Gen Z acapkali dianggap sebagai generasi yang suka semaunya sendiri, kurang tahan tekanan, dan terlalu vokal. Mereka memiliki perbedaan karakter yang kontras dengan generasi sebelumnya, membuat etos kerjanya sering diragukan. Seringkali dianggap sulit diatur karena lebih memprioritaskan kesehatan mental di atas tuntutan pekerjaan.
Namun, cara pandang itu sebenarnya terlalu sempit. Di balik sikap kritisnya, Gen Z justru membawa pendekatan baru pada efektivitas dan dampak nyata. Ada kesamaan etos kerja mereka dengan semangat juang Kartini, seperti keberanian untuk mendobrak tatanan lama yang dianggak tidak relevan saat ini. Keduanya sama-sama menolak tunduk pada keadaan yang stagnan. Mau tau etos kerja apa dari Gen Z yang sejalan dengan R.A Kartini? Yuk simak artikel berikut.
