Mindfulness, istilah tersebut menjadi salah satu tren kesehatan di kalangan masyarakat beberapa tahun terakhir ini. Melansir laman Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jon Kabat-Zinn, Bapak Mindfulness Modern Dunia, mengartikan mindfulness sebagai kesadaran dari waktu ke waktu, tidak menghakimi apa yang ada di pikiran maupun perasaan sendiri juga orang lain. Adapun menurut Scott R. Bishop, mindfulness adalah self-regulation terhadap atensi dan orientasi untuk mengalami apa yang terjadi saat ini.
Di tengah hiruk pikuk dunia saat ini, buku mindfulness kerap dilabeli sebagai solusi untuk mengelola beban pikiran serta emosi. Namun, sekadar membaca buku mindfulness gak akan pernah bisa menyelesaikan akar masalah secara langsung ya, kalau sumber utama masalahnya berasal dari sistem kerja yang toxic. Berikut alasannya!
