Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Alasan Jangan Cemas Jurusanmu Dianggap Gak Laku di Dunia Kerja

6 Alasan Jangan Cemas Jurusanmu Dianggap Gak Laku di Dunia Kerja
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/George Pak)
Share Article

Kuliah baru dapat beberapa semester, kamu sudah dibuat khawatir oleh peluang kerjanya di masa mendatang. Sebab, ada yang beranggapan lulusan dari jurusan kuliahmu termasuk sulit mendapatkan pekerjaan. Berbeda dengan sejumlah jurusan yang dianggap jauh lebih mudah diterima di dunia kerja

Masalah ini gak sesederhana dirimu cepat-cepat pindah kuliah saja. Selain faktor biaya, tes masuknya juga tidak mudah dan kamu sendiri belum tentu menyukainya. Tak semua orang bisa beradaptasi dengan mudah di jurusan apa saja demi masa menganggur yang konon lebih singkat serta gaji lebih tinggi.

Jangan sampai kamu gegabah ingin pindah ke jurusan lain, tetapi akhirnya dirimu gak mampu mengikuti perkuliahannya dengan baik. Kalaupun dirimu berhasil menyelesaikannya, bukan tidak mungkin kamu tetap merasakan kerasnya persaingan memperoleh pekerjaan. Kamu pun kecewa dua kali lantaran sudah meninggalkan jurusan yang lebih disukai serta tetap sulit bekerja. Turunkan kecemasanmu dengan memahami enam hal ini.

1. Masih banyak pekerjaan yang terbuka untuk semua jurusan

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Andy Barbour)
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Andy Barbour)

Coba cek berbagai lowongan pekerjaan. Kamu akan melihat adanya sejumlah lowongan yang mensyaratkan jurusan tertentu. Tapi tidak sedikit loker yang membuka kesempatan untuk segala jurusan. Bahkan lowongan tersebut ditujukan untuk diploma maupun sarjana.

Oleh sebab itu, jangan patah harapan menghadapi pandangan bahwa hanya lulusan jurusan tertentu yang laris di dunia kerja. Bila loker yang sesuai dengan jurusanmu sedikit, kelak dirimu dapat mengambil kesempatan kerja yang terbuka untuk berbagai lulusan. Selama jenjang pendidikannya sesuai dengan persyaratan, kemungkinan kamu diterima masih besar.

Jangan berfokus pada lowongan pekerjaan untuk jurusan lain. Carilah kesempatan kerjamu sendiri biar gak insecure. Lihat pula alumni dari jurusanmu yang sudah bekerja agar kamu yakin kembali bahwa berkuliah di situ tidak berarti kamu dipastikan bakal menjadi pengangguran.

2. Punya etos kerja tinggi lebih penting dari sekadar jurusan kuliah

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/George Pak)
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/George Pak)

Berkuliah di jurusan yang lulusannya mudah terserap di dunia kerja memang memberikan satu keuntungan. Namun, seberapa sukses kamu nantinya lebih ditentukan oleh etos kerja. Lulusan dari jurusan yang cepat mendapatkan pekerjaan pun bisa tak kunjung mapan apabila sebentar-sebentar resign atau malah dipecat gara-gara malas dalam bekerja.

Sebaliknya, walaupun secara jurusan dianggap kurang prospektif, tingginya etos kerja akan mengantarkanmu pada kesuksesan. Dirimu punya daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan dan tekanan dalam pekerjaan. Kamu tahu cara mendisplinkan diri sehingga atasan tidak perlu repot-repot mengawasimu sepanjang waktu.

Etos kerja yang baik mampu menutupi kekuranganmu dari segi jurusan kuliah yang barangkali kurang cocok dengan jenis pekerjaan yang digeluti. Namun, jurusan tidak bisa menyelamatkanmu di kerasnya dunia kerja jika tanpa dibarengi etos kerja. Tak masalah apa jurusan kuliahmu, bentuk etos kerjamu sejak dini supaya pada saatnya nanti kamu lebih siap memasuki dunia kerja.

3. Kesesuaian jurusan dengan minat membantumu optimalkan diri

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Andy Barbour)
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Andy Barbour)

Tak sedikit orang yang meremehkan pentingnya minat dalam pengembangan diri serta karier ke depannya. Kadang mereka hanya menekankan pada kecepatan memperoleh pekerjaan. Padahal, segera mendapatkan pekerjaan tidak bermakna nanti seseorang pasti maju dalam kariernya.

Bisa saja lulusan yang merasa terpaksa ketika berkuliah ditambah saat bekerja di bidang yang tak disukainya akan mengalami tekanan mental yang luar biasa. Dia bisa untuk sekadar bekerja, tetapi tak mampu melangkah lebih jauh. Bertahun-tahun ia bekerja menjadi begitu-begitu saja.

