Saat kamu iseng buka LinkedIn niatnya cuma mau memperbarui CV, tetapi mendadak malah kena mental. Ternyata beranda kamu langsung dipenuhi tulisan panjang penuh istilah bahasa Inggris dari orang-orang yang merayakan kelulusan magang atau promosi jabatan mentereng. Fenomena pamer pencapaian kerja yang dibungkus dengan narasi motivasi ini lambat laun terasa sangat melelahkan dan bikin sesak dada, lho. Tanpa disadari, dorongan untuk terus-menerus memoles citra profesional di platform tersebut telah bergeser menjadi sebuah ajang kompetisi terselubung yang penuh dengan tekanan psikologis.
Kalau kecemasan digital akibat tuntutan terlihat produktif ini terus dibiarkan, kamu bakal terjebak dalam lingkaran kelelahan mental yang sangat menyiksa batin. Kamu akan selalu menganggap dirimu kurang beruntung atau salah melangkah dalam mengejar karier impian. Padahal setiap orang punya lini masa hidupnya masing-masing, kok. Yuk, kupas secara mendalam tentang sisi gelap personal branding di LinkedIn berikut ini agar kamu gak gampang merasa minder lagi!
