Tak Cukup Pengguna AI, Talenta Indonesia Didorong Jadi PencIpta Solusi

- Lisa Qonita dari Indosat menyoroti tantangan agar talenta Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga pencipta solusi berbasis kecerdasan buatan.
- Indosat menciptakan lingkungan aman bagi karyawan untuk bereksperimen dan mengembangkan inovasi AI, membentuk budaya kerja yang mendorong kreativitas dan kolaborasi.
- IDN Media menggelar Indonesia Summit 2026 bertema 'The Next Us' serta meluncurkan survei nasional tentang aspirasi dan nilai-nilai generasi Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah Indonesia.
Jakarta, IDN Times - SVP Head of People Culture Indosat, Lisa Qonita, mengungkap tantangan dalam menyiapkan talenta di era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, saat ini AI telah digunakan secara masif untuk berbagai kebutuhan. Namun, masih banyak pengguna yang hanya memosisikan diri sebagai pemakai teknologi tersebut.
“Nah, masalah sekarang kebanyakan kita, talent di Indonesia ini hanya sebagai pemakai. Nah, teknologi itu berjalan terus, terus cepat gitu. Apakah kita akan cuma jadi pemakai aja? Atau kita akan menjadi creator dari teknologi yang ada? Nah, challenge itu yang di-take up oleh Indosat,” ujar Lisa.
Indosat sendiri mengimplementasikan pandangan tersebut melalui pengembangan sumber daya manusianya. Perusahaan berupaya mendorong seluruh talenta di Indonesia, mulai dari generasi muda hingga generasi yang lebih senior agar tidak hanya menggunakan AI dan berbagai tools yang telah tersedia.
Menurut Lisa, tantangan terbesar bukan sekadar memanfaatkan teknologi yang telah dibangun dari pemerintah maupun perusahaan. Akan tetapi, bagaimana pengguna mampu menjadi pencipta solusi berbasis AI yang dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi.
Lisa mengungkapkan telah banyak pelaku usaha yang mengadopsi penggunaan AI. Namun, pemanfaatannya masih didominasi untuk kebutuhan otomatisasi. Ia berharap penggunaan AI tidak berhenti sampai di tahap tersebut.
“Pasti kita perlu otomatisasi, kita perlu mempercepat proses dan sebagainya. Tapi, hanya 10 persen yang memakai untuk decision making, problem solving,” tuturnya.
Untuk menjawab tantangan itu, Lisa menciptakan inovasi berupa safe environment bagi para karyawan agar dapat mengembangkan berbagai solusi berbasis AI. Dengan pendekatan tersebut, para karyawan tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga didorong untuk membangun solusi melalui pemanfaatan fitur kecerdasan buatan.
Menurutnya, ketika karyawan dibiasakan untuk terus menciptakan dan mengembangkan sesuatu, kebiasaan tersebut akan tumbuh secara kolektif dan pada akhirnya menjadi budaya kerja yang kuat di dalam perusahaan.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

















