Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Bukti Roehana Koeddoes adalah Influencer Mahir Melampaui Masanya

ilustrasi Roehana Koeddoes yang menulis sekaligus membangun media
ilustrasi Roehana Koeddoes yang menulis sekaligus membangun media (dok.YouTube/IDNTimes)
Intinya sih...
  • Roehana Koeddoes memanfaatkan privilese-nya untuk belajar dan mengajar baca-tulis Latin, Arab Melayu, dan Belanda.
  • Ia menghimpun dana kolektif untuk modal pembangunan gedung sekolah serta memberi pelatihan keterampilan kepada para perempuan.
  • Roehana menghadapi tuduhan miring di pengadilan dengan kredibilitas yang elegan dan menanamkan pemikiran visioner kepada calon tokoh bangsa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu pasti familier dengan nama Sutan Sjahrir, Pahlawan Nasional yang menjadi Perdana Menteri pertama di Indonesia. Namun, pernahkah terpikir di benakmu siapa sosok perempuan di balik kecemerlangan intelektualnya dalam sejarah? Ia adalah Roehana Koeddoes yang merupakan kakak tiri Sutan Sjahrir, sekaligus sepupu diplomat hebat KH. Agus Salim dan mak tuo atau bibi penyair legendaris Chairil Anwar.

Dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada November 2019, Roehana adalah bukti hidup bahwa pengaruh sejati lahir dari integritas dan aksi nyata. Jauh sebelum era digital mengenal istilah personal branding atau bahkan crowdfunding, Roehana telah membuktikan dirinya sebagai salah satu influencer paling visioner di Tanah Air pada zamannya. Inilah 4 sorotan perjalanan hidupnya yang inspiratif untuk generasi sekarang dan mendatang.

1. Membingkai ulang privilese sebagai jembatan perubahan

tampilan surat kabar Soenting Melajoe
tampilan surat kabar Soenting Melajoe (id.wikipedia.org)

Ayahnya, Moehammad Rasjad Maharadja Soetan, adalah seorang jaksa dan juru tulis Hindia Belanda. Karena itu, Roehana memiliki akses literasi ke koran dan buku-buku di era ketika pendidikan bagi perempuan dianggap tabu oleh adat. Di saat anak perempuan lain mungkin hanya diajari memasak, Roehana memanfaatkan privilese-nya untuk belajar serta mengajar baca-tulis Latin dan Arab Melayu, hingga berbahasa Belanda.

Berbeda dengan R.A. Kartini yang banyak menuangkan pemikiran melalui surat pribadi, Roehana terjun ke publik dengan membangun media massa dan lembaga pendidikan nyata. Roehana adalah jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Ia mendirikan koran Soenting Melajoe pada tahun 1912, ruang redaksi yang dinakhodai oleh para perempuan. Pada saat itu, Roehana mendapat dukungan dari Mahyuddin Datuk Sutan Maharadja, pemimpin umum surat kabar harian Oetoesan Melajoe. Ia membuka pintu bagi perempuan yang sama sekali tidak memiliki akses literasi dan pendidikan. 

Roehana lahir dengan privilese yang tidak ia abaikan begitu saja. Perubahan yang ia perjuangkan bukan untuk mengkhianati identitas atau bahkan melawan kodrat kaum perempuan, tetapi agar perempuan mendapatkan kesempatan yang sama dalam hal pendidikan atau lainnya. Roehana juga ingin para perempuan bisa berdiri dengan kakinya sendiri tanpa ditakut-takuti, dibodoh-bodohi, apalagi dianiaya.

2. Menghimpun dana secara kolektif untuk modal pembangunan gedung sekolah

Trini Tambu (Ketua Yayasan Amai Setia) di acara 3 Wajah Roehana Koeddoes yang digelar di IDN pada Jumat 6 Februari 2026 (YouTube/IDN Times)
Trini Tambu (Ketua Yayasan Amai Setia) di acara 3 Wajah Roehana Koeddoes yang digelar di IDN pada Jumat 6 Februari 2026 (YouTube/IDN Times)

Pada tahun 1915, Roehana mengimplementasikan kecerdasan finansialnya melalui inovasi yang sangat maju pada masanya. Ia membangun gedung untuk Sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS, kini bernama Yayasan Amai Setia) yang ia dirikan pada 1911. Roehana berhasil membawa yayasannya diakui sebagai Badan Hukum (Rechtspersoon). Kemudian menghimpun iuran keanggotaan secara masif dari para perempuan Koto Gadang serta mendapatkan subsidi pemerintah untuk modal pembangunan gedung sekolah.