Situasi begini tentu menimbulkan rasa frustrasi tersendiri. Juga rasa rendah diri ketika melihat orang lain mengalami kemajuan dalam pekerjaan mereka. Dengan kamu berkuliah di jurusan yang disukai, seiring waktu dirimu makin tahu bidang yang ingin didalami serta menjadi pekerjaanmu nanti. Karena kamu suka mempelajarinya, baik di kampus maupun tempat kerja dirimu kian berkembang.

4. Sudah terlalu banyak lulusan dari jurusan yang dinilai cepat bekerja

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kuatnya anggapan tentang lulusan jurusan tertentu yang gampang mendapatkan pekerjaan membuat program studi tersebut kebanjiran peminat. Artinya, jumlah lulusannya juga banyak sekali. Bisa sampai berkali-kali lipat dibandingkan lulusan jurusan lain.

Apakah lapangan kerja yang tersedia untuk mereka selalu sepadan? Seiring dengan membeludaknya lulusan dari suatu jurusan, peluang mendapatkan pekerjaan yang diharapkan menjadi kian kecil. Haruskah kamu menambah panjang antrean pelamar itu? Mungkin memang lebih baik untukmu berkuliah di jurusan yang berbeda.

Sedikit peminat, sedikit pula pesaingmu kelak ketika mencari pekerjaan. Kamu dapat lebih tenang dalam mengikuti rangkaian seleksi kerja karena tidak takut duluan melihat banyaknya pelamar dengan jurusan yang sama. Lowongan yang sesuai dengan jurusanmu memang gak banyak. Namun, perbandingannya dengan jumlah pelamar lebih masuk akal daripada prodi lain.

5. Selama jurusannya dibuka, berarti ada kebutuhan akan lulusannya

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Roxanne Minnish)
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Roxanne Minnish)

Baik sedikit maupun banyak, kebutuhan tetap kebutuhan. Kekosongan itu harus diisi oleh orang-orang yang tepat. Kamu adalah salah satu calon pengisi beberapa posisi di dunia kerja. Jika lulusan suatu jurusan benar-benar gak dibutuhkan lagi dalam pekerjaan apa pun, kampus-kampus tidak punya alasan buat terus membukanya.

Banyaknya lulusan yang gak terserap dunia kerja juga akan menjadi masalah buat perguruan tinggi yang bersangkutan. Sepanjang jurusannya masih ada di cukup banyak kampus, maknanya prospeknya juga terbilang bagus. Hanya saja orang-orang di sekitarmu belum tentu mengetahuinya.

Itu sebabnya dalam obrolan kalian, mereka tetap memuji-muji lulusan dari jurusan lain dan meremehkanmu. Jangan terlalu memikirkannya. Jadikan tambahan motivasi saja untuk menunjukkan bahwa kelak kamu gak hidup telantar gara-gara dianggap salah pilih jurusan. Sebagai mahasiswa yang mempelajari setiap mata kuliah di jurusan itu, dirimu lebih tahu tentang penerapannya dalam pekerjaan.

6. Salat satu manfaat kuliah adalah memperluas cara pandang

ilustrasi wisudawan (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi wisudawan (pexels.com/RDNE Stock project)

Berkuliah dengan harapan memperoleh pekerjaan yang lebih baik daripada jika tidak berkuliah tentu wajar. Akan tetapi, ada tujuan lain yang mestinya dicapai dengan proses belajar di perguruan tinggi. Yaitu, cara pandangmu tentang berbagai isu menjadi makin luas. Termasuk mengenai kesempatan kerja dan kesuksesan.

Kalau kamu justru termakan pandangan bahwa hanya lulusan tertentu yang mudah mendapatkan pekerjaan dan hidup mapan, berarti cara pandangmu menyempit. Biarkan saja apabila ada beberapa orang yang berpendapat demikian. Alih-alih terpengaruh, alangkah baiknya dirimu mampu memberikan pemahaman baru.

Tunjukkan orang-orang yang tetap diterima bekerja atau justru berhasil menciptakan lapangan kerja walaupun jurusannya dianggap tidak laku. Lalu nantinya kamu sendiri menjadi bagian dari mereka yang tetap sukses meski program studimu kerap diragukan orang. Luasnya cara pandangmu menandakan proses belajarmu di bangku kuliah telah memberikan hasil yang optimal.

Ketika jurusanmu dikecilkan orang, menyeberang ke jurusan lain atau menjadi putus asa bahkan sebelum kamu lulus bukanlah sikap yang tepat. Tetap nikmati kegiatanmu dalam belajar. Dalami segala aspek yang menarik dari jurusan tersebut dan bekerja keraslah guna mematahkan anggapan orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More

[QUIZ] Pilih Mainan Upin Ipin, Ini Inner Child yang Menghantuimu Sekarang

30 Mei 2026, 22:30 WIBLife