Belakangan ini, istilah “resign demi waras” semakin sering terdengar, terutama di kalangan pekerja yang merasa lelah secara mental akibat tekanan pekerjaan. Lingkungan kerja yang toxic, beban kerja berlebihan, jam kerja tidak sehat, hingga minimnya apresiasi membuat banyak orang mulai mempertimbangkan untuk keluar demi menjaga kesehatan mental dan kualitas hidupnya.
Namun, keputusan resign tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan emosi sesaat. Meski kesehatan mental penting, kondisi finansial juga harus dipersiapkan dengan matang agar kehidupan tetap aman setelah berhenti bekerja. Salah satu hal paling penting sebelum resign adalah memiliki dana darurat yang cukup. Tanpa persiapan keuangan yang baik, resign justru bisa memunculkan stres baru karena pemasukan berhenti sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.
