Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Etika Mendapat Kesempatan Kerja Jalur Headhunter, Ikuti Aturannya!
Ilustrasi mengobrol bisnis (pixabay.com/user1505195587)

Headhunter adalah sebuah perusahaan maupun perorangan yang jasanya digunakan oleh suatu perusahaan untuk membantu proses rekrutmen pada posisi-posisi tertentu. Biasanya level executive dengan kualifikasi yang spesifik. Dalam proses kerjanya, headhunter melakukan pencarian secara langsung dengan menawarkan peluang karier kepada kandidat yang sesuai.

Tidak semua orang memiliki kesempatan mendapatkan peluang pekerjaan dari headhunter. Biasanya mereka adalah orang-orang dengan skill dan kompetensi khusus yang tidak bisa didapatkan oleh rekruter internal perusahaan.

Ketika mendapatkan kesempatan kerja dari headhunter, kita tidak bisa semau sendiri. Ada beberapa etika yang harus dipatuhi agar hubungan dengan headhunter tetap terjaga dan proses mendapatkan pekerjaan baru jadi lebih lancar. Berikut adalah beberapa etika mendapatkan peluang kerja dari headhunter yang perlu kamu ketahui. Baca yuk, biar paham!

1. Jaga komunikasi yang baik

Ilustrasi (pixabay.com/reallywellmadedesks)

Jika kamu didekati headhunter, maka jaga pola komunikasi yang baik dengan mereka. Pola komunikasi yang baik akan menjaga hubunganmu dengan headhunter hingga membantumu mendapatkan peluang kerja yang lebih baik.

Bersikaplah jujur dan transparan tentang riwayat pekerjaan, pendidikan maupun informasi lain terkait pekerjaan yang mereka butuhkan. Jangan ragu untuk bertanya jika ada hal-hal yang kurang dipahami, misalnya terkait dengan aturan maupun proses rekrutmen yang akan dijalani. 

2. Atur harapan dengan jelas

Ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Sora Shimazaki)

Sampaikan pada headhunter tentang ekspektasi pekerjaan yang kamu harapkan dengan jelas. Misalnya terkait lokasi, posisi, jenis industri dan rentang gaji yang diinginkan.

Ekspektasi yang jelas membantu headhunter untuk mencocokan antara profil dirimu dengan peluang kerja yang ada. Hal ini membantumu untuk menghemat waktu dan energi karena headhunter tidak akan menawarkan pekerjaan yang tidak sesuai.

3. Jaga kerahasiaan

ilustrasi tampil rapi (pixabay.com/MauraLBU)

Beberapa headhunter bekerja secara rahasia dalam mencari talent, hal ini biasanya berkaitan dengan strategi klien mereka dalam proses perekrutan. Misalnya klien tidak ingin diketahui oleh kompetitor jika sedang merekrut posisi tertentu karena dapat mempengaruhi bisnisnya.

Jika headhunter memintamu untuk menjaga rahasia selama proses rekrutmen, maka pastikan kamu mamatuhinya. Jangan pernah membocorkan informasi rekrutmen yang sedang kamu jalani dengan pihak lain tanpa izin.

4. Jangan ghosting

ilustrasi laki-laki telepon (pixabay.com/fotorech)

Terima atau tolak tawaran dari headhunter dengan sopan. Jika awalnya kamu menerima namun di tengah proses rekrutmen ternyata kamu berubah pikiran, maka sampaikan pada headhunter dengan segera. Mereka pasti akan memahami alasanmu dan segera mencari solusi atas hal tersebut.

Jangan pernah melakukan ghosting pada headhunter dengan alasan apapun. Ghosting atau menghilang tanpa kabar adalah sikap yang tidak profesional dan dapat merusak hubungan jangka panjangmu dengan headhunter

5. Patuhi aturan dari pihak headhunter

ilustrasi interview (pixabay.com/WikimediaImages)

Sebagai headhunter, mereka mempunyai aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh kandidat selama proses rekrutmen berlangsung. Misalnya aturan tidak boleh menghubungi perusahaan secara langsung dan aturan untuk dapat menyelesaikan kontrak kerja dengan perusahaan jika nantinya berhasil direkrut. Maka berusahalah untuk mengikuti aturan yang disampaikan oleh headhunter.

Headhunter biasanya mempunyai perjanjian khusus dengan perusahaan, jika kamu melanggar aturan maka dapat memunculkan konflik antara headhunter dan perusahaan. Misalnya jika kamu berusaha untuk bernegosiasi langsung dengan perusahaan tanpa melalui headhunter.

Mematuhi aturan menunjukan bahwa kamu adalah kandidat yang profesional. Hal ini juga dapat memperlancar proses rekrutmen dengan perusahaan.

Nah, sekarang kamu sudah tahu etika apa saja yang perlu dipatuhi ketika mendapatkan kesempatan kerja melalui headhunter. Menjaga etika dapat menjaga hubungan jangka panjang dengan headhunter yang memberimu keuntungan, diantaranya kesempatan peluang karier yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article