Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Etika Kantor: 5 Aturan Tak Tertulis yang Wajib Kamu Tahu

Etika Kantor: 5 Aturan Tak Tertulis yang Wajib Kamu Tahu
ilustrasi suasana kantor (pexels.com/Moe Magners)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya memahami aturan tak tertulis di kantor agar hubungan kerja tetap harmonis dan profesional.
  • Lima kebiasaan utama yang dibahas mencakup menjaga aroma tubuh, kemandirian saat bekerja, menghargai staf pendukung, menjaga kebersihan kulkas bersama, serta menghindari makanan berbau menyengat.
  • Penerapan etika sederhana ini membantu membangun citra positif dan menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi semua rekan kantor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernah merasa tidak melakukan kesalahan apa pun di kantor, tetapi sikap rekan kerja tiba-tiba berubah tanpa alasan yang jelas? Tanpa kamu sadari, bisa jadi ada kebiasaan kecil yang kamu lakukan dan dianggap mengganggu kenyamanan seisi ruangan.

Sebab di kantor, penilaian orang lain tidak hanya dilihat dari hasil kerja melainkan juga cara kamu bersikap pada hal-hal yang jarang dibicarakan secara langsung. Yuk, pahami lima aturan tak tertulis berikut ini agar kamu tidak salah langkah dalam lingkungan kerja!

1. Menjaga aroma tubuh tetap wajar

Mencium aroma menyengat
ilustrasi mencium aroma menyengat (pexels.com/www.kaboompics.com)

Aroma tubuh yang kurang sedap jelas bisa merusak kenyamanan rekan kerja saat harus beraktivitas bersama dalam satu ruangan. Kesibukan harian yang padat sering kali membuat tubuh gampang berkeringat dan memicu bau kurang segar. Oleh karena itu, menjaga kebersihan badan merupakan hal dasar yang tidak boleh diabaikan begitu saja.

Namun, menyemprotkan parfum secara berlebihan sampai menyengat juga bisa memicu masalah baru. Rekan di sekitar meja kerjamu bisa saja merasa pusing atau terganggu karena aromanya terlalu menusuk hidung. Cukup gunakan wewangian secukupnya agar tubuh tetap segar tanpa perlu mengorbankan kenyamanan orang lain.

2. Hindari langsung bertanya sebelum mencoba mencari tahu

Bertanya ke rekan kerja
ilustrasi bertanya ke rekan kerja (pexels.com/Vitaly Gariev)

Langsung bertanya saat ada hal yang kurang dipahami tanpa dicari tahu dulu bisa membuatmu dicap kurang mandiri. Kebiasaan ini juga berpotensi mengganggu fokus rekan kerja lain, terutama mereka yang sedang mengejar deadline. Sebelum melempar pertanyaan, coba kulik dahulu dokumen internal kantor atau cari tutorialnya secara mandiri di internet.

Tapi ingat, jangan sampai kamu malah stuck sendirian hanya karena gengsi untuk bertanya. Berikan batas waktu maksimal 15–20 menit untuk browsing dan mencari jalan keluarnya sendiri. Kalau memang beneran buntu, baru hampiri rekan kerjamu sambil jelaskan apa saja effort yang sudah kamu coba sebelumnya.

3. Menghargai supporting staff di kantor

Bersikap ramah
ilustrasi bersikap ramah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menghargai supporting staff seperti office boy, sekuriti, atau petugas kebersihan mencerminkan kedewasaan sikap kamu di dunia kerja. Mengucapkan permisi saat melewati mereka yang sedang membersihkan lantai sering kali lewat begitu saja dari perhatian. Padahal, tata krama sederhana ini membuktikan bahwa kamu peduli dengan tugas mereka yang menjaga kantor tetap bersih.

Hal serupa juga berlaku ketika sekuriti membukakan pintu atau menerima paket belanjaan online milikmu. Jangan cuma lewat begitu saja tanpa ekspresi, melainkan biasakan mengangguk sambil mengucapkan terima kasih dengan tulus. Kepedulian tulus semacam ini tidak hanya menyenangkan hati mereka, tetapi juga membuat suasana kantor terasa lebih hangat.

4. Jangan meninggalkan bekalmu di dalam kulkas sampai membusuk dan berjamur

Memeriksa isi kulkas
ilustrasi memeriksa isi kulkas (pexels.com/Kevin Malik)

Kulkas kantor adalah fasilitas bersama yang wajib kamu jaga kebersihannya. Hindari menjadikan tempat ini sebagai area untuk menimbun makanan pribadi yang akhirnya tidak habis dikonsumsi. Membiarkan makananmu di sana sampai membusuk dan berjamur tentu bisa merusak kesegaran makanan milik rekan kerja lain.

Biasakan untuk rajin memeriksa serta membawa pulang kembali barang bawaanmu sebelum akhir pekan tiba. Sisa makanan yang dibiarkan terlalu lama hanya akan memenuhi kapasitas kulkas dan memicu bau tidak sedap. Menghargai ruang milik bersama juga mempermudah orang lain yang ingin menggunakan fasilitas tersebut.

5. Jangan membawa makanan berbau menyengat ke dalam ruangan ber-AC

Makan di kantor
ilustrasi makan di kantor (pexels.com/Mikhail Nilov)

Membawa bekal sendiri dari rumah memang opsi terbaik untuk menghemat pengeluaran bulananmu. Meski begitu, kamu tetap perlu menyaring jenis menu yang akan disantap di tempat kerja. Ruangan ber-AC dengan sirkulasi udara yang tertutup bakal membuat aroma hidanganmu mengendap lama dan memenuhi seisi ruangan.

Makanan seperti tumis petai, jengkol, ikan asin, atau buah durian punya aroma tajam yang tidak bisa diterima oleh hidung semua orang. Bau menyengat yang tertinggal di ruangan tertutup sangat berpotensi memicu rasa mual atau pusing bagi rekan kerja lainnya. Kalau memang sedang ingin menyantap menu-menu tersebut, sebaiknya habiskan di area luar kantor atau tempat terbuka demi kenyamanan bersama.

Peka terhadap lima aturan tak tertulis tadi bisa membantu kamu membangun reputasi yang baik dan disegani di kantor. Jadi, yuk mulai lebih peduli dengan lingkungan sekitar agar hari-hari kerjamu selalu nyaman tanpa drama!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More