“Ini bisa berupa menutup semua jendela yang terbuka di komputer, menutup laptop, lalu menyimpannya,” ujar Saba H. Lurie, terapis pernikahan dan keluarga, dikutip dari Real Simple.
6 Cara biar Kamu Benar-benar Keluar dari “Work Mode” Usai Jam Kerja

Pernah gak sih, tubuh sudah di rumah tapi pikiran masih sibuk memikirkan kerjaan? Mulai dari email yang belum dibalas sampai tugas besok yang belum selesai, semuanya terasa terus mengejar. Kalau dibiarkan, kebiasaan ini bisa bikin waktu istirahat jadi kurang berkualitas dan kamu tetap merasa lelah.
Padahal, benar-benar keluar dari work mode itu penting untuk kesehatan mental dan keseimbangan hidup. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu kamu beralih ke mode santai setelah jam kerja. Yuk, simak caranya berikut ini!
1. Buat ritual penutup kerja yang konsisten

Menutup hari kerja gak cukup hanya dengan mematikan laptop. Kamu perlu ritual khusus yang menandai bahwa pekerjaan sudah selesai. Hal sederhana seperti merapikan meja atau menutup semua tab kerja bisa jadi sinyal kuat untuk otak.
Ritual ini membantu menciptakan batas yang jelas antara waktu kerja dan waktu pribadi. Apalagi kalau kamu sering kerja dari rumah, batas ini jadi makin penting. Dengan kebiasaan yang konsisten, otakmu akan lebih mudah beralih mode setiap hari.
2. Tetapkan batas waktu kerja yang jelas

Sering merasa harus selalu standby? Bisa jadi kamu belum punya batas waktu kerja yang tegas. Padahal, tanpa batas yang jelas, kamu akan terus merasa “on call” meskipun jam kerja sudah selesai.
Cobalah tentukan jam kapan kamu benar-benar berhenti bekerja, misalnya setelah pukul 6 sore. Dengan begitu, kamu punya waktu khusus untuk diri sendiri tanpa gangguan pekerjaan. Lama-lama, otakmu juga akan terbiasa menghormati waktu istirahat ini.
“Ini akan memudahkanmu untuk melepaskan pekerjaan karena kamu bisa berkata, ‘Tidak, saya tidak bekerja setelah jam 6 sore. Itu waktu saya.’” ujar Ashley Smith, PhD, psikolog spesialis kecemasan dan stres, dikutip dari SELF.
3. Lakukan aktivitas fisik sebagai transisi

Peralihan dari kerja ke santai akan terasa lebih mudah kalau ada perubahan fisik. Misalnya, langsung ganti baju, jalan sebentar, atau sekadar mencuci tangan dengan sadar. Hal kecil ini ternyata punya dampak besar untuk tubuh dan pikiran.
Aktivitas fisik membantu sistem saraf memahami bahwa hari kerja sudah selesai. Kamu jadi gak terus berada dalam kondisi tegang seperti saat bekerja. Selain itu, tubuh juga terasa lebih rileks dan siap menikmati waktu istirahat.
4. Jauhkan diri dari notifikasi kerja

Notifikasi email atau chat kerja bisa jadi pemicu kamu kembali ke mode kerja. Bahkan tanpa membukanya, melihat notifikasi saja sudah cukup bikin pikiran kepikiran. Akibatnya, kamu sulit benar-benar santai.
Cobalah matikan notifikasi atau pindahkan aplikasi kerja dari layar utama. Dengan begitu, kamu gak terus tergoda untuk mengecek pekerjaan. Ini langkah kecil yang bisa bikin malam kamu terasa jauh lebih tenang.
“Kalau kamu melihat lingkaran merah kecil dengan angka di ponselmu, meskipun tidak membuka emailnya, kamu tetap harus ‘bekerja’ untuk memutuskan tidak melihatnya,” ujar Ashley Smith, PhD.
5. Fokus pada tubuh dan indera

Saat pikiran masih penuh dengan pekerjaan, coba alihkan perhatian ke tubuh. Kamu bisa melakukan body scan, mandi air hangat, atau sekadar menikmati udara luar. Cara ini membantu kamu kembali ke momen saat ini.
Mengaktifkan indera seperti sentuhan, suara, atau aroma bisa membantu memutus alur pikiran tentang kerja. Otakmu jadi punya jeda dari tekanan dan tuntutan pekerjaan. Hasilnya, kamu bisa lebih cepat merasa rileks.
“Ini memberi sinyal ke otak, secara tidak sadar, bahwa kamu sudah selesai bekerja,” ujar Cassidy Dallas, LICSW, terapis spesialis kecemasan dan work-life balance, dikutip dari SELF.
6. Buat ritual santai setelah kerja

Selain menutup hari kerja, penting juga punya aktivitas yang kamu tunggu-tunggu setelahnya. Misalnya, minum teh hangat, nonton serial favorit, atau sekadar rebahan tanpa gangguan. Aktivitas ini jadi hadiah setelah seharian bekerja.
Ritual kecil ini membantu otak mengasosiasikan waktu setelah kerja dengan hal yang menyenangkan. Lama-kelamaan, kamu akan lebih mudah meninggalkan pekerjaan. Bahkan, kamu jadi lebih semangat menjalani hari karena tahu ada waktu santai yang menunggu.
Keluar dari work mode memang gak selalu mudah, apalagi kalau kamu terbiasa terus produktif. Tapi dengan kebiasaan kecil yang konsisten, kamu bisa melatih diri untuk benar-benar beristirahat. Ingat, waktu santai bukan kemewahan, tapi kebutuhan.