Cuplikan drama Pro Bono (Netflix.com/Pro Bono)
Masalah ini gak cukup diselesaikan dengan meminta karyawan untuk lebih terbuka. Perusahaan juga perlu melihat alasan mengapa seseorang merasa perlu menyimpan informasi untuk dirinya sendiri.
"Organisasi perlu mengubah cara pandang dari “knowledge is power” menjadi “sharing knowledge is more powerful," terang Bilginoglu.
Melansir RealKM dalam artikel 'Knowledge hiding in organizations: Causes, impacts, and the ways forward', merangkum beberapa cara yang bisa dilakukan organisasi, yakni membangun kepercayaan, memberikan feedback secara rutin, menciptakan lingkungan yang mendorong kerja sama dan pembelajaran, serta mengurangi tekanan kerja berlebihan yang bisa membuat karyawan enggan membantu orang lain.
Pada akhirnya, punya keahlian khusus tentu merupakan hal yang baik. Namun, ketika pengetahuan sengaja disimpan agar orang lain terus bergantung pada satu orang, manfaatnya bisa berubah menjadi masalah bagi tim. Ingat, budaya kerja yang membuat orang merasa aman untuk berbagi pengetahuan justru membantu informasi tetap menjadi aset bersama, bukan kekuatan yang hanya dimiliki satu orang.