Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Tidak Umbar Gaji pada Sesama Rekan Kantor, Perlu Bijak!
ilustrasi percakapan (pexels.com/Edmond Dantès)
  • Penting untuk menjaga privasi soal gaji di lingkungan kerja agar hubungan antar rekan tetap harmonis dan terhindar dari rasa iri maupun kesalahpahaman.

  • Membicarakan gaji bisa memicu persepsi negatif, seperti dianggap pamer atau sombong, yang akhirnya merusak suasana pertemanan di kantor.

  • Ada banyak topik lain yang lebih aman dibahas bersama rekan kerja tanpa menyinggung hal sensitif seperti penghasilan pribadi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat nongkrong bareng rekan kerja, beragam hal bisa jadi topik obrolan. Mulai dari sikap atasan yang ada saja, kehidupan sehari-hari di kantor, sampai tentang tanggal gajian. Meski baik membangun hubungan dengan rekan kerja, ternyata ada beberapa hal yang tidak bisa kamu ceritakan begitu saja.

Terutama, tentang jumlah gaji yang kamu dapat. Hal ini ternyata adalah privasi yang perlu kamu atur secara bijak. Jangan sampai karena gak bisa jaga mulut, kamu menyesal di kemudian hari. Berikut lima alasan kuat kenapa kamu tidak sebaiknya umbar gaji pada rekan kerja. Baca dan pahami betul-betul, ya!

1. Menimbulkan rasa iri

ilustrasi ngobrol (pexels.com/Charlotte May)

Belum tentu kamu dan rekan kerjamu digaji dengan upah yang sama. Walau berada di posisi yang sama, bisa jadi terjadi perbedaan jumlah gaji. Hal ini bergantung banyak hal, seperti perbedaan job desc, lama tahun bekerja, rekomendasi atasan, dan masih banyak lagi.

Saat kamu mengumbar perihal gaji pada rekan kerjamu dan ternyata kamu diupah lebih, ini bisa menimbulkan rasa cemas dan iri hati. Hubungan yang tadinya baik sebagai sesama rekan kerja, malah jadi renggang dan kacau. Lebih buruknya lagi, bila temanmu mulai membicarakan hal buruk di belakangmu. Untuk mencegah itu, pilah-pilah soal ngomongin tentang gaji pada rekan sekantor.

2. Bisa jadi kamu dianggap pamer

ilustrasi ngobrol di kantor (pexels.com/George Milton)

Gak semua orang bisa menangkap dan mengerti yang kamu sampaikan dengan baik. Apalagi kalau sudah dipicu rasa iri tadi, bisa-bisa obrolan yang awalnya kamu anggap sebagai sharing-sharing sederhana diputarbalikkan oleh rekan kerjamu.

Bisa jadi kamu dianggap pamer, sombong, dan hanya ingin menekankan saja bahwa dirimu yang paling hebat. Padahal, belum tentu hal tersebut benar. Tapi dengan menyinggung soal gaji, kamu tanpa sadar merusak suasana pertemanan yang ada.

3. Mengubah persepsi rekan kerja terhadapmu

ilustrasi wanita ngobrol di kantor (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Ada banyak hal lain yang bisa didiskusikan selain gaji dan keadaan finansial. Kamu bisa ngobrol tentang beban kerja, hobi, atau kehidupan sehari-hari. Saat kamu membicarakan gaji dan ternyata jumlah yang kamu terima lebih besar dibanding rekan kerjamu, ini malah menciptakan jurang pertemanan yang tidak kasat mata.

Hubungan jadi terasa berjarak. Lebih parah, kalau rekan kerjamu menjauhimu secara sengaja. Ia tidak lagi nyaman berteman denganmu, karena terintimidasi dengan gaya hidupmu.

4. Menghindari gosip dan drama yang gak perlu

ilustrasi teman ngobrol seru (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Drama kantor cepat meluas. Walau kamu cerita hanya dengan satu orang, gak menutup kemungkinan ia cerita dengan orang lain hingga seluruh departemen tahu. Karena itu, kamu harus bijak terhadap apa yang kau ceritakan.

Uang adalah topik sensitif, dan orang suka membicarakan tentang orang lain. Dimulai dengan percakapan, hal tersebut bisa mengacu pada drama yang gak perlu. Milikilah prinsip, semakin sedikit yang tahu, semakin baik.

5. Ada banyak topik percakapan lain

ilustrasi pasangan diskusi (pexels.com/Mihail Nilov)

Alasan terakhir mengapa gak seharusnya kamu umbar gaji pada rekan kerja, karena ada banyak topik lain yang bisa kamu bicarakan tanpa mengumbar privasi. Kamu pun jadi tenang dan gak tergopoh-gopoh tuntutan atau ekspetasi orang.

Coba deh, evaluasi lagi. Jangan-jangan hubunganmu yang sekarang penuh drama karena kamu belum bisa memberi batasan yang sehat dalam percakapan.

Bukannya salah sharing tentang keuangan atau gaji, tapi kamu harus tahu kapan dan siapa orang yang bisa diceritakan. Bila kamu hanya mengikuti ego dan keinginan sendiri, hal tersebut bisa jadi bumerang untukmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team