Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Artis Korea Cewek yang Jadi Korban Bully karena Gurunya, Kok Bisa?

3 Artis Korea Cewek yang Jadi Korban Bully karena Gurunya, Kok Bisa?
Yoo In Na (instagram.com/crbent_official)
Intinya Sih
  • Tiga artis Korea, Yoo In Na, Jeon Somi, dan Jessi, mengungkap pengalaman pahit jadi korban bullying yang dipicu oleh sikap guru yang tidak adil atau abai di masa sekolah.
  • Yoo In Na dibully karena dianggap murid kesayangan guru; Jeon Somi dirundung setelah terpilih sebagai ketua kelas; sementara Jessi mengalami diskriminasi rasial di sekolahnya di Amerika.
  • Kasus mereka menyoroti pentingnya peran guru dalam mencegah dan menindak tegas perundungan agar siswa tidak menjadi korban akibat kelalaian atau ketidakadilan pihak sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bullying dapat terjadi karena pengabaian hingga sikap guru yang dianggap kurang adil bagi siswa tanpa penjelasan. Setidaknya, hal itulah yang membuat beberapa artis Korea Selatan mengalami perundungan parah dari teman sekolahnya.

Nah, berikut deretan artis Korea yang mengungkap pedihnya mengalami bullying karena sikap gurunya. Meskipun tidak menindas secara langsung, gurunya cukup adil dalam membiarkan perundungan itu berlangsung dalam jangka waktu panjang. Yuk, simak!

1. Yoo In Na

Yoo In Na
Yoo In Na (instagram.com/crbent_official)

Di program Moonlight Prince pada 2013, Yoo In Na mengaku memiliki rambut lebih panjang dari teman-teman sekolahnya karena gurunya sangat menyukainya. Hal itu membuatnya tak disukai teman sekolahnya. Sebab, sekolah di Korea Selatan biasanya menetapkan batas panjang rambut maksimal, tetapi Yoo In Na jadi pengecualian.

Ditambah lagi, teman-temannya juga tak suka kenyataan bahwa Yoo In Na adalah murid favorit gurunya. Yoo In Na pun mengatakan, “Itu adalah kenangan yang sangat menyakitkan, jadi bahkan sekarang sebagai DJ di radio, jika ada cerita tentang perundungan, aku selalu berusaha untuk bersikap hangat dan memberi semangat kepada mereka.”

2. Jeon Somi

Jeon Somi
Jeon Somi (instagram.com/somsomi0309)

Dalam talk show di YouTube pada 2023, Somi mengatakan, semua siswa bersikap baik padanya saat dia baru pindah ke SD barunya. Namun, perundungan terjadi tak lama setelah itu. Bullying itu disebabkan oleh terpilihnya dia sebagai ketua kelas. Ia terpilih setelah hari pertamanya sekolah.

Siswa yang kalah pun merundungnya selama lebih dari tiga tahun. Mereka bahkan merobek kartu perpustakaannya dan mengisi sepatu Somi dengan sampah. Keadaan yang memburuk membuat Somi menulis surat pada gurunya untuk mengungkap situasi buruk yang dialaminya.

Gurunya meluangkan waktu untuk mendengarnya. Namun, mereka pun tak dapat berbuat apa-apa. Ia baru bisa menghentikan perundungan ini saat pergi ke salah satu anak dari kelompok yang menindasnya. Ia mengatakan dirinya menderita karena perundungan itu.

Somi juga mengaku tidak tahu bagaimana perundungan itu dimulai pada sang pelaku. Namun, dia mengaku ingin akur dengan mereka. Ia menemui pelakunya satu per satu untuk mengatakan itu. Setelah itu, kabar soal pertemuan itu tersebar luas. Anak-anak yang menindasnya jadi sadar, bahwa mereka juga tak tahu alasan mengapa mereka menindas Somi. Mereka berdamai sebelum lulus SD.

3. Jessi

Jessi (instagram.com/jessicah_o)
Jessi (instagram.com/jessicah_o)

Di program Problem Child in House pada 2020, Jessi mengatakan, dirinya jadi korban perundungan saat masih sekolah di Amerika Serikat karena termasuk orang Asia. Suatu hari, teman kelasnya mengejeknya dengan menggerakkan matanya mengikuti fitur wajah khas orang Asia.

Jessi pun melemparkan buku ke wajah teman sekelasnya itu dan membalik meja dengan marah. Namun, Jessi menjadi kian kesal karena menyadari gurunya hanya menghukumnya, bukan pelakunya. Makanya, ia sampai meninggalkan kelas dengan marah sambil menangis.

Sikap tegas guru dalam melindungi dibutuhkan bagi siswa yang rentan jadi korban bullying. Sayangnya, guru dari artis Korea di atas justru andil dalam memperbesar masalah bullying bagi muridnya. Padahal, perilaku tak pantas pelaku harusnya bisa diatasi dengan tegas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna

Related Articles

See More