Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Buku Tipis Cocok untuk Kamu yang Lagi Susah Baca

6 min read
5 Alasan Buku Tipis Cocok untuk Kamu yang Lagi Susah Baca
Ilustrasi seseorang sedang membaca (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Buku tipis menawarkan target yang lebih ringan saat reading slump, sehingga pembaca dapat memulai dari beberapa halaman atau sesi singkat tanpa terbebani jumlah halaman.
  • Kemajuan membaca pada buku tipis lebih mudah terlihat, sementara alur dan detail cerita cenderung lebih gampang diingat ketika fokus serta waktu pembaca terbatas.
  • Komitmen waktu yang lebih kecil dan rasa puas setelah menamatkan bacaan dapat membantu mengembalikan kesenangan serta membangun kembali kebiasaan membaca secara bertahap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada masa ketika membaca buku yang biasanya menyenangkan tiba-tiba terasa berat. Kamu sudah punya waktu luang, buku sudah berada di depan mata, tetapi beberapa halaman saja rasanya sulit diselesaikan. Kondisi seperti ini bisa membuatmu merasa kehilangan kebiasaan membaca. Apalagi kalau melihat buku tebal di rak, jumlah halaman yang banyak justru terasa seperti pekerjaan baru. Padahal, kamu gak harus langsung kembali membaca buku ratusan halaman.

Buku tipis bisa menjadi pilihan yang lebih ramah ketika kamu sedang mengalami reading slump. Jumlah halamannya yang sedikit membuat target membaca terasa lebih mudah dicapai. Kamu juga bisa menyelesaikannya dalam beberapa sesi tanpa merasa terbebani oleh cerita yang terlalu panjang. Dari satu buku yang selesai, kamu bisa mendapatkan kembali rasa puas karena berhasil menamatkan bacaan. Perlahan, kebiasaan membaca pun dapat mulai tumbuh lagi.

  1. 1. Target membaca terasa lebih ringan

    Ilustrasi seseorang sedang membaca
    Ilustrasi seseorang sedang membaca (pexels.com/SHVETS production)

    Jumlah halaman yang sedikit membuat buku tipis terasa lebih mudah didekati. Ketika sedang sulit membaca, melihat buku dengan ratusan halaman terkadang sudah membuatmu kehilangan semangat. Sebaliknya, buku dengan halaman yang lebih sedikit memberikan kesan bahwa tugas tersebut bisa diselesaikan. Kamu gak perlu membayangkan perjalanan membaca yang terlalu panjang. Cukup fokus pada beberapa halaman yang ada di depan mata. Perasaan lebih ringan ini bisa membantu mengurangi hambatan untuk mulai membaca.

    Target yang sederhana juga membuat kamu gak perlu memaksakan durasi membaca terlalu lama. Kamu bisa membaca sepuluh atau lima belas menit lalu berhenti ketika sudah lelah. Jika dilakukan secara rutin, beberapa sesi pendek tetap bisa membawamu menuju halaman terakhir. Ketika berhasil menyelesaikan buku, ada rasa puas yang bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri sebagai pembaca. Kamu pun bisa mulai melihat membaca sebagai aktivitas yang mudah dilakukan kembali. Dari sini, buku berikutnya mungkin terasa gak terlalu menakutkan.

  2. 2. Lebih mudah melihat kemajuan

    ilustrasi seseorang membaca
    ilustrasi seseorang membaca (pexels.com/Walter Medina Foto)

    Saat membaca buku tebal, perkembangan beberapa halaman terkadang terasa gak terlalu terlihat. Kamu sudah membaca cukup lama, tetapi angka halaman yang tersisa masih sangat banyak. Kondisi tersebut bisa membuat proses membaca terasa lambat. Buku tipis memberikan pengalaman yang berbeda karena kemajuan biasanya lebih mudah terlihat. Setiap beberapa halaman membuatmu semakin dekat dengan akhir buku. Perasaan tersebut dapat menjadi dorongan kecil untuk terus membaca.

    Melihat halaman yang tersisa semakin sedikit juga bisa memberikan motivasi tambahan. Kamu mungkin berpikir hanya tinggal beberapa halaman lagi sehingga memilih melanjutkan membaca. Dari sana, tanpa terasa satu sesi membaca bisa menjadi lebih panjang. Rasa pencapaian setelah menyelesaikan buku juga bisa membantu menghilangkan anggapan bahwa kamu sudah kehilangan kemampuan membaca. Padahal, mungkin kamu hanya membutuhkan target yang lebih realistis. Buku tipis memberikan ruang untuk membangun kembali momentum tersebut.

