakukan berbagai cara untuk membalas Do Ji Ui. Ia tidak ingin kesalahannya terbongkar sehingga memilih menyerang balik pihak yang berusaha mengungkap kebenaran.
Ko Chang Mok kemudian memerintahkan penyelidikan terhadap Puskesmas Pyeondong-do dengan alasan adanya dugaan praktik suap dari Farmasi Manu terkait distribusi obat-obatan. Akibat tuduhan tersebut, seluruh aktivitas puskesmas terancam dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai. Keputusan itu membuat seluruh tenaga medis berada dalam situasi yang sulit.
Bagi Do Ji Ui, persoalan ini bukan lagi menyangkut dirinya seorang, melainkan keselamatan seluruh warga Pyeondong-do yang bergantung pada pelayanan puskesmas. Bersama Yuk Ha Ri dan rekan-rekan lainnya, ia harus mencari cara untuk membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan yang mereka butuhkan.
Menjelang ending, Doctor on the Edge menghadirkan ujian yang semakin berat bagi Do Ji Ui, baik secara profesional maupun pribadi. Berbagai fitnah, tekanan, hingga ancaman terhadap tempatnya bekerja membuat perjuangannya sebagai dokter semakin menguras emosi. Meski demikian, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi kekuatan yang mendorong Do Ji Ui untuk terus memperjuangkan kebenaran dan membuktikan integritasnya sebagai seorang tenaga medis.






![[QUIZ] Kalau Bisa Main Alat Musik, Kamu Bakal Join Band Korea Mana Sih?](https://image.idntimes.com/post/20260708/upload_29e06f83f3a5647a9110884468dd2c5e_263ac008-7f2c-4e77-a80e-3c936d993d08.png)














