Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Cara Kerja dari Rumah, tapi Tagihan Listrik Tetap Aman

4 min read
4 Cara Kerja dari Rumah, tapi Tagihan Listrik Tetap Aman
ilustrasi kerja dari rumah, tapi tagihan listrik tetap aman (pexels.com/Vitaly Gariev)
  • Mencabut charger dan perangkat yang tidak dipakai membantu mencegah vampire power; pengingat atau stop kontak bertombol on/off dapat memudahkan pengendalian konsumsi listrik.
  • Suhu AC disarankan 24–26 derajat Celsius, dengan kipas berputaran rendah untuk meratakan udara sejuk tanpa menambah beban listrik berlebihan.
  • Pencahayaan alami dari jendela dapat mengurangi penggunaan lampu siang hari, sementara perangkat berlabel hemat energi, LED, dan inverter menekan pemakaian daya rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekerja dari rumah alias work from home sekarang sudah jadi gaya hidup andalan generasi muda. Namun sadar gak, kebiasaan nyamannya ini sering bikin tagihan membengkak atau bahkan meteran anjlok di tengah meeting penting? Makanya, kamu wajib tahu cara bisa kerja dari rumah, tapi tagihan listrik tetap aman supaya produktivitas gak terganggu. Terlebih lagi, momen ini pas banget buat dijadikan refleksi karena baru saja merayakan Hari Listrik Nasional pada tanggal 27 Oktober yang lalu.

Kalau masalah kelistrikan ini gak segera kamu atasi, dampaknya bisa bikin pusing tujuh keliling, lho. Pastinya kamu gak mau gaji bulanan cuma numpang lewat buat bayar tagihan yang jebol atau servis laptop yang mati mendadak?


  1. 1. Cabut kabel perangkat yang udah gak dipakai

    ilustrasi mengecek charger yang masih menempel di stop kontak
    ilustrasi mengecek charger yang masih menempel di stop kontak (pixabay.com/markusspiske)

    Langkah pertama ini kedengarannya sepele banget, tapi efeknya luar biasa untuk menekan konsumsi daya. Saat kamu membiarkan kabel charger laptop atau HP tetap menancap di stop kontak padahal baterainya sudah penuh, listrik sebenarnya masih terus mengalir. Fenomena ini sering disebut oleh para ahli sebagai vampire power atau daya vampir yang diam-diam menyedot energi tanpa kamu sadari. 

    Buat kamu yang sering ketiduran habis maraton drakor atau sering lupa nyabut charger setelah selesai kerja, mending mulai sekarang pasang alarm pengingat. Kamu juga bisa mengakali hal ini dengan memakai stop kontak pintar yang dilengkapi tombol on/off biar gak repot cabut-colok tiap saat. Ingat ya, biarkan kenangan masa lalu aja yang terus mengalir di pikiran, tapi jangan biarkan arus listrik terbuang sia-sia di rumahmu.


  2. 2. Atur suhu pendingin ruangan senyaman mungkin

    ilustrasi menyetel suhu AC 25 derajat
    ilustrasi menyetel suhu AC 25 derajat (pexels.com/u_ssfofehsaj)

    Menggunakan AC saat cuaca siang hari lagi panas-panasnya emang bikin kamu fokus meski bekerja dari rumah. Namun, mengatur suhu AC di angka paling rendah alias 16 derajat Celsius itu bikin kinerja AC bekerja sangat berat dan bikin biaya listrik jadi membengkak. Idealnya, kamu cukup memasang suhu pendingin di kisaran 24 sampai 26 derajat Celsius saja supaya ruangan tetap sejuk tapi mesin gak gampang capek.

    Kalau kamu merasa 24 derajat masih kurang dingin, coba bantu sirkulasi udaranya dengan menyalakan kipas angin di putaran rendah. Kombinasi AC dan kipas angin ini super efektif untuk meratakan udara sejuk ke seluruh penjuru kamar tanpa bikin listrik menjerit. Lagipula, suhu ruangan yang pas juga lebih bersahabat buat kesehatan pelindung kulit kamu biar gak gampang kering selama stay seharian di depan layar.


  3. 3. Maksimalkan cahaya matahari buat pencahayaan

    ilustrasi memanfaatkan sinar matahari bisa bekerja bisa menghemat tagihan listrik
    ilustrasi memanfaatkan sinar matahari bisa bekerja bisa menghemat tagihan listrik (pexels.com/Mizuno K)

    Daripada terus-terusan mengandalkan lampu kamar dari pagi sampai sore hari, mending kamu mulai memanfaatkan cahaya alami yang dikasih gratis sama alam. Membuka jendela atau tirai lebar-lebar saat pagi hari bisa memberikan pencahayaan yang jauh lebih merata dan pastinya sehat buat mata. Sinar matahari pagi juga terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan mood dan semangat kerja, bikin hormon bahagia kamu ikutan naik secara natural, lho. 

    Kamu bisa mulai menata ulang letak meja kerja supaya posisinya menghadap atau berada tepat di dekat jendela biar dapet lighting alami yang estetik. Selain menghemat energi, lighting gratis dari matahari ini bakal bikin wajah kamu kelihatan lebih glowing natural pas lagi video call atau Zoom meeting sama bos. Kalau kebetulan sinarnya terlalu silau, kamu cukup pasang vitrase atau gorden tipis buat menyaring cahayanya biar suasana tetap adem dan nyaman, ya.


  4. 4. Gunakan perangkat elektronik yang hemat energi

    ilustrasi menggunakan lampu LED
    ilustrasi menggunakan lampu LED (pexels.com/Pixabay)

    Di era serba modern ini, teknologi semakin canggih dan pastinya sangat peduli sama yang namanya efisiensi daya listrik rumah tangga. Ini jadi  momen yang pas buat kamu mulai beralih menggunakan perangkat elektronik dengan label energy star atau teknologi inverter yang terbukti lebih ramah lingkungan. Walaupun harga belinya di toko mungkin terasa sedikit lebih mahal di awal, tapi perangkat jenis ini bisa menekan penggunaan daya hingga setengahnya dari perangkat biasa.

    Sebagai contoh nyata, kamu bisa mulai mengganti lampu bohlam kuning yang lama dengan lampu LED yang terangnya maksimal tapi sedotan dayanya super minimalis. Atau kalau emang lagi ada budget lebih bulan ini, pertimbangkan buat upgrade AC atau kulkas lama kamu ke versi inverter yang tarikan awalnya gak bikin meteran rumah kaget.

    Terapkan langkah-langkah mudah di atas sebagai kebiasaan baru, dan kamu bakal merasakan sendiri cara bisa kerja dari rumah, tapi listrik tetap aman tanpa drama. Ingat, produktivitas yang tinggi gak harus dibayar dengan tagihan yang mencekik atau alat yang gampang rusak. Tetap semangat jalani hari-harimu, stay productive, dan mari wujudkan gaya hidup hemat energi mulai dari kamar sendiri!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More