  3. 3. Gak terlalu membutuhkan komitmen panjang

    ilustrasi seseorang membaca
    ilustrasi seseorang membaca (pexels.com/Walter Medina Foto)

    Buku yang tebal biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Kalau kamu sedang sibuk atau sulit fokus, perjalanan panjang tersebut bisa terasa melelahkan. Buku tipis cenderung membutuhkan komitmen waktu yang lebih kecil. Kamu bisa menyelesaikannya dalam beberapa hari atau beberapa minggu sesuai ritmemu. Gak ada tekanan untuk menyediakan waktu membaca dalam jumlah besar. Hal ini membuat buku lebih mudah masuk ke rutinitas harian.

    Komitmen yang kecil juga cocok untuk kamu yang sedang mencoba kembali membaca setelah lama berhenti. Kamu gak perlu langsung menyediakan satu jam setiap hari. Beberapa halaman sebelum tidur atau saat menunggu sesuatu sudah cukup untuk memulai. Kalau suatu hari gak sempat membaca, kamu bisa melanjutkannya lagi tanpa merasa terlalu jauh tertinggal. Ritme seperti ini lebih mudah dipertahankan ketika energi dan waktu sedang terbatas. Yang dicari bukan kecepatan, tetapi kesempatan untuk kembali menikmati aktivitas membaca.

  4. 4. Cerita lebih mudah diingat

    ilustrasi membaca buku
    ilustrasi membaca buku (pexels.com/Karola G)

    Ketika sedang sulit fokus, buku dengan cerita yang sangat panjang bisa membuatmu lupa pada detail sebelumnya. Kamu mungkin berhenti membaca selama beberapa hari lalu harus mengingat kembali nama karakter atau alur ceritanya. Hal tersebut bisa membuat pengalaman membaca semakin melelahkan. Buku tipis biasanya memiliki ruang cerita yang lebih terbatas sehingga perjalanan membacanya relatif singkat. Jeda antar sesi pun gak selalu membuatmu kehilangan gambaran besar. Kamu bisa lebih mudah kembali masuk ke dalam cerita.

    Hal ini bukan berarti semua buku tipis otomatis memiliki cerita sederhana. Ada juga buku pendek yang memiliki tema mendalam dan membutuhkan perenungan. Namun, jumlah halaman yang terbatas membuat perjalanan menuju akhir terasa lebih jelas. Kamu bisa menikmati satu cerita tanpa harus menyimpan terlalu banyak detail dalam waktu yang lama. Bagi pembaca yang sedang kehilangan fokus, kondisi ini bisa terasa membantu. Setelah selesai, kamu juga bisa langsung beralih ke bacaan lain tanpa membawa komitmen panjang dari buku sebelumnya.

  5. 5. Bisa mengembalikan rasa senang membaca

    ilustrasi membaca buku
    ilustrasi membaca buku (pexels.com/Tranmautritam)

    Salah satu hal penting ketika sedang mengalami reading slump adalah menghilangkan tekanan. Kamu gak perlu membuktikan bahwa kamu masih mampu membaca buku tebal seperti sebelumnya. Buku tipis memungkinkanmu menikmati pengalaman menyelesaikan bacaan tanpa target yang terlalu besar. Cerita yang menarik juga bisa membuatmu kembali merasakan kesenangan ketika membuka halaman. Ketika membaca mulai terasa menyenangkan lagi, motivasi biasanya muncul secara lebih alami. Dari sana, kebiasaan membaca bisa perlahan terbentuk kembali.

    Kamu bahkan bisa memilih buku berdasarkan suasana hati, bukan berdasarkan jumlah halaman. Kalau sedang ingin sesuatu yang ringan, pilih cerita yang menghibur dan mudah diikuti. Kalau ingin sedikit berpikir, pilih buku pendek yang memiliki tema reflektif. Gak ada kebutuhan untuk langsung memilih bacaan yang dianggap paling serius. Tujuannya adalah membuat hubunganmu dengan buku kembali terasa menyenangkan. Setelah itu, kamu bisa menentukan sendiri kapan waktunya kembali membaca buku yang lebih tebal.

    Buku tipis bisa menjadi pilihan yang cocok ketika kamu sedang susah membaca atau mengalami reading slump. Jumlah halaman yang lebih sedikit membuat target terasa ringan dan kemajuan lebih mudah terlihat. Kamu juga gak perlu memberikan komitmen waktu yang terlalu panjang untuk menyelesaikannya. Cerita yang lebih singkat dapat membantu ketika konsentrasi sedang sulit dipertahankan. Yang paling penting, buku tipis bisa memberikan kembali rasa puas setelah berhasil menyelesaikan sebuah bacaan.

    Jadi, gak perlu merasa gagal hanya karena belum sanggup membaca buku tebal. Pilih buku yang membuatmu nyaman dan terasa mudah untuk dimulai. Kamu bisa membaca beberapa halaman setiap hari tanpa menetapkan target yang terlalu tinggi. Kalau berhasil menyelesaikan satu buku, anggap itu sebagai langkah kecil untuk kembali membangun kebiasaan. Setelah minat membaca mulai muncul lagi, kamu bebas memilih buku yang lebih panjang. Untuk sementara, biarkan membaca terasa ringan terlebih dahulu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More