Melalui yayasan yang didirikannya pada 1911 ini, ia tak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pemberdaya. Selain mengajarkan ilmu pengetahuan, Roehana juga memberi pelatihan keterampilan untuk meningkatkan perekonomian para perempuan. Murid-muridnya tidak hanya diajari membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana membangun pondasi finansial bagi perempuan dengan keterampilan kerajinan tangan yang produknya berhasil diminati pasar lokal dan internasional.

3. Mengatasi tuduhan miring di persidangan Landraad dengan kredibilitas yang elegan

cuplikan "SOENTING MELAJOE | Film Drama Biografi Roehana Koeddoes [3/4]"
cuplikan "SOENTING MELAJOE | Film Drama Biografi Roehana Koeddoes [3/4]" (youtube.com/@tvrisumatrabarat)

Semakin terang cahayanya, semakin gelap bayangannya. Semakin bersinar seseorang, semakin banyak yang berusaha menjatuhkan. Inilah pepatah yang menggambarkan pengalaman hidup Roehana Koeddoes. Ia mendapatkan banyak cemoohan hingga tuduhan penggelapan uang yayasan oleh pihak yang ingin menjatuhkannya. Roehana menghadapi ‘skandal’ ini dengan data dan pengaruhnya yang nyata.

Dalam sidang di pengadilan Landraad (Landrat) Bukittinggi, ia mampu menghadapi semua tuduhan dan berhasil dinyatakan tidak bersalah. Tak hanya itu, rekam jejaknya yang luar biasa semakin membuat orang-orang tidak percaya atas tuduhan yang ia dapatkan. Kepercayaan publik justru semakin menguat pasca-sidang tersebut. Roehana membuktikan bahwa personal branding terbaik bukan sekadar citra di permukaan, melainkan juga kejujuran yang bisa dibuktikan dengan tindakan nyata.

4. Menanamkan pemikiran yang visioner kepada calon tokoh bangsa

Kolase foto Sutan Sjahrir dan Roehana Koeddoes.
Kolase foto Sutan Sjahrir dan Roehana Koeddoes. (id.wikipedia.org)

Salah satu kontribusi besarnya dalam sejarah adalah ketika Roehana mengajarkan baca-tulis kepada Sutan Sjahrir di masa kecil. Lebih dari sekadar mengajar, Roehana pun menanamkan pendidikan yang visioner bahwa untuk menjadi seorang pemimpin hebat, kita harus menulis agar pemikiran kita bisa dibaca oleh semua orang. Tak hanya kepada Sjahrir, melalui tulisan-tulisannya, Roehana telah memberikan banyak insight bagi siapa pun yang membacanya.

Warisan besar Roehana adalah keyakinan bahwa literasi bukan soal menumpuk buku, melainkan kemandirian berpikir. Kita bisa mengambil pelajaran dari sejarah miliknya untuk memastikan suara perempuan tetap terdengar di ruang redaksi atau tempat mana pun di masa kini dan mendatang. Roehana yakin bahwa emansipasi bukan berarti meninggalkan kodrat, tetapi meningkatkan kapasitas intelektual serta finansial.

Kemajuan kaum perempuan sudah pada tahap lahirnya jurnalis-jurnalis hingga presiden perempuan. Akan tetapi, tantangan baru terus menggoyahkan semangat perempuan dalam perjuangannya. Pada masa itu, Roehana mendapatkan cemoohan adat oleh masyarakat. Dan kini, banyak bermunculan wajah baru dari hambatan yang dialami perempuan, seperti kekerasan gender berbasis online (KGBO).

Sebagai generasi yang hidup di masa kini, hampir pasti kita memiliki perangkat teknologi yang jauh lebih canggih daripada mesin tik Roehana kala itu. Kita pun paham betapa sulitnya menjalani banyak peran sekaligus; di dunia pers, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi, di zaman yang jauh lebih terbatas dibanding masa sekarang.

Namun, apakah kita juga memiliki rasa dan empati yang lebih baik? Apakah kita masih meneruskan tongkat estafet perjuangan dalam mempertahankan harga diri para perempuan? Apakah kita hanya akan terus menjadi penonton narasi atau berani menjadi penggerak untuk pertumbuhan bangsa kita sendiri?

Referensi:

Video diskusi. (n.d.). 3 Wajah Roehana Koeddoes, pahlawan nasional, perempuan jurnalis pertama di Indonesia [Video]. YouTube. (Diakses Februari 2026).
TVRI Sumatera Barat. (n.d.). Soenting Melajoe [Film drama biografi]. YouTube. (Diakses Februari 2026).
Jejak Islam. (n.d.). Jejak tinta pemikiran Roehana Koedoes dan Soenting Melajoe. (Diakses Februari 2026).
Sejarah kerajinan Amai Setia. (n.d.). (Diakses Februari 2026).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

100 Kata-kata Valentine 2026 untuk Pacar, Romantis dan Penuh Makna

12 Feb 2026, 15:13 WIBLife