6 Lagu KPop tentang Obsesi Tokoh Yandere, Tindakannya Ekstrem!

- Artikel membahas enam lagu KPop yang menggambarkan tokoh yandere, dengan obsesi cinta yang berkembang menjadi sikap posesif, manipulatif, dan pengendalian terhadap pasangan.
- Lagu-lagu dari G-Dragon, TWICE, GOT7, INFINITE, dan Dreamcatcher menampilkan tindakan ekstrem, mulai dari memaksakan cinta, kecemburuan, isolasi, hingga kekerasan.
- Narasi tersebut menegaskan yandere adalah elemen fiksi; tindakan mengancam, mengurung, memanipulasi, atau membahayakan orang lain tidak dapat dibenarkan sebagai cinta.
Yandere adalah istilah dari Jepang untuk tokoh yang terobsesi sampai mendorongnya melakukan tindakan ekstrem. Ia tak ragu memanipulasi, mengendalikan, mengisolasi, dan kekerasan atas alasan cinta. Tentu saja, semua tindakan mengancam itu tak bisa dibenarkan.
Tipe tokoh semacam itu tidak hanya bisa ditemukan melalui anime, melainkan juga lagu KPop. Melalui sejumlah lagu ini, kamu akan memahami bahwa obsesi yang mengancam keamanan seseorang tidaklah sehat. Sebelum menyimak, pastikan kamu bisa membedakan fiksi dan realitas agar tidak sampai berniat menerapkannya di dunia nyata.
1. "Obsession" - G-Dragon BIGBANG

kover album GD&TOP (youtube.com/GD - Topic) “Obsession” dari G-Dragon menyuarakan isi hati seseorang yang merasa ingin jadi pasangan dari gadis yang dicintainya. Seiring berjalannya waktu, dia menyadari bahwa dirinya semakin serakah. Ia ingin memiliki perempuan itu untuk dirinya sendiri. Lalu, ia pun menyiapkan pertemuan istimewa.
Dalam pertemuan tersebut, sang narator akhirnya melakukan rencana jahatnya. Tindakannya menyebabkan kematian dari perempuan yang disukainya. Pada akhirnya, dia menyesali tindakannya dan menyadari dirinya akan selamanya jadi pendosa. Namun, ia masih menyangkal kenyataan dengan mengira tindakannya pada perempuan itu hanyalah mimpi buruk belaka.
2. "YES or YES" - TWICE

cuplikan MV "YES or YES" (youtube.com/JYP Entertainment) “YES or YES” dari TWICE membahas seseorang yang bersikap manis, tapi penuh tuntutan pada gebetannya. Ia menginginkan sang gebetan untuk menerima cintanya. Baginya, sang gebetan harus menuruti kemauannya yang egois.
Meskipun tidak sampai pada tindakan destruktif, tokoh dalam lagu ini tetap bisa dibilang memaksakan kehendak. Ia tidak menghargai pilihan gebetannya. Baginya, hal terpenting adalah memaksa sang gebetan mengikuti skenario indah tentang cinta di kepalanya.
3. "Mine" - GOT7

kover album Just Right (youtube.com/GOT7) “Mine” milik GOT7 membahas rasa cemburu ekstrem yang sulit dikendalikan. Tokoh dalam lagu ini menganggap banyak orang menatap dengan kagum pada kekasihnya. Perhatian orang lain pada kekasihnya membuatnya gelisah dan hampir kehilangan kendali.
Tokoh dalam lagu ini pun mencoba mengontrol pasangannya dengan melarangnya melirik ke orang lain. Ia membenarkan sikap posesifnya yang berlebihan dengan alasan takut kehilangan. Padahal, dia bahkan berniat menyakiti orang lain yang berani mendekati pasangannya. Ia juga mulai berniat untuk menyembunyikan pasangannya dari dunia, agar tak ada lagi yang menunjukkan ketertarikan.
4. "Paradise" - INFINITE

cuplikan MV "Paradise" (youtube.com/woolliment) “Paradise” dari INFINITE menggambarkan konsep tempat seperti surga bagi narator dalam lagu ini. Sebaliknya, tempat itu justru jadi penjara bagi perempuan yang dicintainya. Tokoh dalam lagu ini membenarkan tindakannya dengan mengaku hanya tak sanggup melepaskan pasangannya.
Ia pun mengurung pasangannya tanpa persetujuan. Ia merasa tempat itu bertujuan untuk mempertahankan kebersamaan mereka, dengan cara menghilangkan kebebasan untuk pergi. Ia juga merasakan ketergantungan emosional yang ekstrem, karena merasa dunia tak berarti tanpa sang pujaan hati.
5. "BEcause" - Dreamcatcher

cuplikan MV "BEcause" (youtube.com/Dreamcatcher official) “BEcause” dari Dreamcatcher membahas seseorang yang sering dikira baik hati oleh orang lain. Namun, dia sebenarnya yandere yang hanya menunjukkan sisi obsesif pada pujaan hati. Ia mengisolasi sang pasangan di sebuah ruangan gelap dan mencekam.
Ia pun menikmati ketakutan sang pujaan hati. Ia berjanji untuk memberikan hadiah yang bagus untuk orang terkasihnya itu jika mau menuruti kemauannya menghabiskan waktu bersama. Sebaliknya, saat sang pujaan hati melanggar ajaran yang dibuatnya, dia akan mengurungnya. Kontrol yang ekstrem ini dilakukannya untuk mendapat cinta dari pujaan hati, tanpa peduli jika itu mengerikan.
6. "She's Gone" - G-Dragon BIGBANG

cover album Heartbreaker (youtube.com/OfficialGDRAGON) “She’s Gone” dari G-Dragon menggambarkan seseorang yang merasa jadi korban harapan palsu dari gebetannya. Ia bahkan menuruti semua kemauan sang gebetan. Namun, pada akhirnya, dia ditinggalkan karena tidak lagi dianggap menyenangkan.
Perlahan, dia kehilangan kendali. Ia meminta pertemuan terakhir dengan sang gebetan untuk menyelesaikan hubungan mereka. Namun, ia berakhir melenyapkan sang gebetan. Ia melakukannya dengan alasan tidak nyaman dengan perasaannya saat melihat orang yang dicintainya bersama laki-laki lain. Hanya saja, alasan ini tentu tidak bisa dibenarkan.
Tokoh yandere sebenarnya sering muncul dalam berbagai karya fiksi, seperti anime hingga sejumlah lagu KPop di atas. Namun, perlu dipahami bahwa semua itu hanya fiksi yang tidak boleh dicontoh di dunia nyata. Pasalnya, membahayakan orang lain jelas bukanlah bentuk dari cinta.





















