Jam kerja fleksibel semakin banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan seiring perubahan budaya kerja modern. Sistem ini memberi keleluasaan dalam mengatur waktu bekerja tanpa selalu terikat pada jadwal kantor yang kaku. Meski begitu, masih banyak anggapan yang kurang tepat sehingga konsep jam kerja fleksibel sering disalahpahami.
Sebagian orang menganggap fleksibilitas identik dengan kebebasan tanpa batas, padahal kenyataannya sistem ini tetap memiliki aturan, tanggung jawab, dan target yang harus dipenuhi. Kesalahpahaman tersebut dapat memunculkan ekspektasi yang keliru, baik bagi pekerja maupun perusahaan yang menerapkannya. Karena itu, menarik untuk memahami berbagai anggapan keliru tentang jam kerja fleksibel agar dapat memandang sistem ini secara lebih objektif, yuk simak bersama.
