Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Tips Kuat Puasa Saat Kerja Berat, Biar Gak Tumbang di Tengah Hari

ilustrasi perempuan berhijab sedang meeting
ilustrasi perempuan berhijab sedang meeting (pexels.com/cottonbro)
Intinya sih...
  • Sahur cukup dan bergizi untuk energi sepanjang hari
  • Penuhi kebutuhan cairan sejak malam hari agar tubuh terhidrasi dengan baik
  • Jangan kalap saat berbuka puasa, atur ritme makan untuk pulihkan energi tanpa kaget
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa sambil kerja berat memang jadi tantangan tersendiri, apalagi kalau pekerjaanmu menuntut banyak tenaga fisik atau fokus tinggi. Baru lewat tengah hari saja, badan sudah mulai terasa lemas, haus, dan rasanya ingin cepat-cepat berbuka. Kalau gak disiasati dengan baik, kondisi ini bisa bikin kamu sulit produktif dan malah kelelahan.

Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa membantu kamu tetap kuat menjalani puasa meski aktivitas padat. Kuncinya bukan hanya menahan lapar, tapi juga pintar menjaga energi sejak sahur sampai berbuka. Yuk, terapkan tips berikut supaya kamu tetap bertenaga sepanjang hari.

1. Jangan asal sahur, pastikan cukup dan bergizi

ilustrasi pasangan sedang makan bersama
ilustrasi pasangan sedang makan bersama (pexels.com/jacksparrow)

Banyak orang menganggap sahur sekadar formalitas agar kuat puasa. Padahal, sahur adalah sumber energi utama yang akan menopang aktivitasmu seharian. Kalau kamu melewatkannya atau makan terlalu sedikit, tubuh akan lebih cepat lemas bahkan sebelum siang.

Pilih makanan yang bisa memberikan energi tahan lama, seperti nasi, telur, tempe, atau oatmeal. Tambahkan juga sayur dan buah agar tubuh tetap segar dan gak gampang lelah. Sahur yang tepat bikin tubuh lebih siap menghadapi kerja berat tanpa drama lemas berlebihan.

2. Penuhi kebutuhan cairan sejak malam hari

ilustrasi muslimah sedang makan dan minum
ilustrasi muslimah sedang makan dan minum (pexels.com/rdne)

Rasa lemas saat puasa sering kali bukan hanya karena lapar, tapi juga karena kurang cairan. Saat kerja berat, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sehingga risiko dehidrasi meningkat. Kalau kebutuhan cairan gak terpenuhi, kamu bisa merasa pusing dan kehilangan fokus.

Biasakan minum air putih secara bertahap dari berbuka sampai sahur. Jangan tunggu haus dulu baru minum, karena itu tanda tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan terasa jauh lebih kuat dan stabil.

3. Jangan kalap saat berbuka puasa

ilustrasi berdoa sebelum makan
ilustrasi berdoa sebelum makan (pexels.com/onbab)

Setelah seharian kerja keras, wajar kalau kamu ingin langsung makan banyak saat berbuka. Namun, makan berlebihan justru bisa membuat perut terasa penuh dan tubuh jadi cepat lelah. Akibatnya, kamu malah merasa gak nyaman setelah berbuka.

Mulailah dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih agar tubuh beradaptasi dulu. Setelah itu, baru lanjutkan dengan makanan utama yang seimbang. Cara ini membantu tubuh memulihkan energi tanpa membuatmu merasa “kaget”.

4. Atur tenaga, jangan dipakai sekaligus

ilustrasi perempuan muslim
ilustrasi perempuan muslim (pexels.com/cedricfauntleroy)

Kerja berat bukan berarti kamu harus memaksakan diri terus tanpa jeda. Kalau energi dipakai sekaligus di awal, tubuh akan lebih cepat kehabisan tenaga. Akibatnya, sisa hari terasa jauh lebih berat untuk dijalani.

Coba atur ritme kerja dengan lebih bijak dan manfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin. Bahkan, istirahat sebentar saja bisa membantu memulihkan energi. Dengan begitu, tubuh bisa tetap stabil sampai waktu berbuka.

5. Pastikan kamu tetap punya waktu istirahat cukup

ilustrasi buka puasa bersama
ilustrasi buka puasa bersama (pexels.com/rdne)

Kurang tidur bikin puasa terasa dua kali lebih berat. Tubuh yang belum pulih sepenuhnya akan lebih cepat lelah saat harus bekerja. Kondisi ini juga bisa membuat kamu sulit fokus dan mudah mengantuk.

Usahakan tidur lebih awal agar tubuh punya waktu istirahat yang cukup. Kalau memungkinkan, sempatkan tidur sebentar di siang hari. Istirahat yang cukup membantu tubuh tetap kuat dan gak gampang tumbang.

6. Kurangi aktivitas yang gak terlalu penting

Ilustrasi bekerja di desain komunikasi visual
Ilustrasi bekerja di desain komunikasi visual (freepik.com/freepik)

Saat puasa, energi tubuh terbatas dan harus digunakan dengan bijak. Oleh karena itu, terlalu banyak aktivitas tambahan bisa membuat tubuh kelelahan sebelum waktunya. Akibatnya, puasa terasa lebih berat dari seharusnya.

Fokuslah pada hal-hal yang memang perlu dilakukan. Simpan energi untuk aktivitas utama yang gak bisa ditunda. Dengan begitu, kamu bisa menjalani puasa tanpa merasa terlalu terbebani.

7. Tanamkan niat dan jaga semangat

ilustrasi berbuka puasa
ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/adarmel)

Selain fisik, kekuatan mental juga punya peran besar saat puasa. Kalau kamu terus memikirkan rasa lelah, tubuh akan terasa semakin berat. Sebaliknya, pikiran yang tenang bisa membantu kamu menjalani hari dengan lebih baik.

Ingat bahwa puasa adalah proses melatih diri, bukan sekadar menahan lapar dan haus. Menjaga niat dan semangat bisa membuat kamu lebih kuat menghadapi aktivitas berat. Lama-kelamaan, tubuh juga akan terbiasa dengan ritmenya.

Kerja berat saat puasa memang gak selalu mudah, tapi bukan berarti gak bisa dilewati. Dengan menjaga pola makan, istirahat, dan cara mengatur energi, kamu tetap bisa menjalani hari dengan baik. Jadi, jangan ragu mencoba tips di atas supaya puasamu tetap lancar sampai waktu berbuka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More

Apa Perbedaan Salat Tarawih dan Salat Tahajud? Cari Tahu!

19 Feb 2026, 11:03 WIBLife