Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Suka Duka Bekerja Sebagai Marketing, Sibuk Tak Kenal Waktu!

ilustrasi meeting (freepik.com/freepik)
ilustrasi meeting (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Marketing adalah bidang kerja dinamis dan penuh variasi, membuatnya jarang terasa monoton.
  • Tekanan target penjualan yang tinggi seringkali menjadi beban mental dan emosional bagi para pekerja marketing.
  • Bekerja di bidang marketing membuka banyak kesempatan untuk membangun relasi dan koneksi profesional yang berharga.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekerja di dunia marketing sering terlihat keren dan penuh tantangan. Dari luar, profesi ini identik dengan target tinggi, presentasi ke klien, hingga strategi kreatif yang bisa membawa nama perusahaan melesat. Tapi, di balik pencapaian dan gebrakan pemasaran, ada perjuangan panjang dan dinamika kerja yang gak selalu mudah.

Marketing bukan hanya soal jualan atau promosi. Profesi ini membutuhkan pemahaman pasar, komunikasi yang kuat, kemampuan analisis, serta mental yang tahan banting. Untuk kamu yang tertarik terjun ke bidang ini atau sedang menjalaninya, berikut ini lima suka duka bekerja sebagai marketing. Simak sampai selesai, yuk!

1. Kerja dinamis dan tidak membosankan

Ilustrasi karyawan bekerja efisien (pexels.com/thisisenginering))
Ilustrasi karyawan bekerja efisien (pexels.com/thisisenginering))

Marketing adalah bidang kerja yang penuh variasi dan gak monoton. Setiap hari bisa menghadirkan tantangan baru, mulai dari menyusun strategi kampanye, mengatur konten promosi, bernegosiasi dengan klien, sampai turun langsung ke lapangan. Hal ini membuat pekerjaan sebagai marketing jarang terasa monoton.

Kamu juga punya banyak kesempatan untuk berpikir kreatif dan membuat ide-ide out of the box. Bagi orang yang tidak suka rutinitas, marketing adalah lahan subur untuk berkembang. Apalagi jika kamu menikmati interaksi sosial dan tantangan target, profesi ini bisa sangat menyenangkan dan memacu adrenalin.

2. Tekanan target yang tinggi

ilustrasi wanita yang stres bekerja(freepik.com/jcomp)
ilustrasi wanita yang stres bekerja(freepik.com/jcomp)

Di balik semua sisi serunya, bidang marketing juga identik dengan tekanan, terutama soal target penjualan. Hampir semua yang bekerja di bidang ini hidup dalam bayang-bayang angka penjualan. Jika target tidak tercapai, dampaknya bisa langsung terasa, baik secara finansial maupun psikologis.

Tekanan ini kadang datang dari atasan, klien, atau bahkan dari diri sendiri. Meski sudah berusaha maksimal, hasil penjualan tidak selalu bisa diprediksi karena banyak faktor eksternal yang memengaruhi. Hal inilah yang membuat pekerjaan ini sering menantang secara mental dan emosional.

3. Punya banyak relasi dan koneksi kerja

ilustrasi meeting di kantor (freepik.com/senivpetro)
ilustrasi meeting di kantor (freepik.com/senivpetro)

Keuntungan besar bekerja di bidang marketing adalah terbukanya banyak koneksi profesional. Kamu akan bertemu dengan berbagai macam orang, mulai dari klien, vendor, influencer, hingga rekan bisnis. Relasi ini bisa jadi aset jangka panjang dalam pengembangan kariermu di masa depan.

Kemampuan membangun dan menjaga hubungan juga jadi skill penting yang akan terus terasah. Bahkan, banyak orang yang memulai karier di marketing akhirnya sukses membangun bisnis sendiri berkat jaringan yang mereka bangun selama bekerja. Jadi, jangan anggap remeh setiap pertemuan yang kamu jalani.

4. Harus siap kerja di luar jam kantor

ilustrasi meeting (freepik.com/freepik)
ilustrasi meeting (freepik.com/freepik)

Marketing seringkali menuntut fleksibilitas waktu dalam pekerjaannya. Campaign bisa berjalan di akhir pekan, meeting dadakan dengan klien bisa muncul di luar jam kerja, dan deadline bisa datang mendadak. Buat kamu yang mendambakan work-life balance yang ketat, hal ini bisa jadi tantangan.

Belum lagi jika kamu menangani event atau brand activation yang butuh kehadiran langsung. Energi ekstra dan waktu lembur bisa jadi bagian dari keseharian. Tapi, di sisi lain, inilah yang membentuk marketer jadi pribadi yang multitasking dan sigap menghadapi berbagai kondisi.

5. Ada kepuasan saat hasil kerja terlihat nyata

ilustrasi karyawan kantoran (pexels.com/andreapiacquadio))
ilustrasi karyawan kantoran (pexels.com/andreapiacquadio))

Hal paling memuaskan dari bekerja sebagai marketing adalah ketika kamu bisa melihat langsung dampak dari kerja kerasmu. Misalnya, campaign yang kamu susun berhasil viral, angka penjualan naik drastis, atau feedback positif datang dari klien. Semua itu bisa jadi suntikan semangat luar biasa.

Kepuasan ini terasa lebih nyata karena prosesnya pun penuh perjuangan. Dari riset, brainstorming, uji coba, sampai peluncuran, semua membutuhkan usaha dan kolaborasi tim. Saat hasilnya terlihat, ada rasa bangga tersendiri yang tidak selalu bisa dirasakan di bidang kerja lain.

Bekerja di bidang marketing memang penuh dinamika yang gak akan membuatmu bosan. Suka duka ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang akan membuatmu semakin tangguh, kreatif, dan adaptif. Kalau kamu sedang menekuni dunia marketing, nikmati prosesnya, terus belajar, dan jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan
Follow Us