6 Beasiswa di Austria untuk Mahasiswa Indonesia, Dapat Rp228 Juta!

- Austria menawarkan enam opsi beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, mencakup jenjang sarjana, magister, doktor, pascadoktoral, penelitian, hingga diploma pariwisata.
- Ernst Mach Grant dan IASP mendanai studi doktoral hingga 36 bulan; IASP khusus dosen tetap Indonesia ber-NIDN, maksimal 35 tahun, dengan kuota hingga 15 penerima per tahun.
- WVPU memberi beasiswa parsial hingga 12.000 euro per tahun, sementara Helmut Veith, ADC, dan Faculty for the Future menyasar bidang komputer, pariwisata, serta STEM perempuan.
Austria menjadi salah satu negara di Eropa yang menawarkan kualitas pendidikan tinggi dengan biaya kuliah yang relatif terjangkau dibandingkan negara-negara Eropa Barat lainnya. Tak hanya itu, berbagai universitas dan lembaga di Austria juga menyediakan program beasiswa bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.
Pilihan beasiswanya pun beragam, mulai dari jenjang sarjana, magister, doktor, hingga program penelitian. Jika kamu berencana melanjutkan studi di Austria, berikut enam beasiswa yang bisa menjadi referensi.
1. Ernst Mach Grant – ASEA-UNINET

Ernst Mach Grant – ASEA-UNINET merupakan program beasiswa dari OeAD yang ditujukan bagi mahasiswa dan peneliti dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam untuk melanjutkan studi atau penelitian di universitas anggota ASEA-UNINET di Austria. Program ini mendukung studi PhD, penelitian postdoktoral, serta praktik musik guna memperkuat kerja sama akademik antara Austria dan Asia Tenggara.
Pelamar asal Indonesia harus memenuhi persyaratan kewarganegaraan, batas usia, dan kemampuan bahasa Inggris atau Jerman. Durasi pendanaan mencapai 36 bulan untuk PhD, 4–6 bulan untuk postdoktoral, dan 9 bulan untuk praktik musik. Kamu bisa mendapatkan informasi lengkapnya di https://asea-uninet.org/scholarships-grants/ernst-mach-grant-emg/.
2. Indonesia–Austria Scholarship Programme (IASP)

Indonesia–Austria Scholarship Programme (IASP) merupakan beasiswa doktor hasil kerja sama KEMDIKTISAINTEK dan OeAD yang ditujukan bagi dosen Indonesia untuk menempuh studi S3 di Austria. Program ini bertujuan meningkatkan kualifikasi akademik dosen sekaligus memperkuat kolaborasi riset antara Indonesia dan Austria.
Beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen tetap yang memiliki NIDN, berusia maksimal 35 tahun, dan belum menempuh pendidikan doktor. Penerima akan memperoleh pendanaan studi selama 36 bulan dengan kuota hingga 15 orang setiap tahun akademik. Informasi selengkapnya tersedia di https://asea-uninet.org/scholarships-grants/iasp/.
3. Webster Vienna Private University (WVPU) New Student Scholarship

Webster Vienna Private University (WVPU) New Student Scholarship merupakan beasiswa parsial bagi mahasiswa baru jenjang sarjana dan magister yang memiliki prestasi akademik tinggi serta kebutuhan finansial. Bantuan yang diberikan mencapai 3.000–12.000 euro per tahun atau sekitar Rp57 juta–Rp228 juta, tergantung kategori Honors, Merit, atau Distinction.
Pelamar harus telah diterima di program gelar penuh Webster Vienna serta memenuhi persyaratan IPK dan kemampuan bahasa Inggris. Beasiswa dapat diperpanjang hingga empat tahun untuk sarjana dan dua tahun untuk magister apabila penerima mempertahankan status mahasiswa penuh waktu dengan IPK minimal 3,0. Untuk informasi lengkapnya, kunjungi https://www.webster.ac.at/.
4. Helmut Veith Stipend Scholarship

Helmut Veith Stipend merupakan beasiswa bagi mahasiswi internasional, termasuk dari Indonesia, yang ingin menempuh studi magister Ilmu Komputer di TU Wien. Penerima akan memperoleh tunjangan 7.000 euro per tahun atau sekitar Rp133 juta, serta pembebasan biaya kuliah selama masa studi.
Beasiswa ini ditujukan bagi pelamar yang diterima tanpa syarat pada salah satu program magister Ilmu Komputer berbahasa Inggris di TU Wien. Program ini menjadi pilihan menarik bagi mahasiswi yang ingin mendalami bidang AI, keamanan siber, rekayasa perangkat lunak, dan bidang terkait lainnya. Kamu bisa cek nformasi lengkapnya di https://www.tuwien.at/en/studies/studying-at-tu-wien/study-grants/helmut-veith-stipendium.
5. Austrian Development Cooperation (ADC) Scholarship

Austrian Development Cooperation (ADC) Scholarship merupakan beasiswa penuh yang didanai Austrian Development Cooperation untuk mengikuti program diploma selama sembilan bulan di Institute of Tourism and Hotel Management (ITH), Salzburg. Program ini terbuka bagi pelamar dari negara berkembang, termasuk Indonesia, yang ingin berkarier di bidang pariwisata dan perhotelan.
Beasiswa mencakup biaya kuliah, materi pembelajaran, asuransi kesehatan, uang saku bulanan, makan pada hari kuliah, serta bantuan sebagian biaya akomodasi. Pelamar harus berusia 18–35 tahun dan memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun di bidang pariwisata atau hospitality. Informasi lengkap tersedia di https://ith-salzburg.at/admission-and-fees/scholarship/.
6. Faculty for the Future Fellowship

Faculty for the Future Fellowship merupakan program beasiswa dari Schlumberger Foundation bagi perempuan dari negara berkembang, termasuk Indonesia, yang ingin menempuh studi doktor atau penelitian pascadoktoral di bidang STEM di universitas luar negeri, termasuk Austria. Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi perempuan di bidang sains dan teknologi.
Seleksi didasarkan pada prestasi akademik, kualitas penelitian, surat rekomendasi, serta komitmen pelamar untuk kembali dan berkontribusi di negara asal. Beasiswa ini menjadi salah satu pilihan pendanaan bagi mahasiswi Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Austria. Informasi lengkap dapat dilihat di https://www.facultyforthefuture.net/.
Itulah beberapa beasiswa di Austria yang bisa menjadi pilihan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di luar negeri. Sebelum mendaftar, pastikan kamu memeriksa kembali persyaratan, jadwal pendaftaran, serta dokumen yang dibutuhkan melalui situs resmi masing-masing penyelenggara.



















