ilustrasi rekan kerja menyebalkan (pexels.com/cottonbro studio)
Kamu mungkin pernah bekerja dengan seseorang yang sering melempar kesalahan kepada orang lain. Ada juga rekan kerja yang terlambat menyelesaikan tugas, menghindari tanggung jawab, atau baru bergerak setelah terus diingatkan. Bagi orang dengan standar tanggung jawab tinggi, menghadapi perilaku seperti ini berulang kali bisa sangat menguras energi. Apalagi jika kelalaian satu orang akhirnya membuat anggota tim lain harus ikut membereskan masalahnya.
Tantangannya, kamu gak bisa memaksa semua orang memiliki standar kerja yang sama denganmu. CNBC, saat membahas cara menghadapi rekan kerja yang sulit, menekankan pentingnya mengelola respons diri dan menjaga batasan ketika berhadapan dengan perilaku negatif di lingkungan kerja. Artinya, kamu tetap bisa menetapkan standar kerja yang baik tanpa merasa harus mengontrol setiap tindakan rekan kerja. Fokus pada tanggung jawab sendiri, dokumentasikan pekerjaan dengan jelas, dan gunakan jalur profesional ketika masalah sudah mengganggu pekerjaan tim.
Memiliki prinsip kuat di tempat kerja memang gak selalu bikin perjalanan karier terasa mudah. Kamu mungkin lebih sering berhadapan dengan dilema ketika nilai pribadi bertabrakan dengan keputusan perusahaan atau perilaku orang lain.
Namun, punya prinsip juga gak berarti kamu harus menentang setiap perbedaan atau menganggap caramu selalu paling benar. Justru, kemampuan membedakan antara hal yang sekadar gak sesuai selera dan hal yang benar-benar bertentangan dengan nilai penting bisa membantumu mengambil sikap dengan lebih bijak.