Profil Lisa Qonita, 20 Tahun Berpengalaman di Bidang Kepemimpinan

Lisa QonitaLisa Qonita lulus dari Universitas Indonesia jurusan Komunikasi dan melanjutkan pendidikan masternya di Buffalo State University.
Lisa menjabat sebagai Senior Vice President People and Culture di PT Indosat TBK sejak Agustus 2022 dan pernah menjadi kepala pengembangan SDM di Lazada.
Lisa merupakan pendiri Sekolah Gemala Ananda.
Jakarta, IDN Times - Lisa Qonita merupakan seorang profesional di bidang sumber daya manusia (SDM). Dia memiliki pengalaman 20 tahun lebih dalam peningkatan SDM, manajemen, dan pengembangan kepemimpinan.
Lisa telah berkecimpung dalam dunia kepemimpinan di perusahaan multinasional maupun lokal di Indonesia. Selain itu, dia juga mendalami dunia pengembangan merek dan komunikasi.
Lisa menjadi salah satu pembicara pada acara Indonesia Summit 2026 yang digelar IDN pada Rabu dan Kamis tanggal 17-18 Juni 2026, di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Berikut profil Lisa Qonita!
Table of Content
1. Profil Lisa Qonita, alumni Komunikasi UI

Lisa Qonita menempuh pendidikan di jurusan Komunikasi Universitas Indonesia pada 1990 hingga 1996. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan masternya di Buffalo State University pada 2005 sampai 2007.
Di kampus tersebut dia mengambil jurusan pendidikan.
2. Berpengalaman di bidang pengembangan SDM dan Kepemimpinan
Sejak Agustus 2022 hingga saat ini, Lisa menjabat sebagai Senior Vice President People and Culture di PT Indosat TBK. Dia bertanggung jawab untuk manajemen SDM hingga pengembangan kemampuan karyawan.
Sebelumnya memegang tanggung jawab tersebut, dia merupakan kepala pengembangan SDM dari 2019 hingga 2022.
Lisa juga pernah memegang tanggung jawab sebagai Wakil Presiden SDM di Lazada, serta pernah menjabat di Unilever mulai dari bidang marketing hingga menjadi kepala bidang kepemimpinan dan pengembangan organisasi di perusahaan tersebut.
3. Pendiri Sekolah Gemala Ananda dan menulis buku

Lisa juga banyak mengisi acara sebagai pembicara terkait persiapan karier dan lamaran kerja. Pada Mei 2025, dia menjadi pembicara di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM). Di kegiatan tersebut, dia menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat CV dan wawancara ketika melamar pekerjaan.
Selain itu, dia merupakan pendiri Sekolah Gemala Ananda, yang merupakan sekolah dasar dengan metode pembelajaran non-konvensional, dan pernah menulis sebuah buku non-fiksi berjudul "Big Girls Don't Cry".
Lisa Qonita menjadi salah satu pembicara dalam sesi Sovereign AI, The Infrastructure Race di Indonesia Summit 2026 yang digelar pada Rabu, 17 Juni 2026di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Indonesia Summit (IS) 2026 merupakan sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air.
Dengan tema “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age,” konferensi ini bukan hanya membahas wacana teknologi abstrak, melainkan juga mengkaji dampak nyata kecerdasan buatan (AI) terhadap kerangka kelembagaan nasional. Dengan mempertemukan para arsitek kebijakan, penggerak ekonomi, dan konsumen inovasi, IS 2026 bertujuan untuk memahami bagaimana Indonesia dapat melompati tahapan-tahapan pembangunan dengan mengintegrasikan AI secara strategis ke dalam sektor publik dan swasta.
Kalau kamu tertarik untuk mendengar secara langsung insight dari para narasumber inspiratif di Indonesia Summit 2026, jangan lupa daftarkan diri kamu di bit.ly/IS_26. Siapa pun kamu, yuk, ikutan konferensinya!
















