Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rutinitas Power Nap di Kantor yang Gak Bikin Kamu Kelihatan Pemalas

ilustrasi laki-laki rileks
ilustrasi laki-laki rileks (freepik.com/diana-grytsku)

Jam 2 siang sering jadi momen paling berat saat kerja. Mata mulai berat, fokus buyar, dan notifikasi terasa makin berisik. Kamu sudah minum kopi, tapi kepala tetap terasa penuh. Kalau dibiarkan, produktivitas siang hari bisa turun drastis.

Padahal, ada cara sederhana yang sering disalahpahami yaitu tidur siang singkat. Bukan rebahan lama sampai lupa waktu, tapi power nap yang terukur dan terencana. Manfaat tidur siang sudah terbukti membantu fungsi kognitif dan memperbaiki mood. Biar gak salah langkah, yuk simak lima rutinitas power nap di kantor yang tetap profesional.

1. Batasi waktu maksimal 20 menit

ilustrasi laki-laki tidur
ilustrasi laki-laki tidur (freepik.com/freepik)

Kunci power nap bukan pada lamanya, tapi durasinya. Tidur 10–20 menit sudah cukup untuk mengembalikan energi tanpa membuatmu pusing setelah bangun. Kalau terlalu lama, kamu bisa masuk fase tidur dalam dan malah terasa lemas. Alih-alih segar, kamu justru makin sulit fokus.

Coba pasang alarm sebelum memejamkan mata. Cari waktu setelah makan siang, saat energi mulai turun. Duduk bersandar di kursi kerja atau ke ruang istirahat jika tersedia. Dengan durasi singkat dan terkontrol, kamu tetap terlihat profesional, bukan pemalas.

2. Pilih tempat yang tetap sopan dan aman

ilustrasi laki-laki tidur
ilustrasi laki-laki tidur (freepik.com/freepik)

Gak semua kantor punya ruang tidur khusus. Tapi kamu tetap bisa mencari spot yang nyaman tanpa terlihat “menghilang”. Misalnya di ruang meeting kosong saat jam sepi atau di kursi dengan sandaran tinggi. Hindari tidur di meja terbuka dengan posisi terlalu mencolok.

Kamu juga bisa memakai headphone sebagai tanda tidak ingin diganggu. Dari luar, orang akan mengira kamu sedang fokus atau mendengarkan sesuatu. Padahal kamu sedang memberi otak waktu istirahat. Cara ini membantu menjaga citra profesional sekaligus tetap mendapatkan manfaat tidur siang.

3. Gunakan teknik “coffee nap”

ilustrasi perempuan rileks
ilustrasi perempuan rileks (freepik.com/freepik)

Teknik ini terdengar aneh, tapi cukup populer. Kamu minum kopi lalu langsung tidur selama 15–20 menit. Kafein butuh waktu sekitar 20–30 menit untuk bekerja. Saat kamu bangun, efeknya mulai terasa dan kamu jadi lebih segar.

Metode ini cocok saat kamu punya presentasi penting di sore hari. Daripada menambah kopi berkali-kali, kamu bisa memadukannya dengan power nap singkat. Hasilnya, fokus meningkat dan otak terasa lebih jernih. Produktivitas siang hari pun lebih terjaga tanpa drama mengantuk berat.

4. Lakukan rutinitas kecil sebelum tidur

ilustrasi perempuan rileks (freepik.com/diana grytsku)
ilustrasi perempuan rileks (freepik.com/diana grytsku)

Jangan langsung menunduk dan memaksa diri tidur. Coba tarik napas dalam beberapa kali untuk menenangkan pikiran. Tutup mata, jauhkan ponsel, dan beri sugesti bahwa kamu hanya akan istirahat sebentar. Rutinitas kecil ini membantu tubuh lebih cepat rileks.

Kamu bisa membayangkan suasana yang menenangkan, seperti suara hujan atau angin pantai. Cara sederhana ini membantu otak beralih dari mode kerja ke mode istirahat. Hasilnya, waktu 15 menit terasa cukup efektif. Bangun pun terasa lebih ringan, bukan linglung.

5. Bangun dengan transisi yang halus

ilustrasi perempuan melakukan peregangan
ilustrasi perempuan melakukan peregangan (freepik.com/jcomp)

Setelah alarm berbunyi, jangan langsung berdiri dan kembali mengetik. Duduklah sebentar dan regangkan leher serta bahu. Minum air putih untuk membantu tubuh kembali aktif. Transisi ini penting agar kamu tidak merasa kaget atau pusing.

Kamu juga bisa berjalan singkat ke pantry atau mencuci wajah. Aktivitas kecil ini mempercepat rasa segar saat kerja. Dalam beberapa menit, fokusmu biasanya kembali stabil. Manfaat tidur siang pun terasa nyata tanpa harus mengorbankan profesionalitas.

Power nap bukan tanda kamu malas atau kurang tangguh. Justru, ini strategi cerdas untuk menjaga energi dan fungsi kognitif tetap optimal. Di tengah tuntutan kerja yang padat, kamu berhak memberi tubuh jeda singkat. Yuk, ubah cara pandang tentang tidur siang dan manfaatkan sebagai senjata rahasia untuk produktivitas siang hari yang lebih maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Life

See More

15 Kartu Ucapan Valentine 2026, Cocok untuk Dibagikan ke Pasangan

12 Feb 2026, 14:54 WIBLife